03 Apr 2013

2 Napi Setir Peredaran Narkoba dari Penjara

Ads by Google

 Dijemput BNN di Rutan Tj. Gusta

MEDAN-PM

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan dua narapidana penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Tanjung Gusta Medan, yang diduga terlibat jaringan besar narkoba Malaysia, Selasa (2/4) sekira pukul 13.00 WIB. Dengan modal ‘surat sakti’ yang ditandatangani Direktur Pemberantasan Narkotika Alami BNN Kombes Pol. Benny Mamoto, petugas berjumlah lima orang itu pun mulus masuk. Sekira pukul 13.00 WIB, seperti biasa, suasana rutan terlihat aktif ketika para pengunjung antre menjenguk keluarganya. Namun, aktifitas itu terhenti saat melihat petugas berbadan tegap mengenakan baju hitam memasuki Rutan.

Kedatangan  petugas BNN makin mencurigakan pengunjung karena didampingi oleh Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Dony Alexander dan Kapolsek Medan Helvetia. Melihat hal itu, para wartawan yang sejak pagi menunggu di depan Rutan pun berniat ikut masuk, namun dilarang petugas jaga. ” Maaf bang, atensi atasan, tunggu saja di luar ya,” ucap salah seorang penjaga pintu. Beberapa jam menunggu, akhirnya petugas BNN dan Polresta Medan keluar dari pintu samping Rutan. Dengan dikawal ketat polisi, kedua tahanan yang belakangan diketahui bernama Yusuf alias Agong dan Faisal Damanik itu terlihat keluar dengan langkah cepat.

Infonya, kedua napi tersebut ditangkap lagi untuk mengambangkan kasus narkotika  di Jakarta. “Mereka hasil  pengembangan kasus jaringan narkotika asal Malaysia.  Dugaan awal, dua orang ini mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Rutan. Kami datang lima orang dan dipimpin oleh Kompol.RJ,”ucap pria tambun yang enggan namanya dikorankan itu. Sementara, Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol.Dony Alexander yang dikonfirmasi membenarkan kedatangan BNN.  ”Ya, mereka datang menjemput dua tahanan yang diduga mempunyai kaitan dengan bandar narkoba di Jakarta dan akan dibawa ke Polresta,”ucapnya sambil mengarahkan para wartawan ke Karutan.

Hal senada juga dikatakan Karutan Klas I Medan, Toni Nainggolan. “Keduanya memang dijemput oleh BNN. Kami juga menyerahkan dua buah ponsel kepada mereka. Ponsel yang diserahkan petugas Rutan ke BNN adalah hasil penggeledahan rutin yang kami lakukan sekitar beberapa  minggu lalu. Mereka sekarang sedang menjalani hukuman dan sudah menjalani masa tahanan kurang lebih satu tahun.  Faisal Damanik divonis 6,5 tahun dan Yusuf alias A ging divonis 5,5 tahun,” terang Toni.

Seperti diketahui, kedua tahanan tersebut dijemput oleh pihak BNN  setelah pengembangan dari ketiga tersangka lebih dulu diamankan BNN, diantaranya A alias M yang ditangkap kawasan Medan Kota dengan barang bukti seberat 80 gram sabu, S alias A dikawasan Tanjung Morawa dengan barang bukti 14 ribu butir inex, sedangkan A alias G sebagai kurir dari Tanjung Balai. Setelah ketiganya ditangkap, terungkaplah bahwa mereka distir oleh kedua napi tersebut dari Rutan. (gib/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id