01 Apr 2013

Usai Diperkosa, Mayat Siswi SMK Dibuang ke Sumur

Ads by Google

ACEH-PM

Kasus perampokan, pemerkosaan disertai pembunuhan kembali terjadi. Kali ini giliran Nurmala Dewi (18), seorang siswi SMK di Lhokseumawe yang jadi korban. Korban diperkosa lalu dibantai perampok. Setelah merampas harta bendanya, mayat korban lalu dibuang ke dalam sumur. Mayat membusuk gadis berparas cantik itu baru ditemukan 10 hari kemudian. Kondisi jenazah sudah membusuk ketika dievakuasi ke rumah sakit, Minggu (31/3) pagi pukul 08.00 WIB.

TKP penemuan berada d dalam sumur tua kebun sawit Desa Cot Seutui, Kemukiman Berghang, Kec. Kuta Makmur, Aceh Utara. Informasi yang dihimpun Metro Aceh (groupnya POSMETRO MEDAN) kemarin, jenazah siswi asal Desa Blang Wue Baroh, Kec. Blang Mangat, Lhokseumawe itu  awalnya ditemukan oleh Usman (45). Saksi diketahui menetap di Desa Cot Seutui,  sedang mencari lembunya yang hilang ke kawasan kebun sawit milik Sayed Husen, warga setempat itu. Ia menduga hewan peliharaan tersebut terperosok ke sumur tua di lokasi. Apalagi dari jarak jauh ia sudah mencium aroma tak sedap itu.

Tapi saat melongok ke sumur sedalam 5 meter itu, Usman terkejut melihat sesosok tubuh dengan kepala tertancap ke dasar dengan posisi kaki di atas. Kemudian Usman buru-buru melaporkan temuan itu ke aparat desa dan warga sekitar. Sekira pukul 11.00 WIB, tim evakuasi dari relawan PMI Kota Lhokseumawe, datang untuk mengangkat jenazah dan dibawa ke RSUD Cut Meutia. Kondisi jenazah korban nyaris tidak dikenal lagi, karena sudah membusuk. Tak lama kemudian, identitas korban diketahui berdasarkan pengakuan dari ayah korban M Jafar Idris.

Karena gigi dan corak pakaian yang masih melekat, pada tubuh jenazah persis seperti Nurmala Dewi. ABG tersebut sebelumnya pergi dari rumah, sejak Jumat malam (22/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Kuat dugaan korban dirampok dan diperkosa sebelum dibunuh. Terbukti di leher korban ada tali jeratan sepanjang dua satu meter dan jenazah setengah telanjang, tanpa celana dalam. Selain itu , sepeda motor Yamaha Mio biru langit BL4404 QP  tidak ditemukan di lokasi kejadian. Termasuk HP dan Laptop merek Compaq yang dibawanya saat berangkat dari rumah.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi menyebutkan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan.  “Dugaan kita sementara, ini adalah korban perampokan dan saya belum bisa sebutkan kalau ini ada indikasi pemerkosaan, karena kita masih selidiki,” ujarnya singkat saat ditemui Metro Aceh di ruang Instalasi jenazah RSUD Cut Meutia. Di sisi lain, pihak medis rumah sakit belum bisa memberikan keterangan, terkait kondisi jenazah siswi itu, karena masih dilakukan visum dan otopsi. Sampai berita ini diturunkan jenazah masih berada di ruang jenazah.

Sedangkan informasi lainnya, pada Jumat malam (22/3) itu korban pamit kepada orang tuanya hendak belajar ke rumah teman sekelasnya Maiza (17) di Desa Muling Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, setelah itu korban tidak kembali lagi. Beberapa hari kemudian keluarga korban melapor ke Polisi.*

>>Gadis Santun Itu Telah Pergi

Suasana duka langsung menyelimuti rumah Nurmala Dewi, siswa SMKN Lhokseumawe di Desa  Blang Wue Baroh, Kec. Blang Mangat. Karena pihak keluarga mengetahui anak pertama dari empat bersaudara itu ditemukan telah jadi mayat dalam sumur tua di kawasan kebun sawit di kawasan Kuta Makmur, Minggu (31/3). Saat dikunjungi kru koran ini, suasana rumah duka tampak ramai oleh kerabat dan warga yang melayat. Namun sayang orang tua korban masih berada di rumah sakit, sehingga tidak bisa diwawancara. Namun, Metro berhasil menemui salah seorang family korban yakni Adam (25).

“Sebelum pergi, korban  pamit dan mengatakan akan mengerjakan tugas di rumah temannya Meiza di Kuta Makmur,” ujar Adam dengan nada sedih. Katanya, korban pergi sekitar pukul 20.00 WIB setelah itu tak pulang-pulang. Keluarga tidak curiga mengingat korban sering pergi ke rumah temannya untuk belajar. Dan usai mengerjakan tugas biasanya korban menelpon  ayahnya M Jafar Idris  untuk minta dijemput. Namun malam itu, korban tidak menelpon sehingga keluarga curiga dan berusaha mencari.

Berhari-hari, pihak keluarga, kerabat dan warga mencari Nurmala kemana-mana, namun hasilnya nihil. Malah, malam itu korban tidak sampai ke rumah Maiza, kondisi itu membuat keluarga semakin gusar. Sampai akhirnya, kejadian itu diberitahukan  ke salah satu  family yang berugas sebagai polisi. “Dia anak yang baik, ramah dan santun kepada siapapun termasuk terhadap rekan-rekan sekolahnya,” pungkas Adam. (smg/deo)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage