19 Mar 2013

Pembunuh dan Pemerkosa Icha Sartika Situmorang Terendus

Ads by Google

 Nomor Handphone Milik Korban Teridentifikasi

TANJUNGMORAWA-PM

Sudah 20 hari kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Icha Sartika Situmorang (19), yang ditemukan tewas telanjang di kamar mandi rumahnya , Jl. Tambak Rejo, Dusun VI, Desa Buntu Bedimbar, Tanjung Morawa, Deliserdang. Polisi tak kunjung berhasil mengungkap siapa pelakunya. Namun, ada secercah harapan karena polisi sudah mulai mengendusidentitas pelaku pelaku.

“Sudah tahu, mudah-mudahan segera terungkap,” ujar  sumber di kepolisian, Senin (18/3) pagi.

Menurut sumber, polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap nomor handphone korban yang hilang. “Kartu XL nya sudah dibuka tapi nggak ada bukti. Sedangkan kartu yang lain lagi dibuka,” ujarnya.

Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan mengaku masih terus bekerja memburu pelaku.

“Sudah sabar saja, anggota sedang kerja di lapangan,” ujarnya.

Ditanya soal pemeriksaan ponsel korban, Andry enggan berkomentar panjang lebar. Sebab, menurutnya, akan membuat pelaku kabur jauh.

Sebelumnya, Kapolres Deliserdang, AKBP Dicky Patrianegara,SH SIk MSi saat dikonfirmasi wartawan mengaku telah memeriksa 12 saksi. Namun belum ada tanda-tanda mengarah kepada pelaku.

Sementara itu, info yang dihimpun dari warga sekitar, sekitar 2 tahu lalu, Nelly Riamin boru Rajagukguk, ibu kandung Icha pernah berselisih paham dengan seorang warga berinisial SL, terkait masalah uang tarikan (jula-jula). Ketika itu, Icha dan ibunya masih mengontrak rumah milik marga Siburian di Gang Seno Pasar VIII, Desa Buntu Bedimbar, Kec. Tanjung Morawa. Sejak saat itu, hubungan Nelly dengan SL kurang harmonis meskipun keduanya bertetangga. Ironisnya, tiap bepapasan dengan Nelly, SL disebut-sebut selalu menunjukkan sikap sinis. Kecurigaan terhadap SL makin bertambah karena pasca korban ditemukan tewas, signal hape milik Icha yang ikut dibawa sebelumnya, pelaku sempat terlacak polisi berada di kawasan Gang Cempaka, Desa Bakaran Batu, Kec. Lubuk Pakam, yang tak lain adalah alamat orang tua SL.

Selain itu, seorang warga berinisial AR juga pernah hendak meminjam uang pada  Nelly sebanyak Rp 1 juta. Namun Nelly menolaknya dengan alasan tak punya uang. Namun pada Senin (25/2) lalu, AR disebut-sebut kembali datang ke kediaman korban. Saat itu, Icha sendirian di rumah, sedang ibunya bekerja di PT Medisafe Technologies. Saat Nelly pulang ke rumah, Icha sempat bercerita soal kedatangan AR terkait pinjaman itu. Namun Nelly tetap menolak member pinjaman. Esoknya, Selasa (26/2) siang, Nelly sempat bertemu dengan AR di pangkalan becak simpang Tambak Rejo. Saat itu AR kembali bertanya terkait pinjamannya, tapi Nelly kembali menolak karena sedang tak punya uang. Ia berdalih, uang yang ia ‘jalankan’ (membungakan uang-red) selama ini itupun adalah milik orang lain. Informasi lain diperoleh, sebelum Icha ditemukan tewas, ada juga seorang cowok bermarga MN yang datang ke rumah Icha untuk mengutarakan cintanya. Tapi Icha menolak. MN sendiri diketahui tinggal di rumah abangnya yang berada di ujung Lorong Cemara.  (ala/man)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id