09 Mar 2013

Otak Pembunuh Hajjah Kaya Dicokok di Riau

Ads by Google

Aku Tergiur Emasnya Senilai Rp500 Juta

BELAWAN-PM

Dua minggu diburu, 5 pelaku perampokan dan pembunuhan Hj. Halimah (80) warga Pasar II Barat, Gang Melinjo, Kel. Terjun, Kec. Medan Marelan, akhirnya berhasil dibekuk polisi. Terakhir giliran eksekutor pembunuhan, Sutrisno (23) warga Dusun IV, Desa Karang Rejo, Bahorok, Kab. Langkat yang menyusul ke empat temannya ke penjara. Ia ditangkap petugas gabungan Polres Pelabuhan Belawan yang kerjasama dengan Polsek Perawang dari persembunyiaannya di sebuah desa kawasan Perawang, Kab. Siak, Provinsi Riau, Kamis (7/3) malam. Sebelum kabur ke Riau, pelaku yang membunuh dengan cara menginjak dan mencekik leher korbannya sampai tewas itu sempat 2 hari sembunyi di hutan Bahorok.

Ia sendiri ngaku nekat membunuh karena tergiur perhiasan emas milik janda tentara itu senilai Rp500 juta. “Aku nekat merampok dan membunuh nenek itu karena tergiur emasnya senilai Rp 500 juta. Ternyata emas itu pun tak ada,” kesal pria yang akrab disapa Sutris itu. Perampokan itu sendiri diotaki oleh Randa Tino, cucu kandung almarhum. Setelah mengatur strategi, ia dan Hari Karahim (sebelumnya menyerahkan diri) datang ke rumah korban diantar oleh Rajali dan Fandi (perantara yang lebih dulu ditangkap). Agar skenario tak terungkap, dan keduanya masuk ke rumah, Randa Tino pura-pura bertamu.

Saat Randa Tino masuk ke rumah, Sutrisno dan Hari sembunyi di balik pagar belakang rumah permanen yang dihuni korban sendirian. Tak lama berselang, Randa Tino pun pamit pulang. Sedang Sutris dan Hari masuk ke rumah saat Hj. Halimah menutup pagar. Setiba di rumah, Sutris langsung memukul pundak korban dengan batu gilingan. Buk..! Hj. Halimah terjatuh. Karena masih melawan, Sutris lalu mencekik leher korban. Selanjutnya mulutnya dilakban. Agar tak mengenali mereka, mata korban pun ditutupnya pakai kain hitam. Sementara Hari bertugas mengikat kedua kaki dan tangan korban. Setelah memastikan korban tak berdaya, kedua sekawan ini lantas mengacak-acak kamar dan seluruh rumah korban. “Kami mau cari emas seperti yang dibilang Randa Tino itu,” kata Sutris.

Tapi sial, rupanya perhiasan yang mereka cari tak ada di sana. Merasa tertipu, keduanya sempat menghubungi dan menyuruh Randa Tino datang ke lokasi. Karena tak yakin, Randa Tino pun meluncur ke lokasi dan ikut mengacak-acak seluruh rumah korban. Tapi saat itu, mereka hanya menemukan uang Rp 1,3 juta. Pasrah dengan hasil yang diperoleh, ketiganya pun ke luar dari rumah. Naas, saat mau pergi, Sutris melihat kaki korban masih bergerak, Sutris kembali mencekik dan menginjak tubuh korban sampai tewas. Setelah memastikan korban tak bernyawa, ketiganya lantas pergi dan membagi rata uang hasil jarahan. “Saya cuma dapat jatah Rp 250 ribu dari Randa, hari itu juga saya pulang ke rumah bersama Hari,” kata Sutris.

Setiba di rumahnya di Bahorok, Sutris mendapat info kalau polisi tengah mencarinya. Tak ingin mendekam di penjara, lajang ini lantas memilih sembunyi di tengah hutan. “Waktu aku dengar ada polisi mencari, aku langsung lari ke hutan. Dua hari dua malam aku di hutan, aku tidur di gubuk, sedangkan makanku diantar oleh keluargaku,” kenang Sutris. Setelah 2 malam bersembunyi, Sutris lalu menyusul Hari yang sembunyi di Tanjung Sari, Medan. Sutris sempat nginap semalam di rumah teman Hari. Karena dihantui ketakutan, dengan modal uang Rp1 juta  yang diberikan keluarganya, Sutris pun memilih kabur ke Riau. Sebagai modal tambahan, Sutris membawa hape Hari. Tapi sebelum tiba di Riau, Sutris sempat dua malam nginap di Kisaran. Dari situlah Sutris kabur ke Riau untuk menghindari kejaran polisi. Tapi apa daya, pelarian pelaku akhirnya terungkap setelah Polres Pelabuhan Belawan berkordinasi dengan Polsek Perawang menangkap Sutris di salah satu rumah familinya di Perawang, Kab. Siak, Prop. Riau. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan itu, Sutris diboyong ke Mapolres Pelabuhan Belawan. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto yang dikonfirmasi mengatakan, Sutris ditangkap setelah Hari menyerahkan diri dan memberitahu keberadaan Sutris.  ”Kita sudah menangkap semua pelaku pembunuhan Hj. Halimah setelah melakukan pengejaran selama 3 minggu lamanya,” kata Endro. Pembunuhan Hj Halimah diotaki sendiri oleh cucunya, Randa Tino dibantu dua temannya, Rajali dan Fandi. Sedangkan eksekutor pembunuhan adalah Sutrisno dan Hari. “Mereka sudah kita tangkap, dalam perkara ini mereka dijerat pembunuhan berencana dengan Pasal 340 minimal ancaman 5 tahun penjara,” kata Endro di dampingi Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Riza Fahlevi. (ril/deo)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id