04 Mar 2013

2 Pegawai Lapas & 5 Pria Ditangkap

Ads by Google

 Kepergok Hendak Curi Sepeda Motor

MEDAN-PM

Dua pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapas) diangkut petugas Polsek Medan Kota, setelah dipergoki warga saat hendak mencuri sepeda motor di Jalan Mistas, Sei Putih Barat, Minggu (3/3) pukul 05.00 wib.

Fernando Gultom (30), warga Dusun III Pawang Talawi, Batubara dan Beni Simamora (30), keduannya Pegawai Lapas Klas II Labuhan Ruku, terus saja mengelak disebut telah merencanakan pencurian sepeda motor vega hijau BK 2910 ACD milik Suliardi (25). Meski tak membantah, keduanya tetap saja diamankan polisi.

Aksi dini hari ini dilakoni keduanya bersama 5 rekan mereka, yakni Parlindungan Sinurat (25) Perawat RS Bandung warga Dusun II Desa Huta Padang, Suhendra (25) Perawat RS Bandung warga Desa Pasar Lembu Asahan, Iwan Manik (26) warga Desa Siatas Kec. Simpang Kawan Aceh Singkil, Rudi Iqnasius Sihotang (19) warga Jl. Gaperta Ujung gang Berkat dan seorang mahasiswa Fahmi Azamry Sitepu (20) yang dikabarkan putra dari pemilik RS Bandung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POSMETRO menyebutkan peristiwa percobaan curanmor tersebut bermula dari kedatangan dua Pegawai Lapas ke RS Bandung dengan alasan ingin menemui rekannya Fahmi. Saat itu untuk menghabiskan malam, ke 7 pria ini sepakat berkeliling dengan mobil APV Hitam BK 1305 JY yang dikemudikan Fahmi. Ntah kenapa, mobil tersebut melintas di Jl. Mistar, karena ada acara pernikahan Fernando memilih turun dari mobil dan mendekati sepeda motor Vega R.

Warga sekitar semula menduga jika kehadiran mobil tersebut adalah untuk mengambil papan bunga yang ada di sekitar lokasi acara pernikahan. “Kami kira orang tukang papan bunga bang mau ngambilin bunganya, karena masih banyak papan bunga disitu bang. Kami kan pemuda setempat jadi kan lumayan bang uang 1 papan goceng. Rupanya mau ambil kreta,” kata Andi, seorang warga.

Saat itu, Fernando kepergok memegangi sepeda motor vega milik korban. Setelah terus diperhatikan, pemuda setempat pun curiga dengan gelagat Pegawai Negeri Sipil ini hingga akhirnya warga yang kesal menangkapnya. “Dia kalau kami liat pura-pura selo bang, pas nggak kami lihat dia mau geser kreta itu makanya kami tangkap.” Kata Suliardi selaku pemilik sepeda motor.

Fernando sempat ingin kabur ke dalam mobil APV dimana rekan-rekannya menunggu. Namun oleh warga mobil tersebut ditahan dan langsung menghubungi petugas Polsek Medan Baru.

Dihadapan petugas, Fernando berlagak bodoh dan seolah-olah tak tahu apa yang terjadi. Ia hanya diam ketika ditanyai Petugas. Saat ditanyai POSMETRO, pria berkulit putih ini mengaku sebagai pegawai Lapas Klas II Labuhan Ruku yang sedang ditugaskan mengantar tahanan yang sakit ke RS Adam Malik. “Pegawai Lapas aku bang di Batubara,” katanya.

Sementara itu, Beni Simamora mengaku hanya mengantar tahanan yang sakit ke Medan dan berkunjung ke RS Bandung guna menemui rekannya yang dikabarkan putra dari pemilik RS Bandung. “Kami main-main aja kesitu bang, aku tak tahu apa-apa. Kebetulan kawan ku ada di RS Bandung makanya kami kesitu bang,” kata Beni yang juga merupakan pegawai negeri sipil ini.

Tak jauh beda dengan 5 orang lainnya yang mengaku sama sekali tak mengetahui jika Fernando hendak mencuri sepeda motor. Fahmi (20) ketika ditanyai POSMETRO mengaku sebagai putra dari pemilik RS Bandung, ia mengatakan jika dirinya tak mengenal Fernando namun hanya mengenal Beni karena pernah menjadi seniornya semasa kuliah. “Aku tak kenal dia (Fernando,red) aku kenalnya sama Beni bang,” katanya yang langsung dibawa petugas ke ruang pemeriksaan.

Kapolsek Medan Baru Kompol Jean Calvijn Simanjuntak ketika dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya masih memeriksa ketujuh pria itu sebagai saksi. “Masih kita periksa ya, sebagai saksi,” katanya.

>> Tahanan Dilepas

Penangkapan kedua pengawai Lapas mengungkap fakta baru. Setelah sebelumnya mengaku datang ke Medan dalam rangka tugas merujuk seorang warga binaan ke RS Adam Malik, nyatanya untuk melepaskan seorang tahanan.

Hal itu terkuak dari pengakuan salah satu petugas lapas yang diamankan di Polsek Medan Baru. “Kami antar ke rumah keluarganya di Brigjen Katamso bang. Itu sudah ada pesetujuan Kalapas bang,” kata Beni Simamora, dan kemudian secara tiba-tiba dibantahnya lagi.

Beni tak bersedia memberitahukan siapa nama warga binaan terlibat kasus narkoba yang dipulangkan itu. “Keluarganya nelpon Kalapas bang, jadi mungkin disetujui bang,” katanya lagi. (wel/bud)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id