01 Mar 2013

Pembunuhan Bidan Cantik Dikomandoi 2 Polwan

Ads by Google

MEDAN-PM

Sedikit demi sedikit rangkaian pembunuhan bidan Nurmala Dewi br Tinambunan terungkap. Dua polisi wanita (Polwan) disebut-sebut mengomandoi drama pembunuhan bidan cantik Puskesmas Teladan, Kamis (7/2) lalu.

Kedua Polwan itu adalah Briptu Iin dan Brigadir Gustina Bachtiar yang mengatur semua keperluan eksekusi.

“Sebenarnya Iin sudah bukan polisi lagi, dia sudah dipecat tahun 2012 karena ketahuan selingkuh sama oknum Brimob,” ujar sumber terpercaya POSMETRO MEDAN, di Mapolresta Medan, Kamis (28/2) sore.

Menurut sumber, pembunuhan itu berawal dari kecemburuan IP terhadap bidan Nurmala. Sebab, kekasih IP, Berton, selingkuh dengan Nurmala. “Nggak senang dia (IP), karena hartanya sudah banyak dimakan si Berton,” ujar sumber lagi.

IP pun kemudian curhat dengan familinya yang memiliki salon di kawasan Marelan. Tiga tahun lalu, salon tersebut menjadi tempat pertemuan Polwan yang bertugas di Polda Sumut dan Polresta Medan itu.

“Saudara IP (pemilik salon) lalu cerita sama Iin dan Gustina. Waktu itu Gustina masih tugas di Medan sama dengan Iin. Nah, saudaranya IP lalu cerita ke IP kalau ada polisi yang mau bantu mencari Berton,” tukasnya.

Mendengar ada bantuan, IP lalu mendanai Iin dan Gustina untuk melacak keberadaan Berton. Pucuk dicinta ulam pun tiba, dua Polwan ini menemukan keberadaan Berton di Medan. “Tapi waktu diselidiki Berton sedang pacaran dengan korban (Nurmala),” tuturnya.

Kedua Polwan itu pun melaporkan temuannya kepada IP melalui pengusaha salon tersebut. Kemudian, Iin, Gustina dan IP bertemu untuk membahas masalah itu.

“Disinilah teror-teror melalui SMS sampai ke penikaman dilakukan. Dia (IP) semakin kesal karena Berton menghilang, dipikirnya korban (Nurmala) menyembunyikan Berton,” bebernya.

“Karena korban tak juga tewas, akhirnya IP minta kepada Iin dan Gustina untuk mengabisi korban. Tapi waktu itu Gustina saja yang mencari eksekutor,” jelasnya.

Gustina pun mulai mencari eksekutor. Ia menghubungi rekannya Bripda Aulia. Aulia kemudian menemukan Gope sebagai eksekutor. “Yang menunjukkan target, Iin dan Gustina. Tapi kalau nggak salah Iin nggak ditahan, nggak tahu ntah kenapa,” ungkapnya.

Sementara itu kemarin, tersangka Brigadir Gustina dan Bripda Aulia diperiksa di ruang Kasat Reskrim, Kompol Yoris Marzuki, di lantai II Mapolresta Medan. Pemeriksaan tertutup. Usai diperiksa, tak seorangpun perwira di Mapolresta Medan yang mau memberikan komentar hasil pemeriksaan.

“Orang itu dua saja yang diperiksa,” ucap seorang petugas.

Hingga pukul 19.30 Wib keduanya masih berada di dalam ruang Kasat.

“Masih di atas orang itu, ramai kali di dalam,” ucap petugas itu.

Sedangkan Gope yang merupakan ekskutor tak ada di ruang RTP. Menurut petugas di sana, Gope masih dibawa petugas untuk dimintai keterangan. Sekitar pukul 17.00 Wib, sebuah mobil jenis Fortuner warna abu-abu parkir di halaman Mapolresta Medan.

Menurut sumber, Gope berada di dalamnnya namun tak kunjung diturunkan. Selang beberapa menit, mobil langsung pergi meninggalkan Mapolresta Medan.

Informasi yang diperoleh POSMETRO MEDAN, Brigadir Gustina pernah bertugas di Mapolresta Medan di bagian Reskrim.

Orangtua Dewi, Lismen Tinambunan mengaku, setahunya anaknya tak ada memiliki hubungan dengan Brigadir (Polwan) Gusnita. “Bohong itu. Mana ada anakku mempunyai hubungan sama dia,” katanya.

Kemudian, L Tinambunan mengatakan, setahunya anaknya Dewi sama sekali tidak mengenal Polwan tersebut. Dia juga mengaku, Dewi tak pernah ke Padang.

“Kapan pula Dewi ke Padang. Nggak pernah dia kerja di sana. Dia kerja di luar kota itu cuma di Nias. Rekayasa itu. Buat malu kami. Nggak terima aku,” cetusnya.

Lismen Tinambunan mengatakan, memang ada seorang polisi yang sudah memberi tahu kepadanya kalau pelaku pembunuh anaknya sudah tertangkap.

“Ada tadi polisi yang nelepon aku. Polisi itu bilang ke aku supaya kami sekeluarga mengucap puji syukur kepada Tuhan,” tutupnya.

Terungkapnya kasus ini, berawal dari beberapa nomor HP peneror yang masuk ke ponsel korban. Dari semua nomor yang dilacak tim Reskrim Polresta Medan, nomor Iin salah satu yang pernah meneror Dewi.

“Awalnya polisi nggak tahu itu Iin, waktu dia (Iin) ditangkap semua terkejut,” ungkap sumber lagi.

Saat diperiksa, Iin mengaku telah berkomplot dengan Gustina. Tak mau buang waktu, petugas langsung menangkap Gustina di Padang. “Waktu ditangkap Gustina bunyi sudah berkomplot dengan Aulia, Gope dan Sertu M (penyedia senjata),” sebutnya.

Kemarin (28/2) Kapolresta Medan, Kombes Monang Situmorang berang mengetahui mantan personel Polresta Medan terlibat pembunuhan sekaligus cinta terlarang. Alhasil, seluruh Polwan di Polresta Medan diapelkan.

“Kapolres marah karena tahu ada anggota yang menyimpang. Dia (Kapolresta Medan) mewanti-wanti seluruh Polwan supaya nggak macam-macam,” sebutnya.

Hingga berita diturunkan, tak satu pun perwira di Polda Sumut dan Polresta Medan mau berkomentar. (eza/cr-1/cr-3)

Polisi Seser Kota Batam,

IP Pamit ke Luar Kota

Pengusaha asal Batam berinisial IP menjadi buronan Polda Sumatera Utara, karena

diduga sebagai otak pembunuhan bidan  bidan Puskesmas Teladan, Nurmala Dewi br Tinambunan, warga Jalan Pertahanan, Gang Indah, Dusun 6, Desa Patumbak Kampung, Kec. Patumbak, Kab. Deli Serdang.

Tim Direktorat Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Sumatera Utara langsung menyeser Kota Batam untuk menangkap IP, yang diduga sebagai otak pelaku pembunuhan bidan . Hal tersebut berdasarkan surat pemberitahuan yang diberikan Polda Sumut ke Ditkrimum Polda Kepri.

“Surat pemberitahuan pencarian tersangka ditujukan kepada fungsi teknis yang membidangi yakni Ditkrimum Polda Kepri serta Polresta Barelang yang mempunyai wilayah,” ungkap Kapolda Kepri, Brigjen Pol Yotje Mende, Kamis (28/2).

Dalam kasus itu, kata dia. kewajiban Polda Kepri hanya melakukan pendampingan selaku pelaksana dan pemilik wilayah di Kepri. “Karena menurut UU batas kita (Polda Kepri) hanya mendampingi saja,”ujar Yotje.

Yang melakukan tindakan hukum baik penyelidikan, penyidikan, serta penangkapan atas perkara itu adalah Polda Sumut. “Aspek hukum, Polda Kepri hanya mendampingi saja,”ujarnya.

Polda Kepri, lanjut Yotje Mende sifatnya pasif, hanya menunggu arahan dari Polda Sumut.

“Kalau ada permintaan bantuan penangkapan, penyelidikan, dan penyidikan kita siap melaksanakannya,”ungkap Kapolda.

Polda Kepri tambah Yotje, tidak mau jadi pahlawan atas pemberitahuan yang diberikan Polda Sumut. Menangkap atau menyelidiki kasus tersebut, tanpa adanya permintaan dari Sumut yang memiliki kasus tersebut.

“Kita hanya menunggu,”bebernya.

Tapi, IP, janda kaya di Batam diketahui telah melarikan diri keluar Batam. Perempuan yang punya dua orang anak ini, diduga melarikan diri usai mengesekusi bidan cantik itu.

“Dia sudah melarikan diri usai membunuh korban. Semua nomor yang biasanya aktif, sekarang tak bisa lagi dihubungi,” kata Sumber Batam Pos (Grup POSMETRO MEDAN).

Sumber Batam Pos mengatakan, IP merupakan salah satu janda kaya di Batam yang memiliki banyak usaha. “IP merupakan orang yang cukup berkuasa di Batam. Rumahnya saja ada di mana-mana seperti di Sukajadi, Dutamas, Anggrek Mas, Kampung Agas

hingga perumahan lainnya. Tapi dia (IP) sering terlihat tinggal di Kampung Agas Sekupang. Karena dekat dengan lokasi usahanya di Pelabuhan,” terang sumber itu.

Menurut sumber, sebelum berangkat, IP telah berpesan kepada semua anggotanya kalau dia ada perlu keluar kota. Namun hingga sekarang, IP tak pernah kembali lagi.

“Dia sudah keluar Batam. Asisten pribadinya saja mengaku tidak tahu tentang kepergianya,” terang sumber itu lagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Ponco Indriyo mengaku tidak tahu sama sekali tentang adanya otak pelaku pembunuhan yang menjadi buronan Polda Sumatra Utara di Batam.

“Sampai saat ini kita belum tahu. Kita juga belum ada dikonfirmasi Polda Sumut. Kalau pun ada, pasti kita sudah diberi tahu. Karena seyogyanya memang harus berkoordinasi,” terang Ponco, kemarin di kantornya.

Menurut dia, pihaknya belum bisa melakukan pencarian meski sudah ada pemberitaan di media mengenai pelaku pembunuhan berasal dari Batam.

“Bagaimana kita bisa bergerak, kita saja tak tahu kronologis kejadianya seperti apa. Kita melakukan penangkapan bukan berdasarkan berita, tapi fakta, bukti dan kenyataan,” sebut Ponco.

Ponco juga membantah pihaknya takut melakukan penangkapan terhadap IP

yang diketahui cukup berkuasa di Batam.

“Bukan masalah itu. Bagaimanapun bagi kita semuanya sama bila berbenturan dengan hukum. Kalau memang ada, kita tengah menunggu koordinasi,” tutup Ponco.

Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan mengatakan, dua lagi pelaku sedang dikejar.

“Saat ini petugas gabungan Polresta Medan dan Subdit III Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) sedang bekerja di daerah yang sudah diketahui keberadaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung informasi yang berkembang menyebutkan polisi sudah mengantongi dua identitas pelaku yang diduga otak pelaku utama dan pelaku penyuplai senjata api (senpi), yang saat ini keberadaannya di kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), MP Nainggolan mengatakan, dirinya tidak tahu. “Nanti saja ya, saya lagi sibuk ni,” ungkapnya. (hgt/she/rpg)

>> IP Dikenal Dermawan

IP, yang jadi buronan Polda Sumatera Utara  dalam seminggu banyak menghabiskan waktunya dengan keluar kota seperti ke Medan dan Jakarta. Hal tersebut dikatakan seorang karyawan yang sudah bertahun-tahun mengabdi di perusahaan jasa ekspedisi milik IP. IP pamit kepada karyawannya pergi keluar kota karena ada urusan bisnis ekspedisi.

“Sudah seminggu ibu itu sering keluar kota. Tiga hari lalu, beliau baru datang dari Medan. Di Batam hanya sebentar-sebentar saja sore datang, paginya pergi lagi keluar kota urusan bisnisnya,” ujarnya kepada Batam Pos (Grup POSMETRO MEDAN), Kamis (28/2).

Bahkan pagi kemarin, katanya, bosnya itu masih sempat main ke rumahnya bercerita dan bergurau di Kampung Agas Seiharapan. Tak lama setelah bercerita dan bergurau dengan anak buahnya, IP langsung berangkat menuju Bandara Hang-Nadim Batam hendak terbang ke Jakarta pukul 09.00 WIB.

“Kalau beliau memang benar dijadikan buronan Polda Sumatera Utara, kenapa waktu keluar kota bahkan tadi pagi (kemarin) saat berangkat ke Bandara kok tak dicekal,” terangnya.

Di matanya, IP dipandang sebagai sosok yang sangat dermawan dan dekat dengan anak buahnya. Ia paling tak bisa melihat keluarga anak buahnya kesusahan dalam hal ekonomi.

“Saya sudah lima tahun mengabdi ke beliau, belum ada satupun anak buahnya yang minta tolong ataupun ngutang uang tak dikasihnya. Tinggal keberanian karyawan saja menyampaikan keluhan langsung ke beliau,pasti langsung dikasih itu uang. Beliau pun tak pernah memberikan batas waktu ke anak buahnya uang itu harus dikembalikan,” terangnya.

Meskipun IP bukan muslim, masjid yang saat ini berdiri megah di Kampung Agas Seiharapan dan digunakan warga sana, semua dana pembangunannya hingga berdiri kokoh dari uang pribadi IP.

“Pada saat penggusuran dulu, dan hearing dengan DPRD Batam, ibu IP langsung memberikan ganti rugi kepada penghuni rumah yang kena gusur itu satu keluarga sebesar Rp6 juta. Bukan itu saja, ibu juga memberikan kavling orang yang rumahnya kena gusur secara gratis. Coba kalau pengusaha lainnya yang menggusur, jangankan memberikan ganti rugi tanah kavling, ganti rugi uang saja mungkin tak akan dikasihnya,’ujarnya.

IP menggeluti dunia bisnisnya, katanya, sejak tahun 2000. Dari pernikahannya terdahulu IP punya tiga anak. Dua anaknya saat ini berada di Jakarta. Sedangkan satu anak bungsunya masih sekolah di Batam.

IP sendiri bukanlah pengkoordinir porter seluruh pelabuhan Sekupang. Tak semua porter di pelabuhan beton Sekupang bekerja dengan IP. Porter  tersebut berdiri sendiri di bawah koperasi porter bukan di bawah IP. Di pelabuhan beton Sekupang, porter bekerja setiap ada kapal Pelni merapat ke pelabuhan beton setiap Sabtu dan Rabu. Informasi yangdidapat Batam Pos dari kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Sekupang, tahun 2013 di pelabuhan beton Sekupang, jumlah porter di sana yang terdaftar ada 181. Yang tak terdaftar pun ada juga tapi tak tahu jumlah pastinya. (gas/rpg)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id