07 Feb 2013

Heboh! Pabrik Sabu Namorambe Meledak

Ads by Google

 A Tiam & A Hua Gol, Hengky Diburon

MEDAN-PM

Heboh! Sebuah pabrik sabu-sabu di Kec. Namorambe, Kab. Deliserdang tiba-tiba meledak dan terbakar, Selasa (5/2) pukul 23.00 Wib. Penyebabnya, karena salah meracik ramuan zat kimia bahan pembuat narkoba jenis sabu. Akibatnya, ruko tiga tingkat itu nyaris habis dilahap api. Bukan itu saja, pemilik pabrik sabu, Warniati alias A Hua (44) warga Kompleks Cemara Hijau, Medan dan pemilik Ruko Edo Johan alias A Tiam (35), warga Taman Sari Jakarta diamankan polisi, Rabu (6/2).

Puluhan warga sontak ramai mengerumuni ruko di Kompleks JBBC Blok B No.35 Jalan Namorambe – Titi Kuning itu. Melihat kedatangan warga yang ramai berkerumun dan bertanya terkait penyebab kepulan asap, A Tiam dan A Hua dari balik pintu besi ruko dengan santai menjawab sedang bakar-bakar ikan.

“Kami sedang bakar-bakar ikan. Santai aja,” teriak A Hua, menyahuti pertanyaan warga Komplek JBBC.

Awalnya, warga sempat percaya. Namun belakangan bau asap yang keluar dari dalam Ruko bernomor 35 tersebut begitu menyengat dan mengandung bau obat-obatan. Kali ini warga bersama sekuriti komplek memaksa A Hua dan A Tiam membuka pintu. Saat itu pula keduanya mencoba kabur dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam.

Namun langkah keduanya berhasil dihalau warga. Semakin curiga, petugas sekuriti pun melapor ke petugas Polsek Namorambe. Keduanya pun langsung diringkus.

Petugas pun mencari tau asal usul suara ledakan dan sumber asap. Warga bersama petugas pun terkejut melihat berbagai bahan dan zat kimia bersama alat-alat pembuat sabu-sabu. “Kaget aku lihat banyak benda asing zat kimia dan kayaknya ada yang sudah hampir jadi sabu-sabu,” ujar Roy, salah seorang sekuriti Komplek JBBC.

Petugas Polsek Namorambe langsung mengamankan lokasi dan memboyong A Hua dan A Tiam ke sel tahanan.

Keesokan harinya, Rabu (6/2) dini hari, Tim Labfor Poldasu bersama Tim Narkoba Poldasu melakukan pemeriksaan dan rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim dibawah pimpinan Kombes Toga Pajaitan menemukan banyak bahan baku pembuatan sabu-sabu dan juga tumpukan sabu yang belum jadi.

“Disini hanya ada bahan bakunya saja dan belum jadi. Kita juga mengamankan dua orang berinisial E (Edo) dan A (A Hua) serta masih melakukan pengembangan pengejaran terhadap Hengky pemodal home industri sabu-sabu ini,” ungkap Dir narkoba Poldasu.

Sementara itu pengakuan dari A Tiam, warga asal Jakarta ini hanya pekerja dan dimodali oleh Hengki yang masih diburon tim narkoba Poldasu. “Aku cuma kerja bang, dimodali aja aku,” ungkap A Tiam.

Diakui A Tiam, ledakan yang muncul dan kepulan asap berasal dari zat kimia yang salah campur. Saat itu A Tiam mencampur Red Fosfor dengan air di dalam open, sehingga meledak.

Sedangkan A Hua hanya diam dan tak mau banyak bicara. Ia hanya menyebut usaha sabu-sabu tersebut milik Hengky. “Hengky yang punya semua,” ujar A Hua, warga Komplek Cemara Asri Block C No. 21.

Rumah Cemara Hijau Digerebek

Pasca ledakan di sebuah ruko Kompleks JBBC Blok B No.35 Jalan Namorambe-Titi Kuning, Rabu (6/2) sekira pukul 13.00 wib, petugas kepolisian menggerebek kediaman A Hua di Komplek Cemara Hijau Blok Z No. 21, Kec. Percut Sei Tuan. Ditemukan 10 jie (gram) sabu-sabu dari dalam kamar pelaku dan cairan kimia di dalam kulkas.

Demikian hal dikatakan Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol. Toga H Panjaitan. Menurutnya, penggerebekan di rumah A Hua merupakan pengembangan dari penangkapan pemilik rumah dari pabrik sabu-sabu di Namorambe.

Di rumah yang berada tepat di depan patung ikan cucut, petugas kepolisian memanfaatkan jasa tukang kunci untuk membuka pintu rumah A Hua. “Aku tadi lagi di toko, terus dimintai polisi untuk membuka kunci pintu rumah di dalam,” ujar Rio (40), seorang ahli kunci.

Hampir 2 jam lebih petugas melakukan pemeriksaan di dalam rumah, dan kemudian keluar. Terlihat Kombes Toga H. Panjaitan, turun langsung ke lokasi. “Setelah hasil pengembangan kita tadi memeriksa rumah tersebut, ditemukan kurang lebih 10 gram sabu. Terus bahan-bahan cairan kimia yang kita temukan dari kamar dan kulkas,” ujarnya singkat dan kemudian masuk ke dalam mobil, lantas pergi.

Kepergian Kombes Toga diikuti dengan melajunya petugas lain yang sebelumnya memboyong 2 keranjang berisi botol cairan kimia.

Pantauan di lokasi terlihat 5 petugas ditemani 3 orang security komplek yang bertugas sebagai saksi penggeledahan rumah tersebut. Terlihat para tetangga A Hua bingung mengetahui kedatangan petugas.

Salah seorang security komplek, Suwandi (38) mengatakan kalau Warniati (A Hua) memiliki 2 orang anak. “Orangnya tertutup memang bang, anaknya kalau nggak salah ada 2 orang, laki-laki sama perempuan,” ujarnya.

Tambahnya ia mengatakan kalau keluarga dari Warniati sendiri dikenal sebagai orang kaya, dikarenakan setiap anaknya masing-masing memilik mobil mewah. “Kalau orang itu kaya lah. Kemarin aja anaknya bawa mobil Sport mahal. Kalau ibu itu naik honda Jazz merah biasanya, tapi agak tertutup semua keluarganya,” terang pria berambut botak ini. (mri/bay/bud)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id