02 Feb 2013

Kasat Lantas Dilempar, Swalayan Dijarah

Ads by Google

Hotel Emerald Garden Diserang Massa

MEDAN-PM

Ratusan massa terlibat bentrok dengan 50-an polisi, Jumat (1/2) pukul 14.00 Wib. Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Risya Mustario Sik dan seorang pendemo menjadi korban pelemparan batu. Aksi tersebut merupakan lanjutan protes massa atas perubuhan Masjid Raudhatul Islam yang dilakukan Hotel Emerald Garden.

Bentrokan di depan Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Kec. Medan Barat ini membuat para pengunjung hotel cemas. Pasalnya, massa melakukan pelemparan ke gedung hotel dan mengakibatkan beberapa kaca pecah.

Suasana jalan kian mencekam saat aksi para pendemo mendapat balasan dari pihak kepolisian. Jalur kendaraan di kawasan SPBU Coco dan Kantor Pertamina pun dialihkan untuk mencegah jatuhnya korban.

Sambil berteriak “Allahu Akbar” massa langsung mendobrak barisan polisi yang berada didepan Hotel berbintang 4 itu. Akibatnya, aksi dorong-dorongan pun tak terhindari. Sebanyak 3 orang pendemo terjatuh ke dalam parit.

Melihat teman mereka terjatuh, massa semakin emosi. Lemparan batu dan air mineral pun melayang ke arah petugas. Massa kian yang panas beramai-ramai menerobos barisan polisi, akibatnya saling pukul terjadi.

Polisi yang kalah dalam bentrokan itu, terpaksa menurunkan water canon. Dengan cepat, mobil bercat abu-abu menyiramkan air kearah pendemo. Bukan hanya air, petugas juga menembakkan gas air mata. Akibatnya, massa pun membubarkan diri menuju SPBU yang berada di depan hotel itu.

Beberapa pendemo memilih masuk ke dalam swalayan dan menjarah air mineral dan pasta gigi. “Aqua sama Pepsodent aja diambil, tapi nggak dibayar,” terang penjaga swalayan.

Air mineral dan pasta gigi tersebut menurut para pendemo untuk mengurangi pedih mata akibat semprotan gas air mata.

Tak hanya itu, polisi yang memakai baju preman yang mencoba menyusup di kerumunan pendemo nyaris dibal-bali massa. Beruntung petugas berhasil lolos dan melarikan diri ke dalam hotel. Massa emosi, melemparkan ban di dalam halaman Hotel Emerald untuk dibakar. Saat api menyala, petugas langsung menjinakkannya hingga membuat massa kesal dan saling lempar pun terjadi.

“Ada polisi mukuli aku, tanda aku orangnya. Nyusup-nyusup dia ke sini, habis juga aku dipukulnya,” ucap salah seorang pendemo pada POSMETRO MEDAN dengan kondisi baju basah akibat disiram water canon.

Lemparan batu terus terulang, hingga massa menghancuri fasilitas hotel tertuliskan ‘Dilarang Masuk’. Bukan hanya itu, kaca-kaca Hotel bertingkat enam itu pun menjadi korban aksi unjuk rasa tersebut.

Akibatnya, salah seorang pendemo menjadi korban pelemparan batu langsung dibawa ke mobil ambulans yang sudah siap siaga di lokasi. Selang beberapa menit, massa akhirnya mundur sekitar 20 meter dari Hotel Emerald untuk melakukan Salat Ashar di badan jalan.

Usai melakukan salat, para pengunjuk rasa memilih mundur. Namun dalam perjalanan pulang massa melampiaskan emosi dengan melempari Grand Liberty Restaurant. Akibatnya, kaca-kaca gedung itu pecah dilempari batu.

Melihat massa mundur, membuat polisi meminta bantuan kepada anggota Gegana. Sekitar 4 kompi, turun ke lokasi bentrokan. Hingga sekitar pukul 17.00 WIB, massa pun membubarkan diri dan mengumpul di Masjid Raudhatul Islam di Jalan Putri Hijau, Gang Peringatan.

Arus lalu lintas yang ditutup, akhirnya dibuka kembali setelah massa membubarkan diri. Namun, petugas kepolisian masih melakukan penjagaan disekitar lokasi.

Dalam aksi itu, massa menuntut 4 permintaan yakni, tangkap dan adili dalang penghancuran Masjid Raudhatul Islam. Kedua, bangun kembali masjid yang telah dihancurkan PT. Jatimasindo. Ketiga, kembalikan sertifikat wakaf masjid Raudhatul Islam yang dikuasi oleh PT. Jatimasindo secara illegal dan penuh rekayasa dan keempat, apabila dalam waktu 6×24 jam, tuntutan ini tidak dipenuhi maka pendemo tidak bertanggung jawab jika suasana Kota Medan tidak kondusif.

// Tanah Itu Sudah Dibeli Emerald

Terkait perubuhan Masjid Raudhatul Islam, pengacara pihak PT. Jatimasindo, Refman Basri SH saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN, Jum’at (1/2) malam mengatakan kalau tanah yang berada tepat di belakang Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau, Gang Peringatan tersebut adalah milik Emerald. “Itu memang tanah milik Emerald,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya mempunyai kelengkapan surat-surat atas tanah tempat berdirinya Mesjid Raudhatul Islam tersebut. “Lengkap semua suratnya,” sambungnya melalui via telepon.

Saat ditanya, dengan adanya aksi unjukrasa yang kerap dilakukan ormas Islam, Refman mengatakan pihaknya belum ada melakukan kordinasi dengan Direksi. “Saya belum kordinasi dengan direksinya,” tandasnya seraya menutup hapenya.(eza/bud)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id