20 Jan 2013

Polisi Dikelewang Bandar Sabu-sabu

Ads by Google

 Pas Penggerebekan di Kandang Bebek

MEDAN-PM

Penggerebekan bandar sabu-sabu, di Jalan Rawe V, Gang Poniman, Pasar VI, Martubung berlangsung sengit, Jumat (18/1) malam. Pelaku melakukan perlawanan saat akan diringkus petugas. Seorang personel Polsekta Medan Barat, Bripka E. Lubis bahkan terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat terkena sabetan kelewang.

Pertarungan di sebuah kandang bebek itu dimenangkan polisi. Miswandi alias Wandi (42), sang bandar sabu-sabu berhasil diringkus petugas bersama dua konsumennya, Anwar (36) dan Danu (32). Dari para tersangka polisi mendapati barang bukti paket kecil sabu-sabu berikut alat hisapnya.

Penggerebekan itu itu bermula dari adanya informasi tentang marakanya peredaran sabu-sabu di Pasar VI, Martubung. Menanggapi hal itu pihak Polsekta Medan Barat langsung menuju TKP. Ternyata benar, petugas melihat Danu dan Anwar sedang asyik mengkomsumsi sabu-sabu di belakang rumah Wandi, tepatnya di kandang bebek.

Wandi yang melihat polisi mendekat, mencoba melakukan perlawanan. Bandar sabu-sabu ini lantas mengambil kelewang sepanjang 2 meter. Begitu akan dipegang petugas, Wandi pun mengayunkan kelewangnya. Nahas, tangan kanan Bripka E. Lubis terkena sabetan, sehingga harus mendapat 25 jahitan.

Namun polisi dengan cepat menghentikan Wandi. Bandar sabu-sabu itu langsung ditekuk dan tak berkutik. Anwar dan Danu yang menyaksikan Wandi tak berdaya pun hanya terdiam dan pasrah diseret polisi.

Barang bukti, 5 paket besar sabu-sabu dan uang hasil penjualannya senilai Rp460 ribu diamankan sebagai barang bukti.

Kelewang Tukar Sabu

Kepada POSMETRO, Wandi mengaku menjual sabu-sabu. Hanya saja baru 2 bulan melakoni bisnis haram itu. “Baru dua bulan bang,” terangnya.

Alasan buruh bongkar muat di Pelabuhan Belawan itu beralasan terpaksa menjual sabu-sabu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Untuk nambah-nambah penghasilan,” sambung bapak 4 anak ini.

Menurutnya, butiran kristal itu diperolehnya dari seseorang berinsial A yang menetap di Sungai Mati, Belawan. “Dari kawan, di Sungai Mati. Dari 300 ribu modal aku pertamanya,” jelasnya.

Sedangkan menurut Anwar, dirinya nekat mengkomsumsi sabu-sabu karena suntuk pekerjaannya sebagai supir taxi Blue Bird telah habis kontrak. “Habis kontrak supir taksi, baru semalam aku jualan mainan di sekolah,” kata bapak 3 anak ini.

Dengan bermodalkan 50 ribu, Anwar dan Danu lalu pergi kekediaman Wandi untuk menikmati asap sabu-sabu. “Sum-suman kami, 25 ribu-25 ribu,” sambung Danu.

Alasan keduanya mengkonsumsi sabu, lantaran lagi suntuk. “Suntuk bang, karena kata orang pakai sabu bisa tenang. Jadi kami coba,” ujar Danu yang masuk pertama kali meringkuk di sel tahanan penjara.

Sementara dalam keterangan Wandi, kelewang yang digunakannya melukai petugas itu merupakan senjata yang diperolehnya dari hasil barter dengan sabu-sabu paket Rp50 ribu. “Klewang itu, barter sama sabu. Paket 50 ribu bang,” ucap pria berkepala plontos ini.

Dirinya mengaku mencabut klewang itu, secara spontan karena melihat petugas masuk kedalam rumahnya. “Spontan aja, karena dekat aku klewangnya. Bukan aku tikam bang, tarik-tarikan kami. Jadi kena tangan polisi itu,” kata Wandi.

Kapolsekta Medan Barat, Kompol Nasrun Pasaribu Sik melalui Kanit Reskrim, Iptu Syarifur saat dikonfirmasi POSMETRO, Sabtu (19/1) mengatakan masih melakukan pengembangan dalam kasus sabu-sabu tersebut. “Masih kita periksa ketigas tersangka guna proses pengembangan,” tandas Syarifur. (eza/bud)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id