19 Jan 2013

Ayah Pengidap Raja Singa, Perkosa Anak Hingga Tewas

Ads by Google

JAKARTA-PM

Masih  ingat R (11), murid kelas 5 SD asal Rawabebek, Jakarta Timur yang belum lama ini tewas karena kemaluan dan duburnya terinfeksi? Ternyata bocah malang  ini diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri. Ironisnya, kekerasan seksual  itu terjadi  saat Sunoto (54)  mengidap penyakit kelamin raja singa alias sifilis  ”Setelah melalui proses penyidikan panjang, Sunoto telah  ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/1). “Keterangan saksi terkait dengan alibi, waktu dilakukan perbuatan kekerasan atau memaksa anak melakukan persetubuhan terhadap korban pada pertengahan Oktober 2012,” kata Putut. Hal ini diperkuat dengan keterangan pihak rumah sakit dan ibu korban  yang menyebut kekerasan seksual terhadap kemaluan korban terjadi sejak Oktober 2012 lalu.

“Ketika itu ibu korban dirawat di rumah sakit sejak tanggal 14-19 Oktober 2012 karena sakit,” kata Putut lagi.  Sementara itu, dari hasil pemeriksaan intensif, Sunoto mengaku telah mencabuli putri kandungnya sebanyak dua kali. Perbuatan itu dilakukan Sunoto saat istrinya, Asri (50) sedang tidak ada di rumah.

“Dari keterangan tersangka mengakui ia melakukan dua kali perbuatannya yakni pada saat ibu korban dirawat di rumah sakit. Perbuatan pertama dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2012 siang di rumahnya,” kata Putut .  Saat itu, tersangka melakukan perkosaan terhadap korban melalui kemaluannya. Setelah melampiaskan hasrat seksualnya, tersangka lalu membuang kain yang digunakan untuk mengelap sperma yang tercecer di lantai, ke sungai yang berjarak 10 meter dari rumahnya.  ”Korban saat itu tidak dapat melawan karena lengannya ditekan oleh tersangka,” rinci Putut. Tak hanya berhenti sampai situ saja, tersangka juga kembali melakukan perbuatan yang sama terhadap korban untuk yang kedua kalinya yaitu pada tanggal 19 Oktober 2012 atau sebelum istrinya keluar dari rumah sakit. “Perbuatan kedua dilakukan dengan cara anal seks, sebelum korban berangkat sekolah. Di mana saat itu korban juga merasa kesakitan,” katanya seraya bilang, tersangka dapat leluasa melakukan perbuatannya karena tidak ada orang lain di rumahnya. Korban sendiri sekolah mulai pukul 13.00 WIB.

“Kakaknya satu sudah menikah, terus kakaknya yang satu sekolahnya pagi, jadi jarang bertemu dengan korban siang itu. Yang kemungkinan bertemu paling sering itu ibu dan ayahnya,” jelasnya. Akibat perbuatan ayah bejat itu, korban menderita sakit yang cukup lama, sekitar 2 bulan sebelum akhirnya dibawa tetangganya ke rumah sakit.

Sepekan dirawat di rumah sakit, korban yang diduga tertular penyakit kelamin ini meninggal dunia. Kasus pemerkosaan ini menyedot perhatian nasional, bahkan Gubernur Jokowi dan Menteri Linda Gumelar menyatakan belasungkawa ke rumah keluarga almarhumah. Selain mengaku semua perbuatannya, ternyata Sunoto yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung itu sudah lama  mengidap penyakit raja singa. “Menurut pengakuan yang bersangkutan, menderita penyakit tersebut sejak umur 14 tahun, sekarang umur 54,” kata Putut. Saat ini Dinoto telah ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kejinya. Hasil pemeriksaan medis, saluran pembuangan korban mengalami perlukaan. Hal ini berkorelasi dengan perilaku tersangka yang suka melakukan anal seks. “Dokter forensik nyatakan korban menderita penyakit kelamin. Tersangka dari hasil medis juga menderita penyakit kelamin yang sama,” jelas Putut. Keluarga ini tinggal bersama dalam satu petak ruangan.

>> Pelaku  Tak Cuma Sunoto

Dari hasil penyidikan sementara, diduga perbuatan keji itu tak dilakukan Sunoto seorang diri, tapi masih ada orang lain yang terlibat. “(Dua kakak kandung korban yang juga diperiksa polisi) bukan tidak terbukti tidak bersalah. Kasusnya masih dikembangkan. Kita masih menunggu hasil autopsi yang belum keluar. Jika sudah ada, akan kembali kita kembangkan. Artinya pelakunya bisa saja tidak tunggal,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Mulyadi Kaharni.

Namun Mulyadi menegaskan saat ini polisi masih menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni Sunoto. Penetapan ini dilakukan berdasarkan pengakuan tersangka, keterangan saksi ahli, dan fakta yang ditemukan di lapangan. Di dalam kesempatan yang sama, Komisioner Kompolnas M Nasser mengatakan bahwa ada kesamaan bakteri yang ditemukan pada tubuh korban dan pelaku. “Sebenarnya ada kesamaan bakteri yang ditemukan pada korban dan pada pelaku. Itu yang kemudian menjadi petunjuk kepolisian untuk menindaklanjuti dan mengungkap alat-alat bukti yang lain,” ujar Nasser yang datang ke Polres Jaktim untuk memberi apresiasi atas kinerja polisi membongkar kasus yang sebelumnya diselimuti misteri itu. (dc/deo)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id