16 Jan 2013

Anak Punk Perkosa Cewek Belawan

Ads by Google

MEDAN-PM

Ditemani orang tua dan teman-temannya, seorang ABG sebut saja Nana (17) mengadu ke Polsek Percut Sei Tuan, Selasa (15/1) sore. Kepada petugas di sana, cewek belia asal Belawan itu mengaku jadi korban perkosaan dan penganiayaan anak punk asal Jakarta bernama Fai (21). Persetubuhan ‘terpaksa’ itu terjadi di kontrakan Fai, kawasan Pasar XI Tembung, Minggu (13/1) dini hari. Dikisahkan Nana, sebelum kejadian, ia dan beberapa teman sebayanya datang berkunjung ke rumah Novi (17), di  Jl. Mandala Gang Bulu Perindu, Kec. Medan Tembung. Tak lama setiba di sana, Nana diajak Ulan (17) menemui cowoknya yang tinggal serumah dengan Fai.

Keasyikan cerita membuat kedua ABG ini lupa waktu. Alhasil, berdalih kemalaman pulang, dengan bujuk rayu Nana diajak Ulan nginap sana. Semula korban menolak, tapi karena terus didesak, akhirnya ia manut juga. Singkat cerita, karena bosan di rumah, dini hari sekira pukul 01.11 WIB, Ulan dan cowoknya pamitan ke luar membeli makanan. Nah, disitulah awal petaka menimpa Nana. Ia tak bisa berbuat apa-apa saat Fai merenggut paksa kesuciannya. “Aku melawan sekuat tenaga, tapi kalah. Apalagi aku terus dipukul dan ditendang sama dia,” kenang Nana.  Singkat cerita, satu jam berselang saat Ulan dan kekasihnya pulang ke rumah, dengan deraian air mata Nana pun menceritakan kejadian itu. Tapi saat ditanyai, Fai tak mengakui perbuatannya. Karena trauma, pagi itu juga Nana mengajak Ulan kabur dari rumah kontrakan pelaku.

Karena takut kena marah, setiba di rumah, Nana tak langsung melaporkan kejadian itu pada orang tuanya. Namun, karena dihantui rasa bersalah, akhirnya ia mengadukan kejadian itu pada ibunya, Selasa pagi. Pengakuan itu sontak membuat ayah korban marah, dan sempat mencari Fai ke kontrakannya. Tapi Fai keburu melarikan diri. “Waktu itu si Ulan pergi keluar sama cowoknya. Aku yang tinggal di rumah sama dia (pelaku). Jadi tiba-tiba aku dipaksanya, terus dibekapnya mulut aku biar gak teriak,” lirih Nana yang tak tamat SMA itu. “Aku dipukul, terus ditendang. Aku sebetulnya nggak mau tapi dipaksanya, kalau nggak mau dipukulinya aku,” lirih  Nana sembari mengusap mata kirinya yang bengkak bekas bogeman Fai.

Sementara itu, Ulan mengaku sempat menanyakan kebenaran pemerkosaan itu, tapi Fai tak mengakuinya. “Aku pas pulang beli makanan, ngadu ia (Nana) kalau baru diperkosa. Terus kutanya sama si Fai, tapi ia gak ngaku. Langsung lari kami malam itu juga,” kenang cewek baju putih ini. “Setelah kejadian itu, terus ku telepon kawan-kawan lain biar datang menjemput kami,” tandasnya. Karena Fai kabur, Nana dan orang tuanya memilih melaporkan kasus tersebut ke Polek Percut Sei Tuan. Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP Faidir Chan saat dikonfirmasi mengaku masih menyelidiki laporan korban.”Laporannya sudah kita terima, lagi dalam proses,” singkatnya.  (bay/deo)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id