07 Dec 2012

Heboh!! Arisan Seks Pelajar Berhadiah PSK

Ads by Google

Sejumlah pelajar SMA, dikabarkan menggelar arisan tak lazim, yaitu arisan seks berhadiah Pekerja Seks Komersial (PSK). Pemenang arisan mendapat kesempatan menikmati uang hasil penarikan jula-jula untuk berkencan dengan PSK yang diinginkan.

Arisan seks siswa itu diungkap seorang PSK berinisial YL kepada Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Situbondo. Testimoni atau pengakuan itu didapatkan KPA saat melakukan rapid test atau tes cepat HIV/AIDS kepada para wanita penghibur di sejumlah eks lokalisasi di Situbondo.

“Hingga hari ini ada 21 PSK yang terindikasi terjangkit AIDS. Rata-rata berasal dari luar Situbondo. Salah satunya berinisial YL memberikan testimoni mengejutkan itu. Dia mengaku sering diboking pelajar SMA dari hasil uang arisan,” kata anggota KPA Situbondo, Heryawan di kantor Dinas Kesehatan Situbondo, kemarin (6/12).

Ironisnya, dari testimoni YL itu diketahui para pelajar pemenang arisan kerap datang ke lokasi pelacuran untuk memboking PSK dengan tetap mengenakan seragam sekolah. Hanya sesekali di antara pelajar itu menutupi seragamnya dengan memakai jaket. Disebut-sebut ada 6 pelajar yang pernah membooking PSK pemberi testimoni.

“Tetapi, bukan hanya satu PSK yang bersangkutan saja, ada beberapa PSK lain yang katanya juga pernah dibooking pelajar. Sayangnya si PSK tidak bisa menyebutkan pelajar dari SMA mana,” lanjut Heryawan.

Pria yang juga Konselor HIV/AIDS Dinkes Situbondo itu menyebutkan, PSK yang pernah dibooking pelajar dari hasil arisan itu berusia muda, rata-rata di bawah 30 tahun. Sayang, Heryawan enggan menyebutkan secara detail tempat mangkal PSK yang biasa diboking para pelajar dari uang hasil arisan tersebut.

Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Situbondo mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut. Sekretaris Disdik Situbondo, Ateng Zaelani mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.

“Laporan resmi baik secara tertulis maupun lisan belum kami terima. Yang masuk ke kami baru informasi. Tapi kami akan serius menindaklanjuti, karena ini bisa merusak pelajar yang notabenenya generasi muda bangsa,” tukas Ateng Zaelani.(jpnn/bud)

Berlangsung Lebih Setahun

Arisan seks pelajar itu dilaporkan sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Disebut-sebut, setiap bulan siswa anggota arisan itu berkumpul di suatu tempat untuk mengundi pemenangnya.

“Memang sudah lama, lebih setahun. Hasil penelusuran kami, arisan digelar selama satu bulan sekali. Mereka menggunakan uang sekolah untuk bayar arisan itu,” ungkap Heru Hartanto.

Anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Situbondo dari unsur LSM itu mengaku ada 7 siswa diduga menjadi anggota arisan seks tersebut. Mereka disebut-sebut berasal dari beberapa sekolah setingkat SMA/SMK di Situbondo. Sayang, pria berambut gondrong itu enggan menyebutkan asal sekolah para siswa peserta arisan itu.

“Nilai arisannya tidak besar, hanya Rp 5 ribuan. Sehingga uang arisan yang terkumpul Rp 35 ribu. Karena khusus untuk para pelajar itu, PSK yang dikencani biasa tidak menarget tarif,” lanjut Heru.

>> Disdik Bentuk Tim

Dinas Pendidikan (Disdik) Situbondo langsung mereaksi mencuatnya kabar arisan seks pelajar demi boking PSK. Disdik membentuk tim melakukan investigasi kebenaran informasi tersebut. Tim melibatkan beberapa pihak terkait dalam lingkup Disdik Situbondo.

“Meski belum di-SK, tim sudah kami bentuk untuk menyelidiki informasi itu. Tim melibatkan Bidang Dikmen, Seksi SMA dan Seksi SMK,” kata Ateng Zaelani.

Sekretaris Dispendik Situbondo itu mengaku tim akan menulusuri kebenaran informasi adanya seks pelajar untuk sewa PSK tersebut. Jika benar, berikutnya tim akan terus mencari tahu asal sekolah dan oknum siswa yang menjadi anggota arisan seks.

“Jika benar dan ditemukan oknumnya, tentu kami akan melakukan tindakan. Dari sisi pendidikan, kami akan memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada mereka,” paparnya.

Informasi arisan seks siswa demi booking PSK itu dinilai sangat meresahkan. Diantaranya karena melibatkan kalangan pelajar yang notabene generasi muda bangsa. Selain itu, PSK yang dikencangi dikabarkan juga terjangkit HIV/AIDS. Sehingga rawan tertular dan berpotensi menambah penyebaran penyakit mematikan itu.

“Kami juga akan segera mengumpulkan para kepala sekolah SMA dan SMK negeri maupun swasta di Situbondo. Para kepala sekolah harus lebih mewaspadai dan mengawasi para siswanya,” pungkas Ateng.

Di Medan, kabar sex party berkonsep arisan komunitas juga pernah terdengar. Itu terjadi sekira 10 tahun lalu. Kabarnya, arisan sekumpulan wanita-wanita jalang dari luar Sumatera itu digelar saban akhir pekan di sebuah hotel berbintang kawasan Polonia. Beda dengan arisan seks pelajar Situbondo yang memboking cewek, di Medan malah lelaki yang digaet genk cewek perantau itu. Tapi seiring awal praktik judi di Medan mulai diberangus, kabar hot yang dihembus sekalangan penggiat event organizer itu pun meredup. Arisan bubar. (jpnn/bud)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id