26 Nov 2012

AMPI Bantah Isu Perebutan Lahan

Ads by Google

Terkait Pajak Sambu di Bom Molotov

MEDAN-PM

Beredarnya isu perebutan lahan di balik terbakarnya Pajak Sambu, ditepis Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sambu, Robert Situmorang. “Ketua IPK di sini ipar saya,” yakinnya.

Selain itu, Robert juga memastikan tidak ada pengendara RX King masuk ke areal kebakaran. Menurutnya, sebelum pajak terbakar, dia dan puluhan anggotanya berada di posko yang hanya berjarak 30 meter dari TKP.

“Saya dan puluhan anggota berada di posko. Kami sama sekali tidak ada mendengar suara kendaraan atau kereta masuk ke dalam. Lagi pula, si Tambunan tugas jaga di depan. Dia juga memastikan tidak ada orang masuk,” terangnya sembari menunjuk lokasi jaga malam.

Karena itu, sebagai organisasi yang sudah lama dipercaya mengelola jaga malam, pihaknya akan membantu para pedagang membersihkan puing-puing. “AMPI secara umum ikut sedih atas terbakarnya pajak. Kami akan membantu pedagang mendirikan kembali kios,” tandasnya.

Diluar dari itu, Robert juga berjanji akan mengerahkan anggotanya mengumpulkan informasi. “Kita akan bantu penyelidikan, dengan mencari informasi penyebab kebakaran. Jika memang ada unsur kesengajaan, orang-orang yang terlibat akan kita cari,” imbuh Robert yang juga Wakil Ketua AMPI Sumut.

Hal senada disampaikan Sekretaris AMPI Sambu, Ronal Manalu. “Kita bersihkan bekas-bekas terbakar ini, agar pedagang bisa secepatnya kembali berjualan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kebakaran, kemarin (25/11) siang.

Sebelumnya, menurut cerita warga sekitar, kios-kios penjual pakaian tersebut sengaja dibakar. Pelakunya adalah dua pria naik RX King. Berselang beberapa menit kedua pria misterius tersebut melemparkan sesuatu, api menyebar dan menghanguskan 13 ruko serta 80 kios.

Kuat dugaan, perbuatan kedua pria tersebut merupakan aksi lanjutan. Dimana, tiga hari sebelumnya, seorang pengendara kereta juga melempar Molotov ke salah satu kios di arel pajak.

Namun pelemparan Molotov tersebut tidak sempat menghanguskan kios. Warga sekitar yang mengetahui kebakaran, berhasil memadamkan api sebelum membakar kios lainnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Medan Timur, AKP Ridwan menyebutkan, pihaknya masih memeriksa seorang saksi. Dia adalah Pulo Pulo Harapan Tambunan (30) warga Jalan Sekip ujung, Sei Agul. Pria ini bertindak sebagai penjaga malam saat kejadian.

Ditanya kemungkinan pajak sengaja dibakar, Ridwan mengaku belum bisa memastikannya. “Penyebab kebakaran dan asal api masih diselidiki tim Labfor,” imbuhnya.

Tak jauh beda dengan Polsek, tim Labfor yang ditemui di TKP juga mengaku belum bisa memastikan asal api. Ironinya, hingga kemarin, petugas juga belum membawa satu pun barang bukti dari lokasi kejadian. (eza/ras)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id