08 Nov 2012

Istri Mualaf Dibunuh Suami Ke-2

Ads by Google

TEBING TINGGGI-PM

Ibu muda ini benar-benar bernasib tragis. Wanita berusia 22 tahun ini tewas di RS Bhayangkari Kota Tebingtinggi, kemarin (7/11) siang. Itu setelah dia dianiaya suami keduanya.

Kematiannya sangat tidak sebanding dengan pengorbanannya, yakni menjadi mualaf demi bisa melangsungkan pernikahannya, sebulan lalu. Wanita malang tersebut yakni Rosmawarni alias Nurhasanah Purba.

Informasi diperoleh, penganiayaan yang dialami warga Jl. Gunung Sibayak, Link. III, Kel. Tanjung Marulak Hilir, Kec. Rambutan, Kota Tebingtinggi, tersebut bermotif cemburu.

Suaminya, Hendra Syahputra (37) mengamuk sembari menuduh korban berselingkuh. Nur juga dituding telah ditiduri selingkuhan tersebut. Hal itu diungkap Sinarwati, anak pertama Nur.

Bocah 4 tahun ini juga mengaku melihat langsung kekerasan yang dilakoni ayah tirinya itu. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pencarian polisi. Hendra dikabarkan melarikan diri ke Medan.

Abang korban, Sarianus menyebutkan, keluarga sangat berharap polisi segera menangkap pelaku dan menjeratnya dengan hukuman berat. Disebutkannya, tindakan Hendra benar-benar tidak manusiawi. Apalagi, kekerasan itu dilakukan di hadapan anak korban.

“Mamak dipukul sama bapak mulai dari sore. Malamnya mamak dipukul lagi. Perut mamak ditendang, mukanya ditampar, bibir dan mata mamak juga dipukul, sudah itu mamak disiram air sama bapak. Kata bapak, mamak tidur sama laki-laki,” ujar Sarianus mengulang keterangan keponakannya, Sinarwati.

Lanjut Sarianus, Nur mendatangi rumah orangtua mereka pada Selasa (6/11) malam sekira pukul 23.00 WIB. Dia datang naik betor dengan membawa kedua anaknya. “Rumah mamak di Gang Bawang Merah, Jalan KF. Tandean, Kel. Bandar Sakti, Kec. Bajenis, Kota Tebingtinggi,” ujarnya.

Korban tiba dalam kondisi babak belur. Bungsu dari 12 bersaudara itu bahkan tidak sanggup berbicara, karena luka pada bibirnya. “Bibirnya berdarah, matanya merah dan wajahnya lembam. Kedua tangannya terus memegangi perut,” kenang Sarianus.

Melihat hal itu, mereka membawa Nur ke RS Bhayangkari Kota Tebingtinggi. Setelah mendapat perawatan, paginya mereka membawa korban pulang. Tapi tak lama di rumah, ibu 2 anak itu kembali muntah dan kritis hingga akhirnya tewas di rumah sakit. “Kata keponakanku bernama Sinarwati, Nur dipukuli suaminya,” tandas Sarianus.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Lili Astono menyebutkan, pihaknya sedang mengejar pelaku ke Medan. Atas perbuatan tersebut, Hendra akan dijerat pasal pelanggaran UU No. 24 Tahun 2003 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.  (awi/ras)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id