06 Nov 2012

Salon & Spa Jalan Biduk ‘Dihuni’ PSK Muda?

Ads by Google

MEDAN-PM

Ingin melenturkan badan dari segala kepenatan sekaligus mencicipi ‘daun muda’ yang segar-segar? Coba lirik salon dan spa di sepanjang Jalan Biduk. Konon kabarnya, salon dan spa disana menyediakan layanan kebugaran tuduh dan seks bagi pria hidung belang. Ah masa??

Ya, Senin (5/11) kemarin, koran ini mencoba menyusup kesana. Namun karena sesuatu hal, niat itu gagal. Identitas koran ini nyaris terbongkar. Terpaksa koran ini mengorek informasi dari beberapa narasumber yang pernah ‘menyelinap’.

Akhirnya terbongkar bahwa pekerja spa dan salon disana adalah gadis-gadis muda.

Mereka cantik dan bertubuh mulus lho. ‘’Hmm…layanannya juga memuaskan,’’kata seorang narasumber koran ini.

Pengunjungnya juga bejibun. Semalam siang saja, kendaraan bermotor memadati areal parkir pas depan pintu masuk spa dan salon. Ada beberapa spa dan salon yang beroperasi di jalan itu. Diantaranya, Fortuna Spa, D’Star Spa, D’Amour Spa, Ratu Salon Spa dan Yiu-Yiu Spa. ‘’Sehari mau puluhan kereta dan mobil singgah kemari bang,’’kata seorang tukang parkir.

Keterangan narasumber koran ini soal ‘daun muda’ yang dipekerjakan di spa dan salon di Jalan Biduk itu bukan fitnah. Terbukti beberapa hari lalu, terjadi keributan antarsesama pekerja spa di jalan itu. Tiga belia terbilang cantik dan seksi terlibat adu fisik lantaran berebut tamu. Ditaksir usianya belasan tahun. Masalah ketiganya berujung di polisi. Nah lho, ini saja sudah jadi bukti bahwa pekerja spa dan salon disana rata-rata adalah anak di bawah umur.

Mau bukti lagi? Interior salon dan spa pun sangat kental beraroma lokalisasi. Contoh kecilnya, setiap ruangan kok ada kasurnya. Fungsinya entah untuk apa, tapi yang jelas bukan untuk tidur.

Penggerebekan yang pernah digeber polisi beberapa waktu menjadi catatan bahwa kasur dalam kamar itu dipergunakan untuk bermesra-mesraan. Di lantai II sebuah salon, polisi mendapati  seorang pekerja wanita–cantik dan montok–sedang berduaan di atas kasur dengan seorang tamu. Si tamu hanya pakai kolor dan wanita mudanya tampil amat seksi.

Seorang tamu mengaku, kasur itu digunakan untuk tempat pembaringan para tamu saat minta dilulur. ‘’Lulur biasa paling bayar Rp160 ribu. Tapi kalau minta lebih alias plus-plusnya bisa Rp500 ribu,’’kata sang tamu.

Selain mempekerjakan belia-belia cantik dan montok, spa dan salon disana ternyata juga tak mengantongi izin sama sekali. Meski demikian, pemilik sekaligus pengelola spa dan salon disana tak gentar beroperasi. Pemko Medan hanya bisa menegur dengan surat.

Kepala Dinas Pariwisata Medan diwakili Arfan Harahap, Kepala Bidang Objek Daya Tarik Wisata mengangguk saat dikejar izin operasional spa dan salon di sana. ‘’Rata-rata salon dan spa di Jalan Biduk itu belum mengantongi izin. Salah satu contoh,  D’Star Spa dan Ratu Salon,’’sebut Arfan. Kenapa Dinas Pariwisata diam? Arfan buru-buru mengelak kalau dinasnya dikatakan bergeming.

Dia mengaku, sudah melayangkan surat teguran keras ke semua salon yang beroperasi tanpa izin, termasuk spa dan salon di Jalan Biduk. ‘’Jika tetap tak diindahkan juga, kita akan ambil tindakan tegas. Spa dan salon yang tak berizin akan dirazia,’’sebutnya.

Lurah Petisah Tengah, Odie Batubara, mengaku bosan merazia. ‘’Dua bulan lalu sudah dirazia, tapi dasar pemilik bandel,’’katanya.

Kapolsek Medan Baru Kompol Jean Calvijn Simanjuntak hanya mampu berjanji akan menindak lokasi esek-esek berkedok salon dan spa tersebut. ‘’Segera akan kami razia, apalagi informasinya mempekerjakan wanita di bawah umur. Secepatnya akan kami tindak-lah,’’kata Kapolsek.

Benarkah pengelola spa dan salon sengaja mempekerjakan belia-belia cantik untuk melayani para tamu? Seorang pekerja disana membantah dugaan itu. ‘’Gak lah bang. Pekerja kami dilarang keras melayani tamu untuk urusan gituan. Tapi kalau usianya memang masih muda-muda, itu betul,’’katanya sambil mewanti-wanti tidak mengungkap identitasnya di koran. (wel/mri/eza)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id