29 Oct 2012

Briptu Thomas Diperiksa

Ads by Google

 Terkait Temuan Mayat Wanita Tanpa Kolor

MEDAN-PM

Polisi akhirnya memeriksa Briptu Thomas Tarigan, suami Wulansari, terkait temuan mayat wanita tanpa kolor, Minggu pekan lalu, di Sei Batu Gingging. Kapolsek Beringin AKP Pantas  Sinaga, Jumat (26/10), sayangnya tak mau membeber hasil pemeriksaan tersebut.

Kapan Thomas dipanggil dan apa hasilnya?  Kapolsek tegas tak mau buka mulut. Ia hanya mengatakan, Thomas sudah menjalani pemeriksaan.  Berapa lama Thomas diperiksa?  “Besok (maksudnya hari ini) saja datang ya, biar dijelaskan semuanya. Tadi suaminya sudah kami periksa,’’ begitu jawaban yang didapat POSMETRO dari AKP Pantas Sinaga, tanpa mau merinci hasil pemeriksaan tersebut.

Pernyataan singkat Kapolsek ini tentu saja mengundang tanya. Seolah-olah ada yang ditutupi dalam pemeriksaan kasus temuan mayat wanita tanpa celana dalam itu. Adalah Muslim Muis, Ketua Umum Pusat Studi Hukum dan Peradilan (PUSHPA), salah satu yang merasakan kejanggalan itu.

Menurut dia, penemuan mayat  istri anggota brimob  Poldasu, Briptu Thomas, seharusnya sudah mulai menampakkan titik terang. Apalagi identitas wanita itu sudah terkuak.  “Aneh mengapa kasus ini lamban ditangani? Seharusnya polisi segera mengungkap kasus ini, karena titik terang sudah ada melalui pemberitaan di media beberapa hari ini. Polisi harusnya sudah ada bukti atau gambaran mengenai si pelaku,” kata Muslim pada POSMETRO.

Menyoal pihak keluarga korban yang tidak mau berkomentar untuk mengungkap kasus ini, menurut Muslim, polisi harus menggunakan metode jemput bola. “Kasus ini harusnya jadi prioritas karena ini pidana dan merupakan kejahatan berat. Ini Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi kepolisian untuk mengungkap perkara tersebut,” bebernya.

Lanjutnya lagi, jika hasil visum sudah menyebutkan ada luka memar di bagian belakang tubuh korban, itu artinya polisi tak perlu menunggu sampai keluarga korban membuat laporan resmi ke polisi. “Ini bukan kasus delik aduan, tapi kriminal murni. Polisi tak perlu menunggu pengaduan,’’ ujarnya.

Praktisi hukum ini mengaku aneh kalau keluarga korban kurang pro aktif pada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. “Aneh aja, kalau keluarga tak merasa ada anggota keluarganya hilang. Tanda tanya besar ini, ada apa? Polisi harus memanggil suami korban, karena dari informasi suaminya lah, bisa diperoleh titik terang,’’ kata Muslim seraya menegaskan, jika pelaku pembunuhan merupakan aparat hukum, sanski yang didapat fatal. “Sebab, hukumannya adalah sanksi atau Pemecatan Dengan Tidak Hormat( PTDH),’’ sebutnya.

Wulan Sari ditemukan menjadi mayat Minggu pekan lalu. Istri Brimob Poldasu ini  diduga dibunuh lalu dibuang ke aliran Sungai Batu Gingging. Semuanya masih bersifat spekulasi, karena kematian korban diduga tidak wajar. Saat ditemukan, mayat wanita itu tidak mengenakan celana dalam.

Suami korban, Briptu Thomas, berhasil mengidentifikasi mayat korban saat berada di Instalasi Jenazah RSU Pirngadi Medan, Selasa lalu. Thomas mengenali korban dari kaos yang dikenakan, jam tangan merek GUESS. Selain itu, Thomas juga hafal dengan luka bekas operasi cesar di perut dan paha korban.

Korban pergi meninggalkan rumah sejak Kamis (18/10) pagi lalu. Kepada Firga (9), anak sulungnya, Wulan  pamit pergi sebentar dan ternyata untuk selama-lamanya.

Sementara sebelumnya, sejumlah kerabat kepada koran ini mengaku sudah mengantongi tersangka pembunuh Wulan Sari. ‘’Kami ada curiga terhadap seseorang. Namun siapa dia, kami belum berani sampaikan. Nantilah, kami sedang berduka ini ya,’’sebut Sari Br Sembiring (28), sepupu korban, Rabu (24/10) lalu, di Jambur Jamin Ginting, Pancur Batu.

‘’Kalau mau lebih jelas, lusa (Jumat,red) datang saja ke Ladang Bambu,’’ujar kerabat korban yang lain sambil bermohon tak merinci identitasnya di koran. Ada apa di Ladang Bambu?

Teman dekat korban pun menaruh kecurigaan sama. ‘’Kamis malam (18/10) lalu, sekira pukul 23.00 WIB, yang saya tahu, korban bersama suaminya pergi menggunakan sepedamotor. Mereka pergi berdua saja, tidak membawa anak-anak. Kami pikir mereka pergi ke rumah orang tua Thomas,’’ujar wanita berambut sebahu ini.

Nah sejak itulah, Wulansari tak menampakkan batang hidung. Sampai keesokan paginya, Wulan tak juga muncul. Adik korban memberitahu, Wulan sudah tak pulang sejak tadi malam (Kamis). Pada Jumat itu, adik korban, Pirga, terkejut melihat keponakannya tidak sekolah. Saat ditanya,  anak sulung korban mengaku tak ada yang mengantar.

Dari tetangga, Pirga akhirnya tahu kakaknya tak di rumah. ‘’Tadi malam pigi dia sama suaminya,’’ kata Pirga, mengutip keterangan orang yang memberi kabar padanya. Adik korban sendiri menaruh curiga pada seseorang. Tapi sama dengan kerabat korban yang lain, Birga pun belum mau blak-blakan. ‘’Aku belum berani bilangnya, karena kalau menuduh tanpa bukti itu bahaya,’’ujar Birga. Saat dikejar siapa yang mereka curigai, Birga buru-buru pergi.

Tetangga korban, Bu Nur menyebut, sebelum ditemukan tewas, Wulan Sari pernah bercerita kepadanya soal bekas lokasi kerja suaminya, Briptu Thomas ketika bertugas menjaga ternak. Lokasi kerja Thomas dulu ternyata adalah tempat dimana Wulan Sari ditemukan sudah tidak bernyawa di pinggiran Sungai Batu Gingging, Gang Bambu, Dusun Masjid Desa Aras Kabu Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang.

Semasa hidup, Wulan juga pernah bercerita soal hutangnya yang melilit pinggang. ‘’Dia ngaku berhutang Rp60 juta karena uang belanja yang dikasih suaminya kurang,’’kata Bu Nur. Wulan juga pernah bercerita soal keretakan rumah tangganya setahun lalu.

Sementara Briptu Thomas punya alibi lain. Kepada wartawan dia mengaku, malam Kamis itu menjalani piket dan langsung pergi ke Besitang untuk kegiatan pengobatan massal terkait HUT Brimob Poldasu.

‘’Saat kutinggal, istri dan anak-anak ku di rumah,’’katanya. Thomas juga mengaku, sempat bermimpi aneh. Laptop kerjanya hangus terbakar, namun tak sempat berpikiran akan terjadi bencana yang sangat menyedihkan.

Sedang terkait keretakan hubungan rumah tangganya, Thomas mengaku tidak ada masalah. ‘’Pernah cekcok kecil tapi tak berkepanjangan. Aku curiga istri ku masih berkomunikasi dengan mantan kekasihnya dulu. Tapi sejak cekcok kecil itu, sudah tidak  ada masalah lagi kok,’’akunya.

Sementara Buya Alamsyah, ahli metafisika, mengatakan, Wulan dibunuh saat dia jongkok menghadap sungai. Tubuh ibu dua anak itu dibenam oleh sosok pria bertubuh kurus dan memiliki tinggi 175 cm.

“Setelah itu, pria tersebut meninggalkannya di dalam sungai dengan posisi telungkup, kepalanya dibenam ke dalam lumpur,’’ kata Buya Alamsyah.

Menyoal adanya perkosaan, menurut Buya, korban tidak melakukan hubungan intim. Pembengkakan di vagina disebabkan karena terlalu lama terendam air.

Buya menyebut, dari pandangan gaibnya, pelaku pembunuhan Wulan merupakan teman selingkuhannya. Pembunuhan terjadi karena keduanya kerap bertengkar. Si pria kesal lantaran Wulan mulai menjauhi dirinya. Lalu perempuan itu pun dihabisi saat buang air kecil.

“Pembunuhan itu terjadi siang hari di sebuah sungai kawasan Deli Serdang. Menurut saya, pria itu masih di Medan dan sedang memantau kasus ini.  Polisi harus cepat menangkapnya, sebab dia berencana lari keluar kota,’’ paparnya. (roy/gib/mar)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id