10 Oct 2012

Personalia Gelapkan Iuran Jamsostek

Ads by Google

TANJUNG MORAWA – PM

Sawaluddin (46) akhirnya ditangkap polisi dari kediamannya di Jl. Ali Parinduri, Pancurbatu, Selasa (9/10) sekitar pukul 00.30 WIB. Personalia PT Indomarco Adi Prima itu diciduk terkait penggelapan iuran jamsostek berupa jaminan tunjangan hari tua, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja bagi karyawan serta uang biaya perobatan pasien di RS Vita Insani, Pematang Siantar.

Totalnya sekitar Rp280 juta dalam kurun waktu tahun 2009 hingga 2012. Kasus itu terungkap setelah manajemen PT Indomarco Adi Prima yang beroperasi di Jl. Medan-Lubukpakam km 18,5 Desa Tanjung Morawa B, Kec. Tanjung Morawa itu melakukan audit keuangan perusahaan sekira sebulan lalu.

Hasilnya, manajemen perusahaan distributor PT Indofood itu menemukan indikasi dana Rp280 juta yang kegunaannya untuk iuran Jamsostek karyawan dan uang biaya perobatan pasien bagi karyawan yang sakit ternyata tidak disetorkan. Padahal, dalam setiap bulan pihak perusahaan memberikan iuran jamsostek karyawan melalui dia untuk disetorkan ke jamsostek.

Selain itu, biaya perobatan pasien bagi karyawan yang sakit, PT Indomarco Adi Prima langsung mengklaim pembayarannya kepada rumah sakit yang ada kerjasamanya dengan perusahaan, salah satunya RS Vita Insani di Pematang Siantar. Namun saat pihak PT Indomarco Adi Prima melakukan pembayaran melalui Sawaluddin, malah tak dibayarkannya. Jelas pihak rumah sakit menagihnya ke PT Indomarco Adi Prima.

Berdasarkan hasil audit itulah, PT Indomarco Adi Prima melalui manajernya bernama Agustian Kurniawan melaporkan pria sudah bekerja selama 20 tahun di perusahaan itu ke Polsek Tanjung Morawa. Sebulan lamanya, polisi pun melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi. Setelah sudah lengkap, Sawaluddin akhirnya diamankan.

Ke polisi, Sawaluddin mengaku dana yang digelapkannya digunakan untuk kebutuhan keluarga. Namun isterinya membantahnya karena selama ini Sawaluddin selalu tertutup padanya. Kapolsek Tanjung Morawa AKP Telly Alvin SIk bersama Kanit Reskrim Iptu Adi Alfian mengaku masih melakukan pemeriksaan intensif. “Tersangka disangka melakukan penggelapan dengan jabatan dan dijerat pasal 374 KUH Pidana,” kata Adi Alfian.

Sementara itu, manajer PT Indomarco Adi Prima, Agung, belum berhasil dikonfirmasi karena sedang berada di Berastagi. “Nanti akan kami sampaikan kepada manajer yang masih baru (Agung, red) akan konfirmasi bapak,” kata security PT Indomarco Adi Prima.

Terpisah, Asran Pane selaku Kabag Pengendalian Operasional Jamsostek Kanwil 1 menjelaskan bahwa PT. Indomarco menunggak iuran selama bulan Juni,  Juli dan Agustus tahun 2012. ” Perusahaan tersebut tercatat di Jamsostek cabang Medan, tadi kami sudah kordinasi dengan Wahyudi (Cabang Medan),” jelasnya kepada POSMETRO, kemarin(9/10).

Dijelaskannya, bila perusahaan menunggak satu bulan saja maka klaim kesehatannya akan dihentikan selanjutnya mengenai biaya perobatannya adalah tanggung jawab perusahaan. “Bila perusahaan ingin melanjutkan asuransinya sah-sah saja, kita nggak melarang kok,”terangnya saat dijumpai di ruang kerjanya.

Mengenai jumlah karyawannya, Pane menambahkan bahwa jumlah karyawan PT. Indomarko sekitar 347 orang. “Peraturannya ada di permen nomor 12 , dan itu sudah diketahui oleh perusahaan dan pemerintah,” bebernya sembari mengatakan bahwa PT. Indomarco Tanjung Morawa dibawah naungan PT. Indomarco Adhi Prima. (man/gib/joe)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage