05 Oct 2012

Disiksa Geng Motor, ABG Kencing di Celana

Ads by Google

MEDAN – PM

Keletihan dan ketakutan terpancar jelas dari wajah Fajar. Tapi, remaja 14 tahun itu bersyukur karena masih bisa melihat mentari terbit. Ya, ABG yang menetap di kawasan Kel. Sei Sikambing, sempat merasa ajalnya sudah dekat. Maklum, 3 hari dia disekap dan disiksa komplotan geng motor.

Kemarin (4/10), dia mengadu ke Polsek Sunggal ditemani orangtuanya. Sesaat sebelum diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Sunggal, dia sempat membeber kronologi penyekapannya. Senin (1/10) sore, remaja kurus ini berada di warnet tak jauh dari rumahnya. Mendadak, 8 remaja –seorang diantaranya bernama Aji- datang dan langsung menariknya.

Fajar diinterogasi soal Mio milik Aji yang hilang. Kaget bercampur bingung, Fajar jelas menyangkal dituduh sekongkol terkait hilangnya Mio Aji. Tudingan itu, urai Fajar, berawal perkenalannya dengan pria sekitar seminggu lalu di warnet Alea, tempatnya bisa main. Fajar memanggilnya abang dan tak tahu siapa namanya.

Nah, Minggu (30/9) sore, pria itu mengajaknya mengantar kaset game ke belakang Plaza Medan Fair. Mengendarai Mio, Fajar ikut. Usai itu, Fajar diantar kembali ke warnet. Pria yang mengajaknya langsung pergi. Rupanya, ada yang melihat Fajar dan pria itu berboncengan. Sialnya, Fajar sendiri tak tahu kalau Mio yang dikendarai pria itu, ternyata milik Aji (16), teman Fajar sesama pecandu game di warnet.

Dasar itulah yang membuat Aji Cs curiga kalau Fajar bersekongkol dengan pria itu melarikan kereta Aji. Tapi, berulangkali menyangkal tak membuat Fajar dipercaya. Makanya dia akhirnya diboyong ke sebuah rumah di kawasan Jl. Seroja, tak jauh dari Kantor Camat Medan Sunggal dan Polsek Sunggal. Di sana, Aji disiksa dan dipaksa memeberitahu dimana Mio Aji.

Wajah, kepala dan sekujur tubuh Fajar tak luput dari tendangan dan pukulan. “Perutku dipijak, mukaku dipukuli. Tanganku dilakban ke belakang. Ada 8 orang, yang aku kenal cuma si Aji. Aku disekap di rumah, di Jl. Seroja belakang Kantor Pos deket juga dari Polsek Sunggal,” jelasnya.

Lelaki berambut ikal ini juga mengaku selama 3 hari penyekapan, dia hanya makan roti. “Cuma dikasih makan roti Bang. Kalau makan, lakban di mulutku dibuka,” urainya. Bahkan, Fajar beberapa kali kencing di dalam celananya sendiri karena tidak diizinkan ke kamar mandi. “Untung aja aku gak berak bang. Kalau sempat mau berak, kurasa berak di celananya aku ini,” ungkapnya.

Namun sayang, saat wartawan koran ini menanyakan alamat jelas tempat penyiksaan dirinya itu, Fajar hanya mengaku tidak mengingatnya secara detail. “Baru kali itu aku kesitu bang. Memang gelap kali, cuma 1 kamar itupun bau kali. Aku di kamar itu disekap. Kalau malam yang jaga aku cuma 2 orang. Ganti-gantianlah bang. Aku lolos karena pas kebetulan yang jaga aku itu dua-duanya pigi, gak tau aku pigi kemana orang itu,” ujarnya sebelum Fajar ditarik orang tuanya masuk ruangan PPA yang berada di ujung ruangan juper Mapolsek Sunggal.

Ya, malam ketiga disekap, Fajar berhasil lolos. “Sekitar jam 11 malam itu Bang. Kulihat yang jaga aku pigi, kudobrak jendela. Gitu berhasil keluar, aku lari aja terus, gak nengok kanan kiri lagi. Udah agak aman, aku jalan sampai rumah Bang,” jelasnya.

Fajar juga mengatakan 8 ABG yang menyekapnya adalah geng motor yang sering mangkal di Jalan Ringroad/Gagak Hitam .”Geng motor mereka ini makanya berani mukuli aku,” celoteh Fajar. Orangtua Fajar enggan berkomentar –itupun setelah polisi membisikkan sesuatu ke telinganya- soal kejadian yang menimpa anaknya. “Udah ayok, nanti kau masuk koran pulak,” ujar ibu Fajar.

Sayang, Kapolsek Sunggal, AKP Baktiar Marpaung memberikan keterangan klasik. “Masih dalam penanganan dan masih dalam pemeriksaan,” ujarnya dan langsung mematikan ponselnya.(mri/joe)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id