22 Sep 2012

Kapolsek Percut Bedukun di Kuburan

Ads by Google

MEDAN – PM

Ritual di kuburan digelar Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak. Bermodal kembang 7 rupa dan air putih, makam di Pasar 7 Tengah Tembung, didatanginya, kemarin (20/9).

Penghuni makam bernisan kayu yang tanahnya masih basah itu adalah Mursa’diyah alias Diah (15). Cewek asal Jl. Amal Bakti Gg Kaswari Pasar VII, Desa Tembung, Percut Sei Tuan itu ditemukan tewas mengenaskan di Dusun I, Desa Lubuk Saban, Kec. Pantai Cermin, Sergai pada Jumat (7/9) sekira pukul 15.00 lalu.

Kala itu, identitas belum diketahui. Soalnya tak ada tanda pengenal ditemukan di sekitar lokasi. Apalagi, kondisi mayat mengenaskan. Kepalanya terpisah sekitar 1 meter dari tubuh. Juga sudah mengering. Bagian paha kirinya juga terlihat sudah dimakan biawak. Icun, penemu mayat, awalnya kaget melihat biawak menarik mayat cewek yang mengenakan kaos lengan panjang kuning bergambarkan Mickey Mouse, celana legging hitam, celana dalam hijau serta bra hijau putih (belang) itu.

Nah, 4 hari kemudian, identitas Diah diketahui. Itupun setelah keluarga membaca POSMETRO dan menggambar ciri mayat, persis seperti pakaian yang dikenakan Diah saat pergi. Dia pergi dari rumah pada lebaran ketiga (22/8), tepat saat orangtuanya mudik ke Pekanbaru.

Diah mengaku ingin pergi ke pantai bersama teman-temannya dan sejak itu tak pulang. Namun, Jumat (24/8) malam, Dia sempat terlihat kerabatnya bersama pria sedang mengisi bensin di Pasar X Tembung. Namun, teman pria Diah tak dikenal karena pakai topi.

Ayah Diah, Sustiono (39) mencurigai pacar anaknya yang bernama Fedry (24) warga Pantai Labu. Soalnya, Fedry punya catatan jelek di matanya. Itu karena 2 hp putrinya, sempat dipinjam Fedry tapi tak kembali. Bahkan, Fedry juga tak pernah datang ke rumah mereka lagi, pasca diah menghilang. Sustiyono juga kehilangan Revo fit BK 5232 ABR yang dibawa Diah ketika pergi.

Kemarin (20/9), Sustiono dan istrinya, Nurleli, kembali mendatangi Polsek Percut Sei Tuan. Mereka datang ingin meminta surat pernyataan dari polisi soal kehilangan Revo yang dibawa Diah. Keduanya juga sudah pernah melaporkan kehilangan Diah ke polsek yang dipimpin Maringan. Saat bertemu di kantin polsek, Maringan menyampaikan rasa penasaran terkait kematian Diah.

Anehnya, Maringan mengajak Sustiono ke makam Diah. Namun sebelum berangkat, Maringan minta dibelikan kembang dan dibawakan air putih. Sementara, Nurleli sendiri dimintai keterangan. Selama perjalanan menuju makam Diah, Maringan mengajukan sejumlah pertanyaan pada Sustiono, salah satunya adalah siapa orang yang paling dekat dengan Diah.

Sekitar 30 menit berjalan, akhirnya tiba di pemakaman. Tepat di atas makam Diah, Maringan meminta Sustiono untuk membacakan doa. Usai itu, Maringan terlihat mengeluarkan bungkusan plastik hitam yang berisi bungkusan bunga dan air mineral.Sembari menuangkan air dan menaburkan bunga di atas makam Diah, Maringan berucap,”Saya tidak mengenal kamu, kamu tidak mengenal saya, saya ingin berkomunikasi dengan kamu,” ucap Maringan yang kemudian mengakhiri ziarahnya dengan tabur bunga dan siraman air.

Dari sana, Maringan menyempatkan singgah ke kediaman Sustiono yang berjarak sekitar 200 meter dari sana. Maringan sempat bertanya pada adik kembar Diah, siapa yang paling dekat. Maringan juga berkeliling rumah dan memandangi foto-foto Diah semasa hidup yang terpampang di dinding rumah tak berasbes itu.

Tak lama berada dikediaman Sustiono. Maringan pun kembali ke Polsek Percut Seituan. Sesampainya di Polsek Percut Seituan, Maringan hanya tersenyum saat ditanyai soal aksi bedukun yang dilakoninya di makam Diah. “Masih panjang cerita untuk mengungkap siapa pelakunya,” ujar Maringan menyisakan misteri.(gus/joe)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id