08 Sep 2012

Cewek Tanpa Kepala Gegerkan Sidamanik

Ads by Google

SIMALUNGUN – PM

Temuan mayat cewek tanpa kepala dan diduga korban mutilasi, gegerkan warga Nagori Mekar Sidamanik, Kec. Sidamanik, Simalungun kemarin (6/9). Beberapa bagian tubuh seperti pergelangan kaki juga sudah terpisah dari badan.

Potongan tubuh perempuan malang itu pertama ditemukan pemburu babi hutan bermarga Pasaribu. Saat melintasi Blok 16 Afdeling Kebun Sidamanik, Pasaribu tiba-tiba tergelincir. Begitu bangun, dia melihat keanehan. Ternyata yang baru terinjak dia adalah gundukan berbalut celana jins.

Setelah diamati dekat, Pasaribu kaget karenba melihat sejumlah tulang belulang mirip potongan tubuh manusia. Spontan dia memanggil rekan-rekannya. Hanya hitungan menit, lokasi yang berjarak 1 km dari Polsek Sidamanik itu langsung dikerumuni warga.

Namun tak satupun yang mengenali ciri-ciri potongan tubuh itu. Cewek itu mengenakan jins biru, celana dalam pink liris merah putih berpita di depan. Ironinya lagi, pergelangan kaki saat ditemukan di TKP sudah terpisah dari badan. Bahkan seutas tali masih terlilit pada celana bagian bawah. Diduga sebelum korban di mutilasi, kedua kakinya terlebih dahulu diikat.

Mayat itu lalu dibawa ke RSU Djasamen Saragih. Menurut dr Reinhard Hutahaean selaku penanggungjawab forensik, diperkirakan usia cewek itu belum mencapai 25 tahun dengan tinggi 155 cm. Di celana dalamnya ditemukan bercak darah yang sudah menghitam. Sehingga dipastikan korban dalam kondisi haid. Apalagi ditemukan kapas antara dubur dan kemaluannya.

“Tidak bisa lagi diduga apakah korban terlebih dahulu diperkosa atau tidak akibat jaringan-jaring tubuh sudah membusuk,” terang dr Reinhard. Ditambahkan, lama kematian wanita malang itu berkisar 30 hari atau sebulan dilihat dari proses pembusukan daging yang sudah mulai habis.

Terkait dengan dugaan mutilasi, pihaknya tidak bisa memastikan akibat banyaknya jaringan tubuh yang sudah habis karena pembusukan. Bahkan pihaknya kesulitan  menentukan tindak kekerasan yang dialami korban sebelum kematian. “Saya tidak bisa mengatakan korban mutilasi, tapi tidak tertutup kemungkinan juga,” terang dr Reinhard lagi. “Laporan kehilangan anggota keluarga tidak pernah kita terima sejak Januari lalu,” cetus Kapolsek Sidamanik, AKP Delamy Soleh.(ndo/joe)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id