30 Aug 2012

Dituding Tebang Pilih, Kapolres Dilapor ke Mabes

Ads by Google

MEDAN-PM
Kapolres Labuhan Batu, AKBP Hirbak Wahyu Setiawan dilaporkan ke Mabes Polri. Pengaduan terkait penahanan tiga warga Desa Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu terkait kasus pencurian sawit.
Penegasan aduan disampaikan pengacara ketiga tersangka, Hamdani Harahap SH, MHum. “Surat kita kirim Senin lalu. Tembusannya kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Ketua KPK, Kajagung, Kabid Propam Mabes Polri, Irwasum Mabes Polri, Gubsu dan Ketua DPRD Sumut, ungkapnya.
Dikatakan Hamdani, polisi terkesan berpihak dalam menangani kasus ini. Dimana, dari 40 orang yang diamankan hanya tiga yang ditahan. “Areal sawit itu, punya warga. Kenapa mereka yang dituduh mencuri,” heran Hamdani pada POSMETRO, Rabu (28/8) sore.
Diungkapnya, keperpihakan pihak Polres Labuhanbatu terhadap pengusaha Pek Cuan yang mengklaim lahan warga tersebut sebagai miliknya, sangat kelihatan. Pihaknya pernah mengirim surat ke Kapoldasu, agar kasus tersebut diambil alih namun hingga kini tidak ada jawaban.
Dijelaskannya, lahan seluas 850 hektar yang diklaim Pek Cuan sebagai miliknya, dikuasai oleh warga sejak 2002 sebagai penduduk setempat. Oleh warga, lahan ditanami kelapa sawit, pohon karet, pisang dan mendirikan rumah gubuk.
Namun pada 2007, tiba-tiba saja, Pek Cuan yang dibantu sejumlah preman, TNI dan Polri merusak tanaman milik warga sekaligus mengggantikan tanaman dengan bibit kelapa sawit.
Kasus penahanan kliennya berawal pada Minggu (29/7) lalu sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu 70 personel Polres Labuhanbatu tanpa membawa surat perintah penangkapan, mengamankan 40 warga Desa Siarti karena tuduhan mencuri buah kelapa sawit di atas areal milik warga. Semua warga yang saat itu menunaikan puasa diboyong ke Mapolres Labuhanbatu.
Setelah dilakukan pemeriksaan, 37 orang dilepas dan tiga lagi ditahan hingga saat ini. Penangkapan berdasarkan pengaduan Pek Cuan melalui karyawannya bernama Adin Purba.
Sebelumnya, warga juga telah melaporkan Pek Cuan ke Polres Labuhanbatu sesuai surat tanda laporan pengaduan No Pol:STPL/949/SU/Res-LB tertanggal 14 Oktober 2010, dengan tuduhan telah melakukan pengrusakan seluruh tanaman milik warga dengan menggunakan alat berat beko.
Namun pengaduan warga atas nama Narli Siregar tidak ditanggapi. Ironisnya, malah Narli Siregar dijadikan tersangka. “Jadi, kita minta Mabes Polri ambil alih kasus ini,” ujar Hamdani.
Ketika dikonfirmasi POSMETRO via ponsel, Rabu (29/8) malam, Kapolres Labuhan Batu, AKBP Hirbak Wahyu Setiawan menegaskan kalau penangkapan sudah sesuai prosedur.
“Kita kerja sudah sesuai dengan prosedur. Gini saja Mas. Contoh, Mas kemalingan, terus ngadu ke kita dan tidak ditanggapi gimana?” ujarnya. Disinggung mengenai Pek Cuan, perwira dua melati emas dipundaknya ini mengaku dirinya tidak kenal. “Demi Allah, tidak kenal saya dengan namanya Pek Cuan itu,” tegasnya.
“Biar Tuhan yang membalas nanti orang-orang yang menjelekkan saya. Mudah-mudahan pahalanya dikasih untuk saya yang menjelek-jelekan saya,” tandasnya. (eza/ras)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage