06 Aug 2012

2 Mobil Dirusak, 1 Kereta Dirampok

Ads by Google

WANTED! Ricardo Tampubolon, Bos Gemot SL dan SKM

MEDAN-PM

Aksi geng motor kembali mengusik kenyamanan Kota Medan. Seratusan pengendara sepeda motor alias genk motor, lagi-lagi beraksi anarkis. Mereka merusak 2 mobil dan merampok 1 unit Honda Beat. Kebrutalan gerombolan pemuda ini terjadi di Jl Mangkubumi, Jl Hang Tuah dan Jl S Parman Minggu (5/8) dini hari sekitar pukul 02:00 wib.

Peristiwa yang merusak kekondusifan Kota Medan ini bermula ketika gerombolan geng motor Simple Life (SL) dan Siap Kami Mati (SKM) melakukan konvoi di Jl Brigjen Zein Hamid Deli Tua.

Saat melintas di Jl Mangkubumi, gerombolan tersebut merampok Honda Beat milik Stephany (22) warga Jl Ayahanda yang saat itu tengah melintas. Korban yang mengendarai sepeda motor sendirian ketakutan lantaran diancam pakai sebilah pisau.

Cewek yang bekerja di Matahari Plaza Carefour itu pun ketakutan dan dengan terpaksa merelakan sepeda motor miliknya dibawa kabur kawanan geng motor yang berjumlah seratusan orang itu.

Tak hanya itu, kawanan geng motor tersebut terus melintas di Jl Hang Tuah, tepatnya di sekitar Gereja Methodist. Di sini keributan kembali terjadi. Kawanan gemot SL dan SKM terlibat bentrok dengan beberapa pemuda yang saat itu sedang berkumpul.

Kali ini, aksi anarkis mereka dilakoni dengan merusak sebuah mobil Terrios hitam berplat BK 1136 QN yang saat itu sedang parkir. Bentrokan tersebut usai setelah sekitar belasan personil dari Sat Reskrim Polresta Medan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Kompol Yoriz Marzuki, melakukan pengejaran.

Sadar mereka diincar polisi, kawanan tersebut melarikan diri ke Jl S Parman. Tapi, di sini lagi-lagi mereka kembali merusuh. Sebuah mobil mewah jenis Toyota Alphard putih B 1228 SZY yang dikemudikan Khairil (52) warga Jl Djamin Ginting, Komplek Perum Royal Sumatera dirusak. Selain dilempari pakai batu, juga dipukul pakai kayu dan rantai besi.

Korban pun memilih melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Baru. Akibatnya, Kapolsek Medan Baru Kompol, Budi Hendrawan langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diperkirakan masih berada di sekitar lokasi.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 5 anggota geng motor. Di antaranya, Budi (17) warga Jl Setia Budi, Andre (17) warga Jl Titi Kuning, Yusti (15) warga Jl Garu III dan Benny (16) warga Jl Amplas, serta Ilham (16) warga Deli Tua.

Ke empat anggota geng motor tersebut langsung nyanyi. Kepada petugas, mereka menyebut nama Ricardo Tampubolon, sebagai pelaku perampokan sepeda motor, sekaligus sebagai “panglima perang” kawanan geng motor yang membuat keonaran tersebut.

“Kita akan cari Ricardo Tampubolon, karena berdasarkan keterangan ke empat orang yang kita amankan dia ini adalah otak pelaku perampokan. Untuk sementara ke empatnya masih menjalani pemeriksaan,” terang Kompol Budi Hendrawan.

>> Wakasat Reskrim Keluarkan Tembakan

Aksi anarkis kawanan geng motor tersebut membuat Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP. Hendra harus mengeluarkan tembakan ke udara untuk membubarkan gerombolan pengendara sepeda motor tersebut.

Pun demikian, kawanan geng motor tersebut bukannya membubarkan diri namun tetap malakukan aksinya dengan lagi-lagi berkonvoi memasuki wilayah medan baru. Pasca mengeluarkan tembakan peringatan, petugas melakukan pengejaran terhadap kawanan geng motor tersebut dan mengamankan sebilah pisau yang digunakan salah seorang anggota geng motor untuk merampok sepeda motor milik Stephany (22) yang mengaku nyaris ditikam oleh seorang kawanan geng motor.

»» Akan Perang

Diamankannya 5 anggota geng motor Simple Life (SL) dan Siap Kami Mati (SKM) tidak menjamin aksi anarkis dan brutal kawanan geng motor bisa diredam. Pasalnya penanganan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap kekerasan yang kerap dilakukan oleh komplotan geng motor belum juga membuahkan hasil.

Beredar kabar jika geng motor yang kian meresahkan itu ditunggangi oleh petinggi-petinggi OKP. Sangat diperlukan kinerja yang lebih serius dari pihak kepolisian dalam memerangi aksi anarkis kawanan geng motor ini.

Kepada POSMETRO, saat ditemui di ruang pemeriksaan salah satu anggota geng motor yang diamankan Andre (17) mengaku jika mereka akan berperang melawan geng motor Ezto yang pernah melukai rekan nya “kami mau perang lawan esto bang, karena kawan kami pernah dipukuli sama orang itu jadi kami mau balas dendam.” Katanya

Sementara itu, Ilham (16) mengaku jika panglima perang geng motornya adalah Ricardo Tampubolon yang menurutnya anak seorang oknum TNI. “Si Ricardo yang mengajak kami bang, kami cuma ikut aja. Dia panglima geng motor kami, anak tentara dia bang. Cuma kurang tau kami rumahnya.” Terangnya seraya dibawa petugas. (wel/bay/mri/jhon)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id