01 Aug 2012

Toke Emas Brayan Curi Bra Cewek Salon

Ads by Google

MEDAN-PM

Kisah kriminal kita kali ini, juga seputar Tomy Parningotan Sitompul. Pria yang menganiaya toke emas Brayan gara-gara istrinya mau dibelikan bra ini, hingga kemarin (30/7) malam masih meringkuk di ruang tahanan Polsek Medan Timur. Si korban juga, terus mendekam di rumah sakit.

Tapi cerita latar belakang kasus ini, benar-benar berkembang jadi dua versi. Tomy Parningotan Sitompul jadi tertuduh sebagai tersangka perampokan. Sialnya, hingga Senin (30/7), istrinya Dewi belum diperbolehkan untuk berjumpa dengan suaminya itu. Inilah yang semakin membuat Dewi merasa curiga terhadap sangkaan kepada Tomy.

Ketika reporter menyambangi salon Fiesta, tempatnya bekerja, Dewi tengah duduk termenung di kursi teras. Awalnya reporter sempat tak percaya kalau wanita yang memakai kaos biru itu adalah Dewi.

Setelah reporter memastikannya dengan bertanya langsung, ternyata ucapan para wanita pekerja salon benar, kalau wanita yang mengalungkan handuk di lehernya itu adalah benar-benar Dewi.

Awalnya Dewi tak berminat untuk membahas kejadian yang menimpa suaminya itu, karena ia mengaku tak tahu kenapa suaminya bisa masuk penjara. “Semalam polisi ada datang mencariku ke salon. Tapi tak ketemu karena aku lagi ke gereja,” ujarnya.

Ditanya, jangan-jangan suaminya memang merampok, Dewi bersikukuh hal itu tak mungkin dilakukan Tomy. Apalagi, kejadiannya tak jauh dari rumah Rinaldi, langganan yang sering datang ke salon tempatnya bekerja. “Suamiku itu orangnya lugu. Tak mungkin ia mau merampok, ” tambah Dewi yang mangatakan kalau usia Tomy lebih muda darinya.

Disinggung soal keterangan Tomy yang kesal gara-gara SMS binal dari Rinaldi yang isinya menawarkan BRA, Dewi mengamininya. Namun sayang, saat reporter ingin menyaksikan isi SMS yang membuat geger itu, Dewi mengaku HP nya itu dibawa oleh suami pada saat kejadian.

“Itulah sayangnya bang. HP ku itu hilang saat suamiku dikeroyok warga. Bahkan kereta Supra milik suamiku pun ikut rusak,” ujar Dewi yang pada sore harinya sempat mendatangi Polsek Medan Timur untuk melihat Tomy, namun saat Dewi harus menjenguk, pihak kepolisian belum memperbolehkannya.

Bagaimana soal Rinaldi? Dewi mengatakan, toke emas Brayan itu memang kerap datang ke salon tempatnya bekerja sekira sebulan belakangan ini. Kedatangan Rinaldi ke salon yang memiliki 4 pekerja wanita itu, hanya sekedar creambath dan pangkas.

Namun setiap datang, Rinaldi kerap ingin berjumpa dengan bos pemilik salon. Alasannya, selalu ingin menanyakan, berapa harga creambath yang sebenarnya. “Kalau setiap kali ke mari, dia selalu bertingkah aneh. Pandangan matanya liar memandangi setiap sudut salon,” ujar Dewi.

Masih diterangkan Dewi, meski sudah selesai creambath, Rinaldi tak mau langsung pulang. Pria paruh baya itu malah selalu terus berlama-lamaan di salon yang sekaligus tempat tinggal tiga pekerja salon itu.

Kepada Dewi, Rinaldi juga banyak curhat-curhat tentang Fitri, rekan sekerjanya. Cerita Dewi, Rinaldi mengaku suka sama Fitri. “Suka memperhatikan para pekerja salon dia, meski pun jelas-jelas kami tengah bekerja,” katanya seraya menuding Rinaldi tipe pria hidung belang.

Masih jelas Dewi, asal kedatangannya, Rinaldi juga kerap keluar masuk kamar mandi salon. “Sehabis keluar dari kamar mandi, ia (Rinaldi-red) kerap terlihat linglung dan gemetaran,” ujar Dewi lagi yang sempat panasaran.

Pengakuan Dewi, Rinaldi pernah melayangkan pertanyaan kepadanya. “Apakah sebelum menikah Dewi pernah melakukan hubungan intim? Gitu dia tanya ke aku. Ya nggak kugubrislah. Pertanyaan apa itu? Nggak senonoh,” kesal Dewi.

Nah, satu cerita yang paling mengherankan adalah pada Sabtu (28/7) lalu. Para pekarja salon sempat curiga dan keheranan melihat Rinaldi. Pasalnya, sesaat keluar dari kamar mandi salon, di kantong belakang celana Rinaldi, ada terlihat tali bra hitam.

Ternyata, tak lama setelah kejadian itu, Fitri, salah seorang pekerja salon mengaku kehilangan bra dari kamar mandi. Dari situlah mereka mencurigai kuat, pelakunya adalah Rinaldi.

Pemilik salon yang kebetulan datang, dengan tegas mengatakan, tempat usahanya tersebut bukanlah arena maksiat. Wanita yang ada di sini dipekerjakan karena kemampuannya dalam bidang salon. Semua menetap di situ, selain Dewi karena sudah menikah.

“Tapi tolong ya, salonku jangan dilibat-libatkan. Karena kejadiannya bukan di salonku. Nanti malu aku sama pelanggan dan juga keluarga besarku,” ujar wanita yang sama sekali tak mau menyebutkan namanya itu.

Kembali ke Dewi, lantaran dirinya belum bisa dipertemukan dengan Tomy, dirinya takut, suaminya itu bakal dikenakan pasal perampokan. Padahal, dia memastikan, tuduhan itu sangat tidak tepat.

“Soalnya dia (Rinaldi-red) keluarga toke emas. Sedangkan suamiku hanya buruh pikul sayur di Pajak pagi Sambu. Aku takut nanti dipelintir kasusnya. Apalagi kejadiannya dekat rumah Rinaldi, ya… wajar aja warga di situ yang mengenal Rinaldi menuduh suamiku itu perampok. Padahal mereka nggak tahu bagaimana cerita sebenarnya,” tambah Dewi yang mengaku selalu berkeluh kesal pada suaminya akibat digoda-goda oleh Rinaldi. “Aku mohon pak polisi adil. Kami baru 3 bulan menikah,” akhirnya.

Sayang, sampai berita ini dimuat, wartawan tak berhasil mewawancarai ulang keluarga Rinaldi. Selain alamatnya yang masih kabur, toko emasnya di Brayan juga tak ada yang tahu. Begitu juga di rumah sakit, wartawan sama sekali tak mendapat informasi di ruang mana Rinaldi dirawat.(gus/jhon)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
lazada.co.id