13 Jul 2012

Pisau Abeng Menikam Ulu Hati Alex Ketaren

Ads by Google

PANCURBATU-PM

Pun sang lawan menghunus pisau, Alex Ketaren (38) tak gentar. Ia malah menyerang, berusaha merebut pisau yang dihunus Abeng Ginting (32). Tapi itulah adegan maut yang menyergap Alex.

Demikian cuplikan reka ulang kasus pembunuhan Alex Ketaren yang terjadi di Jalan Medan Berastagi depan Pasar Sibolangit, Kamis 22 Juni lalu. Rekonstruksi menghadirkan tersangka Abeng Ginting itu kemarin (12/7) siang digelar di halaman Mapolsek Pancurbatu.

Dalam rela ulang ricuh itu, sosok Alex diperankan Sumartono alias Tonggek, pegawai harian lepas (PHL) Polsek Pancurbatu. Pada reka ulang yang digelar lebih sejam itulah dipertunjukkan belasan adegan pembunuhan terhadap Alex, warga Desa Bingkawan, Kec. Sibolangit, Deli Serdang, itu.

Pantauan POSMETRO, rekonstruksi dimulai dengan adegan Alex, supir truk Fuso yang di hari maut itu melintas di TKP peristiwa. Kamis siang itu, dari arah Medan menuju Berastagi, truk yang disetir Alex mengangkut buah-buahan yang akan dibawa ke sejumlah kota di Sumut. Adegan panas dibuka saat truk Alex terjebak macet di depan Pasar Sibolangit.

Teetttt…teettttt…. Klakson truk Alex menambah hiruk pikuk kemacetan itu. Saat itu, Angkot Rajawali pas berhenti di depan truk Alex. Angkot disetir Dedi Ginting (Saksi 1) itu berhenti karena tengah mengangkut penumpang. Karena sang penumpang belum juga naik ke Angkot, Dedi belum juga melaju. Ini tentu menghalangi laju truk Alex yang siang itu tampak tak sabar.

Saking tak sabar, Alex pun turun dari truk. Ia mendatangi Dedi. Keduanya lalu adu mulut. Nah, saat Alex – Dedi bersitegang, Abeng Ginting melaju dengan Angkotnya. Ia datang dari arah berlawanan : dari Berastagi menuju Medan. Saat melaju pelan di depan Alex dan Dedi yang gadoh, Abeng pun menyentil 2 supir bersitegang itu.

Abeng menegur Alex. “Jangan marah-marah, Lae!” demikian tegur Abeng pada Alex. Teguran ini sontak mengubah peta pergaduhan. Kali ini giliran Abeng yang dilawan Alex. Ya, Alex tak soor dengan teguran supir Angkot yang ikut campur itu.

Saking tak soor, usai sesaat laga mulut, Alex dilaporkan langsung membogem wajah Abeng. Pukulan telak di wajahnya langsung membuat Abeng melawan. Ia pun mengambil sebilah pisau tumbuk lada dari bawah jok Angkotnya.

Melihat lawannya menghubus pisau, sejurus kemudian, Alex pun berusaha merampas senjata di tangan Abeng itu. Aksi tarik menarik terjadi. Dari aksi rebut itu, Alex hanya berhasil mendapat sarung pisau. Abeng berhasil mempertahankan pisau di tangannya. Tapi itu tak membuat Alex keder. Sarung pisau itu lalu dilibasnya ke arah perut Abeng. Tapi seiring itu, pisau Abeng pun menghunjam pas ke ulu hati Alex. Duel maut di jalan raya depan Pasar Sibolangit ini lalu berujung dengan aksi saling gumul di tanah. Saat itu, tubuh Alex telah berlumur darah.

”Ditembaknya aku,” demikian kalimat terakhir Alex, jelang ajal. Ucapan di sela erang kesakitan itu dilontar Alex pada temannya, Jakosman Purba (Saksi 2). Sebaris pesan Alex di ambang maut itu langsung membuat Jakosman mengambil sebatang kayu lalu menghantamnya ke tubuh Abeng. Hantaman kayu dari Jakosman membuat pisau di tangan Abeng terlepas.

“Tersangka (Abeng) kita jerat dengan Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman 7 tahun penjara,” kata Kapolsek Pancurbatu AKP Darwin Sitepu.

Istri Alex Serang Abeng

Benarkah semua adegan itu fakta peristiwa pembunuhan Alex? Istri Alex, Ny. Juliana Br Tarigan (36) tidak percaya. Ia meyakini, banyak fakta peristiwa pembunuhan suaminya tak terungkap.

Saking tak percaya dengan semua adegan reka ulang itu, Juliana, yang hadir di acara rekonstruksi itu bersama sejumlah sanak saudara Alex, berusaha menyerang Abeng Ginting. Beruntung polisi sigap. Abeng, warga Desa Lau Lembu, Kec. Pancurbatu, Deli Serdang, itu diselamatkan dari aksi amuk Juliana Cs.

Tapi amuk histeris Juliana yang gagal membuat wanita itu pingsan di sela reka ulang pembunuhan suaminya digelar. Perempuan asal Desa Bingkawan, Sibolangit, itu lalu dibopong ke Pos Lantas, di gerbang menuju Mapolsek Pancurbatu. Setelah siuman, Juliana lalu dibawa keluarganya kembali ke Desa Bingkawan. (roy/sal)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id