04 Jul 2012

Oknum AKBP Cekik Wartawan

Ads by Google

Isu Beking Pabrik Roti

TINDAKAN arogan dan ‘sok keras’ kembali dipertontonkan polisi. AKBP AE Hutabarat, personil Bidang Hukum (Bidkum) Polda Sumut mencekik leher D. Doloksaribu (69), wartawan surat kabar mingguan Forum Indonesia Baru (FIB) di sebuah pabrik roti Jln. Tangguk Bongkar X, Medan Denai, Rabu (4/7) siang.
Kepada wartawan di Kantin Propam Polda Sumut, warga Jln. Manyar Raya, Perumnas Mandala ini mengaku, siang itu ia bersama temannya  B. Silalahi (50) mendatangi pabrik roti guna konfirmasi soal limbah dan jamsostek.
“Kami datang untuk konfirmasi, apakah karyawannya sudah masuk Jamsostek atau belum. Selain itu bagaimana pengelolaan limbahnya,” ujar Doloksaribu usai membuat pengaduan di Bid Propam Polda Sumut.
Saat itu, keduanya meminta untuk bertemu dengan pemilik pabrik. Namun, karyawan pabrik mengaku majikannya sedang pergi berbelanja. Walau demikian, keduanya berusaha menunggu pemilik pabrik. Tiba-tiba yang datang malah AKBP AE Hutabarat.
Tak ada angin dan hujan, usai berkenalan Hutabarat langsung menghardik Doloksaribu. Hutabarat langsung menuding keduanya memeras.
“Apa??!!! Mau memeras kalian ya!,” hardik Hutabarat.
Tak terima dituding memeras, keduanya sedikit berargumen. Pembelaan diri itu malah disambut cacian dan makian dari Hutabarat.
“Tak ada wartawan-wartawan di sini, taik sama wartawan. Kalau bukan orang tua kau sudah kuhabisi kau,” maki Hutabarat sambil mencekik leher Doloksaribu.
Kejadian saat itu disaksikan oleh beberapa wartawan lainnya. “Kalau kami memeras mana bukti uangnya, ngomong soal uang saja kami tak ada,” tutur Doloksaribu.
Tak senang, Doloksaribu dan teman-temannya yang lain mendatangi Bid Propam Polda Sumut untuk membuat pengaduan. Laporan Doloksaribu pun diterima dengan  Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) No : STPL/ 105/ VII/2012/ Propam.
Namun, AKBP AE Hutabarat membantah telah mencekik leher Doloksaribu. “Saya cuma bilang kalau tidak orang tua sudah saya habisi kau. Tadi saya datang sama anggota saya Miswanto,” ujarnya saat dikonfirmasi.
“Saya hanya mempertanyakan kenapa sebagai wartawan tak ada etika masuk ke rumah orang, jelas saya marah karena mereka masuk dari pintu belakang dan mengambil roti sesukanya,” kata Hutabarat menegaskan dirinya akan menuntut balik jika tidak terbukti menganiaya wartawan. (ala/mar)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id