02 Jul 2012

Inilah Cerita Pemicu PP Vs IPK di Binjai

Ads by Google

BINJAI-PM

Sampai kemarin (1/7) malam, kawasan Binjai Utara masih mencekam. Itu terjadi lantaran dua kubu organisasi kepemudaan bentrok. Massa Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP) setempat saling intip. Keributan itu berawal dari Bibi yang dituduh kumpul kebo oleh Agus PP, tapi tudingan itu salah sasaran.

Guna memastikan, POSMETRO lalu menyambangi Bibi. Namun, pemuda ini spontan membantah. “Kita juga nggak tahu siapa yang menyebarkan fitnah itu. Sebenarnya, yang kumpul kebo itu bukan aku. Tapi ada orang yang melaporkan ke pakcikku selaku tuan kadi. Maksudnya mau menikahkan pemuda kumpul kebo itu. Kalau tidak salah yang melaporkan itu bernama Adi Supeno alias Peno,” kata Bibi, diamini Widya, sepupunya.

Sehari setelah isu kumpul kebo itu beredar, Bibi bertandang ke tempat tinggal sepupunya, Widya. Saat itu, Buyung (mantan oknum IPK yang beralih ke PP) serta keenam rekannya sedang nongkrong di rumah sebelah.

Rumah sebelah itu, adalah tempat tinggal Amrizal, pakciknya Bibi, yang juga dikenal sebagai tuan kadi di kawasan itu. Saat itulah, Buyung melotot pada Bibi. “Dia (Buyung-red) melihati aku, sambil mengatakan, apa kau lihat-lihat aku. Banyak kali gaya kau, awas kau nanti ya,” terang pria bekulit putih itu diamini Widya.

Tak lama, Bibi pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 25 meter. Tiba-tiba saja, Agus selaku Ketua PP setempat datang mencarinya dengan menuduh Bibi telah menghinanya. “Aku sedikitpun tak ada menantangnya. Memang sempat terjadi cekcok mulut antara orang tua aku dengan Agus,” tegasnya kembali.

Setelah terjadi cekcok sekitar beberapa menit kemudian Agus, pergi meninggalkan rumahnya. Sementara itu, Buyung dan beberapa temannya kembali berdiri di simpang dekat rumahnya. Melihat itu, Bibi menghubungi Agus Hasibuan, selaku Ketuanya di IPK setempat.

Agus Hasibuan pun datang ke simpang dan menanyakan kenapa Buyung di sana dengan membawa klewang. Namun Buyung malah mengajaknya bertarung dan menyabetkan senjata tajam itu ke arah Agus Hasibuan.

“Beruntung aku dapat menangkisnya dan Tuhan masih melindungiku sehingga tanganku tidak putus dan hanya mengalami luka memar saja,” terang Agus Hasibuan, Ketua IPK Binjai Utara, yang sore itu juga melaporkan kejadian itu ke Polsek Binjai Utara.

Namun saat membuat laporan di kantor polisi, mereka mendapatkan kabar: kantor PP dirusak oleh sekawanan orang. “Kami tidak ada merusak kantor PP dan aku ditemani oleh anggotaku sedang membuat laporan. Jadi siapa sebenarnya yang menyerang kantor itu? Ini menjadi pertanyaan bagi kami semua,” tegasnya.

Setelah melapor, mereka pulang ke rumah. Sekitar pukul 11 malam, mereka tiba-tiba diserang puluhan anggota PP. Dalam tragedi itu, seorang warga bernama Andra Siahaan, menderita luka bacok. Hal itu lalu dilaporkan ke Polsek Binjai Utara.

Dijelaskan Andra Siahaan, dalam peristiwa itu, kereta seorang oknum polisi bernama Andi, ditabrak oleh puluhan anggota PP tersebut. “Aku sendiri nggak tahu kenapa aku diserang. Aku aja nggak pernah ikut-ikut organisasi itu. Saat itu aku sedang berada di stasiun pos jaga Komplek Surya Permai. Untung aja nyawaku tidak melayang dan cuma luka bacok di kepala dan punggung,” kata Andra, sembari menambahkan, puluhan massa PP itu baru membubarkan diri setelah satu tim kepolisian melepaskan tembakan peringatan berulang kali ke udara.

Sementara itu, guna keseimbangan, wartawan telah berupaya berkali-kali untuk mencari keberadaan pihak Agus, sang Ketua PP. Namun sejak peristiwa ini terjadi, Agus tak kunjung berhasil ditemui.

Kapolsek Binjai Utara AKP Widya membenarkan laporan Agus Hasibuan. “Saat itu dia tidak datang sendiri. Tapi ditemani oleh beberapa anggotanya dan saat itu mereka mendapatkan kabar jika kantor PP dirusak dan mereka sendiri bertanya siapa yang merusak kantor itu,” kata AKP Widya.

Ditambahkan AKP Widya, pihaknya akan berusaha mempertemukan kedua pihak guna menyelesaikan permasalahan ini. “Kasus ini sudah ditangani Polres Binjai,” akhir AKP Widya. (tim)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id