21 Jun 2012

Kos di Kamar 18

Ads by Google

Merantau dari kampung, Lae Togar tinggal di kos-kosan di seputaran Jl SM Raja. Kebetulan, Lae Togar adalah penulis naskah drama. Tapi, setengah tahun kemudian, naskahnya belum juga ada peminat. Jelas dia kebingungan menutupi uang kos yang udah nunggak 2 bulan.

Bapak kos pun kemarin memanggilnya dan menagih uang kos. Digedornya kos no 18 yang dihuni Lae Togar. Dasar penulis, Lae Togar berusaha membujuk bapak kos.

Lae Togar: “Tidakkah Bapak seharusnya bangga bahwa Saya tinggal di rumah ini? Ingat Pak, seratus atau bahkan dua ratus tahun mendatang, orang-orang yang melewati rumah ini akan berkata, ‘Lihat, di rumah itulah almarhum Lae Togar, si penulis drama pernah tinggal’. Bukankah itu merupakan kebanggaan buat keturunan Bapak?”

Bapak Kos: “Gar, tak usah banyak kali cakap kau. Kalau hari ini kau nggak bayar kos, maka besok pagi orang-orang sudah akan ngomong seperti yang kau bilang tadi. Tak perlu nunggu 100 tahun!” (*)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage