31 May 2012

Dirut PD Pasar Jadikan Pedagang ‘Sapi Perahan’

Ads by Google

MEDAN-PM
Kebijakan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dengan penyesuaian tarif kontribusi 50 persen menuai protes. Dirut dituding mencari keuntungan dan menjadikan pedagang ‘sapi perahan’ karena penyesuaian tarif tidak dibarengi perbaikan fasilitas pasar.
Tokoh masyarakat Tajuddin Noor mengungkapkan hal itu pada wartawan, mengomentari kisruh di PD Pasar.
“Pedagang seharusnya tidak dijadikan sapi perahan. Kalau memang mau dinaikan atau disesuaikan, pada prinsipnya pedagang sudah siap. Tapi  itupun juga harus dibarengi dengan perbaikan di pasar,” ujar mantan dirut operasional PD Pasar Kota Medan ini.
Tajuddin menambahkan, pada prinsipnya target yang dicapai tidak hanya kepada keuntungan PD Pasar semata untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi juga harus memberi perbaikan pada pedagang dan pengunjung pasar.
“Saya lihat pasar hanya semata-mata menjadi objek bagi kepentingan penguasa sebagai sumber PAD. Tanpa memikirkan nasib pedagang agar menjadikan pasar menjadi diminati masyarakat atau konsumen,” tukasnya.
Tajuddin juga menilai, selama ini PD Pasar telah melakukan pembiaran terhadap keberadaan pasar di Medan sehingga banyaknya pungli-pungli yang dilakukan oknum PD Pasar terhadap para pedagang. “PD Pasar seharusnya mementingkan kepentingan pedagang dan kenyamanan. Sehingga pedagang bisa meningkatkan omsetnya. Jadi Dirut PD Pasar harus punya konsep tidak hanya meningkatkan PAD saja,” sarannya.
Soal penyesuaian tarif, Tajuddin menduga Dirut PD Pasar Beni Sihotang mempunyai kepentingan sendiri. “Sepertinya ada kepentingan Dirut yang merupakan perpanjangan Pemko Medan, mengingat tidak adanya keseimbangan. Untuk itu Dirut seharusnya mempunyai konsep penataan kota daripada menaikan tarif,” paparnya. (ali/mar)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id