12 May 2012

Cewek SMP Cinta Mati Sama Tubang

Ads by Google

MEDAN-PM

Memang zaman sudah edan. Bisa-bisanya seorang siswi SMP cinta mati sama kakek-kakek alias tubang. Saat sang kekasih dibogem dan diboyong ke kantor polisi, Bunga (15), sampai meraung sejadi-jadinya.

Kakek ‘beruntung’ itu adalah M Pasaribu (54), warga Jalan Sei Mencirim, Desa Suka Maju. Sedang korbannya, Bunga (bukan nama sebenarnya), berdomisili di kawasan Jalan Sunggal. Hubungan mereka telah berlangsung selama 3 bulan.

Lantaran hubungan yang berpaut jauh soal usia, tentu saja ditentang keluarga. Lantaran itu pula, Bunga menjalaninya dengan melakoni backstreet, alias sembunyi-sembunyi.

Meski dibilangi berkali-kali, ternyata Bunga bebal. Merasa kesal, keluarga akhirnya menggrebek dan menggelandang M Pasaribu ke Polsek Sunggal, kemarin (11/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Di Mapolsek, salah seorang keluarga Bunga yang tak mau menyebutkan namanya menuturkan, belakangan ini cewek ABG itu kerap keluar rumah. Kecurigaan mereka terbukti dengan adanya cerita-cerita dari teman Bunga.

“Dia (Bunga-red) mengaku keluar ke tempat kawannya. Begitu kami tanyai kawannya, rupanya tidak. Rupanya ke tempat si tua bangka itu,” terang orangtua kandung Bunga pada POSMETRO MEDAN yang enggan namanya dikorankan.

Ditanyai sejauh mana hubungannya dengan M Pasaribu, Bunga diam. Dia bahkan lebih banyak menangis saat berada di ruang pemeriksaan. Gara-gara sikap anaknya itu pula, keluarga menduga Bunga telah diperawani oleh sang kakek. “Aku curiga kok lengket aja dia sama itu tua Bangka ini,” kesal keluarga.

Sementara M Pasaribu yang digelandang ke Polsek Medan Sunggal, tampak babak belur diduga habis dipermak keluarga Bunga. Tapi anehnya, pria botak yang kemarin cuma memakai kaos putih sobek tanpa sandal itu, terlihat seperti orang tak bersalah.

Dengan enteng, dia malah mengatakan, Bungalah yang selalu mengejar-ngejar dirinya. ”Dia yang suka sama saya. Sering kali dia maksa saya untuk jumpa dengan dia di luar,” ujar pria yang tutup mulut soal status jati diri dan keluarganya.

M Pasaribu juga mengatakan, Bunga pernah mengancam akan bunuh diri jika dia tak segera menemuinya dan membawanya jalan-jalan pada hari Minggu (6/5) lalu. “Makanya saya temui dan ajak dia jalan-jalan. Rupanya seperti ini akhirnya,” kesalnya.

Kembali saat akan ditanyai wartawan, Bunga langsung dibawa petugas ke ruang Unit PPA Polsek Sunggal. Padahal dia mengaku hendak bercerita banyak tentang peristiwa tersebut.

Sayangnya, Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Viktor Ziliwu enggan memberikan kesempatan. ”Sudah, bawa saja mereka ke ruang PPA. Biar gak nyebar. Jangan kasih bicara sama yang lain,” ujarnya pada personilnya.

Tapi begitu POSMETRO MEDAN hendak menanyai M Pasaribu yang tampak babak belur, Bunga tampak kesal. Dia memperhatikan dengan mata berkaca-kaca.

Cewek belia ini seakan tak peduli dengan luka robek di bibirnya, lantaran sobek saat menghalangi aksi massa sejam sebelumnya. “Sudahlah bang. Jangan banyak tanya. Macam wartawan aja abang ini lama-lama aku liat. Itu urusan aku, jangan ikut diurusin,” jerit Bunga.

Masih di Mapolsek Medan Sunggal, ada salah seorang teman Bunga yang turut hadir. Disebutkan sahabat satu sekolahnya itu, kecintaan Bunga terhadap sang kakek bermula dari pertemuan di bengkel tempel ban tempat M Pasaribu mencari nafkah. Itu pun, lantaran diberi aba-aba oleh petugas, sahabat Bunga itu akhirnya tutup mulut lalu memilih masuk ke ruang juper.

Terpisah, rekan-rekan M Pasaribu yang datang ke Polsek Sunggal, mengaku kaget dengan kejadian ini. Sebab kata mereka, selama ini Bunga yang sering memaksa agar M Pasaribu menemuinya.

“Ia bang. Si ceweknya ini yang parah. Dia pernah ngancam mau bunuh diri kalau si Pasaribu nggak mau jumpai dia. Tapi memang kami dengar-dengar, si Pasaribu ada menasehati dia dan menyuruh supaya adek itu masuk SMK 8. Mungkin gara-gara itu, makanya diuber terus si Pasaribu,” terang pria berbadan tegap yang juga tak mau menyebutkan namanya, dengan alasan tak ingin terlibat masalah, seraya berlalu.

Belum diketahui dengan pasti apakah Bunga sempat dicabuli atau belum oleh M Pasaribu. Sebab, sampai redaksi meninggalkan Mapolsek Medan Sunggal, dia masih diperiksa intensif. ”Belum tahu kita. Kan masih dalam lidik,” ujar Aiptu Hambali, seorang petugas unit PPA.(mri)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id