03 May 2012

2 Penderes Disiram Soda Api, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Mata Buta

Ads by Google

MEDAN-PM
Sebulan berlalu pelaku penyiraman soda api terhadap Natangsa (37) dan Sani Ginting (45) di Tanjung Binge, Binjai belum juga ditangkap polisi. Padahal, akibat kejadian itu Sani meninggal dunia, sedangkan Natangsa buta.
Padahal menurut korban, pelaku penyiraman adalah warga sekitar yang hingga kini masih bebas berkeliaran. Menurut Natangsa,  kejadian naas yang dialaminya bersama Sani  terjadi pada 30 Maret lalu.
Dirinya bersama Sani hendak pulang sehabis menyelesaikan tugasnya menderes getah. Saat dalam perjalanan  pulang kedua pelaku berinsial R dan M menyerempet mereka pakai kereta.
Saat itu, R yang berada di boncengan langsung menyiramkan soda api ke arah kedua korban. Siraman itu membuat tubuh Sani melepuh. Sedangkan Natangsa yang saat itu yang membawa kendaraan kena di bagian matanya.
Habis menyiramkan soda api, pelaku langsung pergi meninggalan lokasi. Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong, langsung membawa korban ke puskesmas terdekat, namun karena kondisi lukanya parah, keduanya dirujuk ke RS.Pirngadi Medan. Naas, selama seminggu menjalani perawatan Sani menghembuskan nafas.
Sedangkan, Natangsa mengalami buta pada mata kirinya. “Tanggal 7 April meninggalnya Sani,” kata Natangsa,  Kamis (3/5) sore.  Namun, setelah sebulan membuat pengaduan ke Polres Binjai hingga saat ini kedua pelaku yang  mereka kenal tak kunjung ditangkap polisi.
Natangsa heran mengapa polisi belum juga menangkap kedua pelaku yang dikenal sebagai preman di kampung tersebut. “Polisi takut menangkapnya karena mereka centengnya disitu,” sambungnya.
Terpisah,  Wati istri almarhum Sani mengaku pasca peristiwa penyiraman soda api yang menewaskan suaminya dirinya kerap mendapat ancaman diteror melalui pesan singkat.
Teror itu membuatnya takut dan terpaksa mengungsi di rumah keluarganya. “Saya diteror-teror gitu, anak aku sampai trauma,” katanya.
Wati berharap polisi segera menangkap kedua pelaku. Wati yang kini menjadi tulang punggung keluarga mengaku tidak tahu sebab hingga suaminya disiram soda api.
Hal senada dikatakan Natangsa yang mengaku heran mengapa pelaku tega menyiramkan soda api padanya. “Sebelumnnya aku tidak ada masalah dengan mereka,” katanya.
Natangsa mengaku saat kejadian almarhum Sani diboncengnya. “Saat itu aku yang bawa kereta. Sedangka Sani aku bonceng. Sedangkan yang menyiramkan soda api, orang yang diboncengan,” ucapnya. (eza/ton)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage