17 Sep 2013

Status Sinabung Masih Siaga

Ads by Google

Volume Gempa Vukanik dan Tremor Menurun

SIMPANG EMPAT-PM

Ribuan pengungsi korban letusan Gunung Sinabung mengeluhkan kurangnya sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di lokasi penampungan. Keterbatasan itu membuat mereka harus antre berjam-jam. Kondisi itu terlihat di lokasi penampungan Jambur Sempakata Kabanjahe.

Antrean panjang terjadi, Senin (16/9), karena jumlah kamar mandi yang ada di sana terbatas, sementara jumlah pengungsi semakin banyak. Di lokasi ini fasilitas kamar mandi yang tersedia hanya 5 unit, masing-masing 2 untuk laki-laki, dan 3 untuk perempuan. Sementara jumlah pengungsi yang berada di sana sebanyak 2.730 orang.

“Harus menunggu lama kita kalau mau menggunakan kamar mandi. Beginilah situasinya di sini,” kata S Beru Ginting, salah seorang pengungsi.

Situasi serupa juga terjadi di sejumlah lokasi penampungan lainnya. Antara lain di Jambur Taras, di Kec. Berastagi yang menjadi lokasi penampungan 1.560 orang pengungsi. Selain masalah MCK, ternyata para pengungsi juga mengkhawatirkan keselamatan dan nasib ternak-ternak mereka yang terpaksa ditinggal di desa.

Saat Gunung Sinabung mulai ‘batuk-batuk’, warga sekitar langsung melarikan diri. Banyak dari mereka yang kabur tanpa membawa apa pun, kecuali pakaian yang melekat di badannya.

Mereka juga khawatir soal keamanan barang-barang yang ditinggalkan di rumah serta binatang-binatang peliharaan seperti sapi, kambing, babi dan ayam nya ditakutkan mati karena tidak ada yang memberi makan. Sementara Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Polres Karo turut ambil bagian dalam upaya mengatasi trauma anak-anak korban bencana alam letusan Gunung Sinabung yang berada di pengungsian. Anak-anak itu diajak bernyanyi dan bermain bersama.

Kegiatan trauma healing itu berlangsung Senin (16/9) di lokasi pengungsian Jambur Taras, Kec. Berastagi. Lima orang polwan aktif mengajak anak-anak itu bermain, serta menyanyikan lagu kebangsaan maupun lagu tradisional Karo.

Di dalam bangunan jambur, anak-anak itu berteriak gembira. Bertepuk tangan, dan saling tertawa melihat temannya bertingkah lucu saat dikenalkan tentang rambu-rambu lalu-lintas. Mereka pun berseru senang karena ada acara bagi-bagi permen dan coklat.

“Ini upaya kita untuk menghibur adik-adik ini, upaya untuk menghilangkan rasa trauma mereka terhadap letusan gunung berapi,” kata Inspektur Polisi Satu (Iptu) Waskita Sembiring, salah satu Polwan yang terlibat dalam kegiatan itu.

Disebutkan Waskita, mereka prihatin dengan bencana alam yang tengah terjadi, dan berharap anak-anak yang menjadi korban bencana ini dapat keluar dari situasi yang muram.

“Kalau mereka masih berada cukup lama di penampungan, kita akan melakukan kegiatan seperti ini, mengajak adik-adik ini bermain,” kata Waskita yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Kepala Polsek Berastagi.

Hingga kemarin Gunung Sinabung masih menyemburkan asap dan abu vulkaniknya. Meski volumenya sudah mulai menurun dibanding sehari sebelumnya, tapi kondisi ini tak serta merta membuat pihak berwenang berani menurunkan status siaga (level III) gunung setinggi 2.460 meter dpl tersebut menjadi waspada. Karena itu, para pengungsi yang jumlahnya telah mencapai 5877 jiwa itu belum diijinkan kembali ke desa masing-masing.

Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Armen Putra, hingga Senin (16/9) sore, gempa vulkanik yang terjadi memang tak sebanyak sehari sebelumnya, dimana tercatat hingga pukul 12.00 WIB gempa terjadi sebanyak 13 kali. Meski begitu pihaknya masih terus mempelajari dan memantau perkembangan Gunung Sinabung.

“Meski volume dan tremornya sudah berkurang, tapi kita masih tetapakan status siaga bagi radius 3 Km. Ini harus dipelajari secara terus menerus, apalagi gunung ini punya keunikan,” ujar Armen. Keunikan yang dimaksud adalah, bisa meletus secara tiba tiba (explosive).

Ini jelas berbeda dengan gunung berapi lain di Indonesia yang bisa diperkirakan waktu meletusnya. Tapi, karena Sinabung termasuk dalam kelas gunung yang tak besar, letusan yang mengeluarkan bola pijar dan awan panas biasanya hanya mengenai radius 2 Km. Hal senada juga dikatakan Plt Kaban Kesbang Pol dan Linmas Kab Karo, Ronda Tarigan. Dalam keterangannya, Pemkab Karo tetap akan melaksanakan operasi tanggap bencana melalui pengelolaan pengungsi yang berada di beberapa tempat, seperti Berastagi, Kabanjahe dan Kec. Payung.

“Meski volume letusannya menurun, tapi para pengungsi belum diperbolehkan pulang, kita harapkan agar pengungsi dan masyarakat luas mengikuti arahan Pemkab Karo,” tegas Tarigan.

Sejauh ini, sejak Senin pagi debu vulkanik yang sebelumnya menerpa Berastagi mulai berkurang. Kini hanya sisa-sisa debu vulkanik yang tertinggal di atap-atap rumah warga, pohon dan areal terbuka bebas. Sedang sisa asap berembus ke arah timur laut. Melewati sejumlah desa yang berada di Kec. Naman Teran. Desa Sukandebi termasuk yang paling parah dilanda abu vulkanik. Desa ini sebenarnya relatif jauh dari gunung, namun karena menjadi lintasan abu, maka sebagian besar warganya juga sudah mengungsi.

Sementara di lokasi terpisah, sebanyak 1.560 jiwa pengungsi yang  sebelumnya menempati Jambur Taras Rumah Berastagi terpaksa dipindah lagi ke tiga lokasi berbeda. Pemindahan  ini dilakukan karena jambur tersebut mau dipergunakan sebagai tempat pesta adat. Perpindahan ini berlangsung sesuai kesepakatan antara pengelola jambur dengan pemerintah. Di mana sebelumnya, saat pertama ditampung di sana, pengelola jambur Taras Rumah Berastagi telah menegaskan kalau pengungsi hanya bisa sementara waktu mengisi jambur, karena jauh hari sebelumnya telah ada jadwal pemakaian dalam rangka pesta perkawinan.

“Kami sudah deal dari awal karena memang sudah ada yang menyewa ini untuk Selasa (17/9), namun kami pun tak akan tinggal diam membantu mereka di tempat yang baru,” ujar Naksir Purba, pengelola Jambur Rumah Berastagi.

Koordinator Penampungan Pengungsi Berastagi, Edison Karo-Karo pun tak menampik kalau telah ada kesepakatan sejak mula. Karo-Karo juga menyebutkan para pengungsi asal 13 desa itu dipindah ke tiga tempat, yakni Gedung KWK dan Kantor Klasis GBKP Jl. Udara Berastagi serta ke Masjid Istihrar. Edison juga mengatakan jika semua pengelolaan pengungsi tetap berjalan seperti semula , hanya lokasi saja yang dialihkan.

Di tempat yang baru juga pihaknya telah menyiapkan fasilitas umum yang penting bagi pengungsi. Khusus di Masjid Istihrar tambah koordinatornya, Kasman Sembiring jumlah pengungsi sebanyak 174 jiwa, disini mereka mengisi kamar kamar bangunan baru di masjid yang berlokasi di Jl. Perwira Berastagi itu.

>>Gubsu & Pangdam Jenguk Pengungsi

Pemkab Karo diharapkan sesegera mungkin membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengingat daerah ini adalah kawasan rawan bencana. Hal ini dikatakan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pojo Nugroho saat mengunjungi pos pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Jambur Sempakata Kabanjahe, Senin (16/9).

“BPBD itu berfungsi untuk menetapkan pedoman dan pengarahan standarisasi dan prosedur tetap, menyusun dan menetapkan serta mengelola sistem data dan informasi kebencanaan. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang serta barang, mempertanggungjawabkan  penggunaan anggaran baik yang bersumber dari APBD maupun sumber lainnya yang sah dan melaporkan penyelenggaraan penanggulangan bencana,”jelas Gatot.

Saat wartawan menanyakan tak adanya peringatan dini kepada masyarakat yang berada di kaki Gunung Sinabung, Gubsu menjelaskan bahwa pihaknya sudah meminta bantuan kepada pemerintah pusat agar memberikan alat pendeteksian aktivitas Gunung Sinabung, namun sampai saat ini alat yang diharapkan belum terealisai.

“Gunung Sinabung ini perilakunya unik dan tidak seperti gunung-gunung yang lain, dia (Gunung Sinabung) bisa tiba-tiba meletus tanpa ada tanda-tanda sebelumnya,” tambah Gatot.

Sementara Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Burhanuddin Siagian yang turut datang bersama Gubsu berharap masyarakat Karo yang terkena musibah tetap sabar dan berdoa. “Ini dalah fenomena alam. Saya berharap masyarakat Karo bersabar dan tabah menghadapi cobaan ini,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Pangdam I Buki Barisan juga menyerahkan bantuan kepada para pengungsi berupa 3,5 ton beras, 3000 masker, 17 dus susu, 139 dus mie instan dan 400 selimut. Sementara data yang terakhir yang dihimpun hingga Senin dari Pos Pengungsian Sinabung di teras Kantor Camat Kabanjahe, jumlah pengungsi telah menembus angka 5877 jiwa. Mereka ditempatkan di 7 lokasi penampungan.

Antara lain 2730 jiwa di Jambur Sempakata Kabanjahe, 1329 jiwa di Jamburta Ras Berastagi, 60 Jiwa di Mesjid Agung Kabanjahe, 600 Jiwa di GBKP Kota Kabanjahe, 590 jiwa di Klasis GBKP Kabanjahe, 88 jiwa di Zentrum Kabanjahe dan 60 jiwa di Gereja Katolik Kabanjahe.

>> Warga Sibolangit Kena Imbas

Letusan gunung Sinabung ternyata tak hanya membuat warga Tanah Karo was-was. Sejumlah desa yang tersebar di Kec. Sibolangit juga turut terkena imbas. Pasalnya hujan debu vulkanik ini sudah sampai ke Desa Bandar Baru, Desa Sibolangit sekitarnya. Akibatnya, ratusan warga jadi cemas, karena takut terjangit penyakit seperti Ispa dan lainnya. Saat ditemui POSMETRO MEDAN di Sibolangit, Senin (16/9) sore, salah seorang warga bernama Jus Tarigan mengaku abu sisa letusan gunung tersebut paling parah melanda Kec. Sibolangit.

“Meski tak separah di Tanah Karo, tapi warga tetap waspada untuk mengantisipasi hal-hal yang kemungkinan terjadi,” ujar Tarigan, diamini warga lain.

Hal senada juga dibenarkan  Camat Sibolangit, Drs Amos Karo-karo saat dikonfirmasi.

“Memang ada terlihat debu di sini, namun belum meresahkan, tetapi kita telah menerima bantuan dari Dinas Sosial yang memberikan 3900 buah masker, dan kalau pun ada bantuan lain kita tunggu untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi pasca letusan Gunung Sinabung itu,”ujar Amos.

Selain itu, pihaknya juga sudah membuka posko di Puskesmas serta kecamatan. Untuk itu, Amos menghimbau warga memakai masker saar beraktifitas di luar rumah. “Memang sampai saat ini belum ada warga yang melapor terserang Ispa,”jelas Amos.

(nang/fer/roy/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id