13 Sep 2013

Belawan Berdarah Lagi

Ads by Google

Puluhan Rumah Rusak, Puluhan Warga Luka-Luka

BELAWAN-PM

Perang antar dua kelompok pemuda di lorong Gudang Arang dan Lorong Papan, Melati dan Sundari Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan kembali menumpahkan darah, Kamis (12/9) malam.

Aksi saling serang menggunakan batu dan kelewang itu mengakibatkan puluhan warga terluka dan harus mendapat perawatan. Bahkan puluhan rumah yang ikut jadi sasaran mengalami kerusakan parah, tercatat dua rumah hingga terbakar.

Pantauan POSMETRO MEDAN di lapangan, perang antar lorong yang berlangsung sehabis magrib berawal dari kabar seorang pemuda dari lorong Gudang Arang diculik.

Anehnya lagi, kelompok dari Lorong Papan malah mendapat info kalau rekan mereka diculik pemuda kelompok Gudang Arang. Gara-gara kabar burung yang belum benar, kedua kelompok menyusun kekuatan melakukan penyerbuan. Alhasil perkelahian aksi saling serang berlangsung sengit di areal perkuburan umum di Jalan TM Pahlawan, Kec. Medan Belawan.

Hujan batu dan lemparan bom molotov berseliweran di langit Jalan TM Pahlawan. Akibatnya, dua rumah milik Zulkifli dan Godang terbakar bagian atapnya. Percikan api akhirnya padam dengan sendirinya. Suasana mencekam terus mewarnai lokasi perang saat listrik padam.

Pertikaian yang lambat diantisipasi polisi akhirnya merebak hingga ke arah Jalan Stasiun Belawan. Di areal akses jalan Medan menuju Pelabuhan Belawan, kelompok pemuda dari Gudang Arang dipersenjatai kelewang melakukan penyerangan ke arah Simpang Sundari sehingga atap rumah penduduk menjadi sasaran lemparan rusak.

Perang antar kedua kelompok memang bukan kali pertama terjadi di lorong Gudang Arang dan Lorong Papan. Hal itu pula yang membuat pertikaian dengan cepat meluas.

“Ini gara-gara ada kelompok mereka yang diserang, makanya perangnya sampai ke jalan. Ini pasti terus berlangsung karena dendam lama membuat mereka terus perang,” kata warga menyaksikan perang tersebut.

Aksi saling serang berlangsung hingga dua jam lamanya. Petugas Polres Pelabuhan Belawan yang berada di lokasi belum mampu melerai pertikaian. Polisi sendiri tampak mencari lokasi aman dari aksi saling lempar kedua kelompok. Minimnya personil dari kepolisian membuat kedua belah pihak terus melakukan perang tanpa mengahiraukan petugas yang ada. “Serang.. serang.. jangan mundur,” teriak kedua belah pihak saling melempar batu.

Letusan senjata petugas berulang kali dimuntahkan ke udara. Namun tak membuat kedua belah pihak mundur, bahkan situasi semakin memanas hingga keadaan tak terkendali lagi. Para orang tua yang tampak khawatir dengan anak-anak mereka menanti dengan cemas di depan rumah.

“Sudahlah jangan kalian perang, nanti kita juga yang mati. Sudah hancur semua rumah kalian buat, ngapain kalian perang,” teriak omak-omak tak tahan melihat keadaan semakin memanas.

Hingga pukul 23.47 wib, perang antar warga ini belum berhasil diredam aparat polisi. Padahal Polres Pelabuhan Belawan telah menerjunkan 3 truk personel Dalmas dan dibantu Brimob.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aswin Sipayung dikonfirmasi mengaku, pihaknya masih terus melakukan pengamanan dan telah mengkerahkan Brimob untuk melakukan pengamanan. “Kita sudah kerahkan Brimob untuk turun ke lokasi,” kata Aswin yang dihubungi POSMETRO MEDAN.

>>Sudah Jadi Tradisi Sejak 30 Tahun Lalu

Bentrokan antara lorong Bakti Kelurahan Belawan terjadi di Jalan Makam Pahlawan sudah sering terjadi. Akibat konflik yang sudah menjadi tradisi sejak 30 tahun silam itu, seorang pemuda warga Gudang Arang pernah jadi korban. Suryadi Hasibuan (22), warga Jalan Makam Pahlawan, Gudang Arang Lorong Bakti Kelurahan Belawan I Lingkungan 30 ini, tewas tak lama setelah dibantai warga Belawan. Korban tewas  saat akan tiba di RSU dr Pirngadi Medan.

Selain itu bentrok antar pemuda juga pernah terjadi di Lorong Papan dengan Gudang Arang di Belawan. Bentrok tersebut terjadi di areal pemakaman umum di Jalan Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Medan Belawan.

Kedua belah pihak saling melempar batu, namun, tidak ada korban jiwa dalam bentrok tersebut. “Memang sudah sering kali bentrok antar lorong ini, namun permasalahan ini tidak bisa diselesaikan,” ujar seorang warga.

Pihak kecamatan bahkan sudah acap kali mendamaikan kedua kelompok. Acara among-among dan berbagai syukuran juga sudah pernah dilakukan sebagai jembatan perdamaian, namun perang antar pemuda tetap saja bergolak.

(ril/bud/fal)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id