25 Aug 2013

Kekasih Dibunuh, Mayatnya Diperkosa

INTEROGASI - Tersangka Tohap Sinaga saat di Interogasi di Polsek Lumbanjulu. Sabtu (24/8) (FOTO: TAMAN HALOHO)
Ads by Google

Kesal Selalu Dimintai Uang

PARAPAT-PM

Meski awalnya sayang dan cinta, namun Tohap Sinaga (22) lama kelamaan jengkel juga karena sang kekasih, Eviwati br Sitorus (19) selalu minta uang. Jika tak diberi mengancam akan mencari pacar baru. Gelap mata, lajang warga Sosor Panopaan, Kel. Girsang, Simalungun itu membunuh siswi kelas tiga SMA HKBP Parapat itu, dan memperkosa mayatnya.

Pembunuhan sadis berujung pemerkosaan itu bermula dari penemuan mayat Eviwati br Sitorus warga Huta Rara Desa Aek Natulu Jaya, Kec. Lumban Julu, Kab. Tobasa di ladang kopi, 500 meter dari rumahnya, dengan kondisi setengah bugil dan membusuk, Senin (19/8) pukul 11.30 WIB.

Temuan itu membuat polisi dari Polsek Lumban Julu sibuk melakukan penyidikan untuk mengungkap sosok pelaku. Empat hari melakukan penyelidikan, tim buser Polsek Lumban Julu yang dipimpin Ipda BE Sinaga berhasil mengamankan pelaku. Betapa terkejutnya keluarga korban saat mengetahui pelakunya adalah Tohop Sinaga, yang merupakan kekasih anak mereka, Eviwati br Sitorus.

Penangkapan Tohap Sinaga ketika pelaku tengah asik menoton pertandingan bola kaki Mansur Cup. Saat itu pelaku tengah duduk di salah satu warung yang berada di lapangan bola kaki Girsang dua, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Jumat sore (23/8), sekira pukul 15.40 wib.

Saat diinterogasi tim buser Polsek Lumban Julu, Tobasa, Tohap Sinaga mengakui perbuatannya dan dalam melakukan pembunuhan tersebut, ia bertindak sendiri. Dugaan motif pembunuhan dikarenakan, pelaku sakit hati karena korban sering meminta uang kepadanya dan jika tidak diberikan korban mengancam akan memutuskan hubungannya dengan pelaku, serta mencari pacar baru.

“Korban pertama kali memimta uang kepada saya sebesar Rp 125 ribu, lalu Rp 100 ribu dan terakhir meminta uang Rp 125 ribu. Dari mana uang saya. Sementara pekerjaan saya hanya buruh tani dan mocok–mocok (kerja tidak tetap),” ungkap mantan pekerja di PT Aquafarm Nusantara (AN) itu.

Aksi pembunuhan itu dilakukannya dengan cara mencekik leher korban hingga tak bernyawa. Setelah tewas, jasad Eviwati diperkosa Tohap Sinaga. Setelah selesai, pelaku menyeret korban kawasan kebun kopi di Desa Aek Natulu Jaya, Kec. Lumban Julu, Kab. Tobasa, 500 meter dari korban.

Setelah memastikan kekasihnya itu tewas, Tohap pun kabur dengan mambawa handphone korban, lantas membuangnya sekitar 300 meter dari TKP.

“Sebelumnya saya (pelaku) naik Angdes (angkutan pedesaan) Parsito menemui korban. Setelah melakukan pembunuhan tersebut, saya pulang ke rumah di Girsang dua, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dengan berjalan kaki. Karena saat itu Angdes sudah tidak ada lagi yang lewat, karena sudah gelap dan malam,” kenang pelaku.

Kapolres Tobasa AKBP Edy Faryadi mengatakan turut berbelangsukawa atas kejadian yang menimpa keluarga korban dan mendoakan kiranya arwah korban diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan berharap, pihak keluarga korban bersabar dalam pemeriksaan dan interogasi nanti. “Harap bersabar, kami akan menangani kasus ini secara professional,” janji Kapolres Tobasa.

Sementara itu, Kepala Desa Huta Rara, Desa Aek Natulu Jaya, Kec. Lumban Julu, Kab. Tobasa, P Sitorus mengatakan atas nama warganya, menyampaikan terimaksih kepada jajaran petugas Polres Tobasa, terutama Polsek Lumban Julu yang telah berhasil manangkap pelaku pembunuhan warganya Eviwati Br Sitorus.

“Kami sangat berterimakasih kepada Polsek Lumban Julu yang berhasil mengungkap pembunuhan Eviwati br Sitorus. Kami berharap, agar mengungkap motif pembunuhan sebenarnya dan pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” pinta keluarga korban, diamini warga lainnya.

(th/smg/bud)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id