12 Aug 2013

Dua Kali Disetubuhi, Cewek Sidikalang Ditinggal di Hotel

Ads by Google

MEDAN-PM

Setelah dua kali disetubuhi, Mawar (18) sebut saja namanya begitu, ditinggal pergi begitu saja oleh Alex Tarigan (23) di sebuah kamar Hotel Borobudur, Jl. Jamin Ginting Medan. Karena berasal dari Sidikalang, Mawar jelas kebingungan. Apalagi, saat itu ia tak ada mengantongi sepeser pun uang. Tak tau harus berbuat apa lagi, wanita yang baru tamat SMA itu akhirnya memberanikan diri menghubungi orangtuanya, Selasa (8/8) sekira pukul 18.00 WIB. Emosi dan tak terima masa depan putrinya dirusak, malam itu juga korban dibawa ke Polsek Delitua untuk membuat laporan pengaduan.

Info yang dihimpun POSMETRO MEDAN, Alex dan Mawar yang sama-sama berasal dari Sidikalang itu sudah setahun pacaran. Tapi hubungan keduanya ditentang orangtua Mawar. Hal ini pula yang membuat Alex kesal, hingga Senin (5/8) lalu, ia diam-diam mengajak Mawar jalan-jalan ke Medan. Karena takut dimarahi orangtuanya, semula Mawar menolak. Tapi Alex memaksa dengan dalih sebagai kenang-kenangan sebelum ia berangkat ke Malaysia.

“Katanya dia mau merantau ke Malaysia dan untuk kenang-kenangaan, dia ajak jalan ke Medan. Awalnya aku nggak mau, tapi Alex bilang kalau menolak, berarti aku nggak cinta sama dia. Makanya aku mau,” kenang Mawar.

Singkat cerita, sepeda motor Alex yang membonceng Mawar pun melesat dari Sidikalang ke Medan. Setiba di Medan, ternyata Mawar bukannya diajak keliling kota. Tapi sebaliknya, gadis yang tak gadis lagi itu malah dibawa nginap di Hotel Borobudur. Kamar hotel kelas melati itu jadi saksi saat Alex mulai meluncurkan rayuan mautnya. Dengan dasar cinta, pria pengangguran itu mengajak Mawar berhubungan intim. Semula Mawar menolak. Tapi lagi-lagi karena atas dasar cinta, Mawar akhirnya manut juga. Hingga hubungan suami istri itu terjadi sebanyak dua kali.

“Selain atas dasar cinta, aku juga takut ditinggal Alex. Karena saat itu aku tak bawa uang,” kata Mawar.

Puas menyetubuhi korban, diam-diam Alex pun pergi dari hotel meninggalkan Mawar yang masih terlelap. Ketakutan sendirian di hotel, Mawar akhirnya menelepon orangtuanya. Beberapa jam berselang, ayah korban S. Sembiring (43) tiba di lokasi. Tak kesucian putrinya direnggut. Malam itu juga korban dibawa tuk membuat laporan ke Polsek Delitua.

“Aku dipaksa melayani dia pak,tadinya aku mau diajak ke Medan karena Alex ngaku mau mengajakku ke tempat yang enak-enak dan katanya kalau aku cinta sama dia, aku harus ikut,” lirih Mawar dengan linangan air mata.

Meski ngaku pacaran dengan Alex, tapi Mawar menolak kalau hubungan intim itu mereka lakukan atas dasar suka sama suka. Karena ia mengaku dipaksa. “Aku dipaksa,aku nggak mau gituan,aku juga ditipu,katanya mau dibawa jalan-jalan tapi ternyata aku dibawa ke hotel. Tolong tangkap dia pak. Malu kali aku sama bapak mamakku, tolonglah pak, tangkap dia,” kesal Mawar.

Sementara  itu, S Sembiring mengaku kecewa dan sangat menyesalkan peristiwa yang menimpa anaknya. Pasalnya dari awal, Sembiring mengaku sudah tak senang melihat karakter Alex yang pengangguran dan suka mabuk-mabukan. Bahkan ia mengaku tak jarang satu lapo tuak dengan pelaku. Itu pula yang mendasari dirinya tak setuju kalau Alex pacaran dengan putrinya. “Aku sudah sering bilang sama anakku kalau Alex itu nggak bagus orangnya. Sering minum tuak satu lapo samaku. Sering juga aku usir dia pas datang ke rumah,tapi nggak jera-jera juga, malah diginikannya anakku,” kesal Sembiring.

Sembiring makin terpukul karena tahun ini rencananya Mawar akan ia masukkan ke sekolah Akademi Perawat.

“Padahal aku mau masukkan anakku ini ke sekolah Akper atau bidan. Tapi sudah gini kejadianya mau cemana lagi aku,” lirih pria dengan tahi lalat di hidung itu dengan mata berkaca-kaca. Setelah membuat laporan, Sembiring akhirnya membawa kembali putrinya ke Sidikalang. Sembiring berharap dengan peristiwa ini anaknya akan mendengarkan perkataan dan nasehatnya.

“Kalau dilarang berhubungan dengan Alex, Mawar pasti membentak dan melawan kedua orangtuanya. Saat ini Mawar sudah menuai apa yang ditanamnya. Ginilah jadinya,” beber Fredy (20), sopir yang membawa kedua orangtua korban ke Medan.

Meski tanpa persetujuan orangtua, tapi hubungan Alex dan Mawar ternyata sudah terjalin selama setahun lebih. Menurut Mawar, kedekatannya dengan Alex berawal saat ia ikut les Bahasa Inggris di Sidikalang. Di suatu sore, sepulang les, Mawar berniat pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Saat itulah, Alex yang mengendarai sepeda motor datang merayu dan mengajaknya kenalan. Setelah itu, Alex juga menawarkan untuk mengantar Mawar pulang. Sejak saat itu keduanya mulai dekat dan resmi pacaran. Hingga kemarin, polisi mengaku masih memburu Alex.

“Laporan korban sudah kita terima dan masih dalam proses lanjut,” ungkap Kapolsek Delitua, AKP Wahyudi SIK.

(mri/deo)



Berbagi Cerita Disini




bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online

lazada.co.id