04 Aug 2013

Pak Haji Dibakar Hidup-hidup

Ads by Google

Disangka Dukun Santet

JAKARTA-PM

Disangka sebagai dukun santet, Haji Pasa Rinto (60) tewas mengenaskan setelah dibakar hidup-hidup oleh warga. Sebelumnya, korban sempat diseret dan disiksa dari rumahnya menuju sebuah tanah lapang.

Pembunuhan sadis seorang kakek itu terjadi di Desa Wadu Kopa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, Jumat (2/8). Ironisnya, aksi ini dipicu kicauan beberapa warga yang mengaku kerasukan dan menyebut Haji Pasa sebagai dukun santet, pasca meninggalnya seorang warga bernama Rita Haidah.

Menurut keterangan sumber, kejadian bermula pada sekitar seminggu lalu, saat seorang nenek bernama La Amu (55), yang tak lain adalah istri dari H.Pasa yang merupakan korban pembakaran masa meminta jajanan kepada tetangganya yang bernama Rita Haidah (25). Rita pun menjawab jika jajanan itu masih dibuat. Setelah jajanan selesai dibuat, ternyata Rita lupa membagikan kepada La Amu.

Berselang beberapa hari, tiba-tiba Rita menderita sakit dan pada Jumat (2/8) pagi, meninggal dunia dengan kondisi lidah menjulur dan badan membiru.

“Oleh beberapa kerabat, menyebut sebelum meninggal, Rita berpesan, bahwa sakit yang dideritanya adalah karena santet yang dilakukan H.Pasa dan Istrinya,” katanya, seperti dikutip dari media online lokal, kahaba, Jumat (2/8).

Menjelang penguburan Rita, sekitar pukul 10.00 WITA, tiba-tiba keluarga Rita berkumpul bersama masyarakat dan mendatangi Rumah Haji Pasa. Meski sempat melarikan diri melalui pintu dapur rumahnya, namun Haji Pasa tertangkap masa yang langsung menganiaya dan menyeretnya menuju lapangan.

Malang, tidak ada satu pun warga yang berusaha melarang aksi main hakim sendiri itu. Terlebih keluarga dari Haji Pasa pun tidak ada yang berani mendekat kerumunan massa.

Sebelum membakar tubuh Haji Pasa hidup-hidup, masa terlebih dahulu menyiramnya dengan bensin. Begitu juga ketika masa melihat Haji Pasa masih bernafas, mereka kembali membakarnya menggunakan kayu yang sudah dikumpulkan di sekitar lokasi kejadian.

Aksi kejam itu membuat istri dan keluarga Haji Pasa ketakutan dan memilih mengasingkan diri ke rumah kerabatnya, hingga akhirnya meminta perlindungan polisi.

Kapolres Bima, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Ekanawa Prasta mengatakan, aparat Kepolisian masih menyelidiki motif dari aksi sekelompok massa membakar korban. Namun dari informasi yang dikumpulkan, aksi pembakaran korban lantaran dicurigai sebagai dukun santet. “Untuk sementara kami masih mengumpulkan infomasi dalam rangka penyelidikan dan penyidikan,” katanya di lokasi kejadian.

Pasca kejadian, lanjut dia, aparat Kepolisian langsung mengevakuasi anak dan istri korban ke Mapolres Bima Kabupaten guna menghindari aksi lanjutan massa.

Dari penyelidikan awal, aparat Kepolisian telah mengantongi sejumlah nama warga yang melakukan aksi kekerasan hingga menyebabkan korban tewas. “Kita akan memeriksa keluarga korban sebagai saksi, karena dari informasi melibatkan kelompok orang dari dua desa. Jika ada halangan, kita akan melakukan pemanggilan paksa,” tegas Kapolres.

Pantauan di lokasi pasca kejadian, personel kepolisian telah disiagakan di lokasi untuk menjaga kondisi keamanan. Sementara di TKP, ratusan warga masih terlihat memadati lokasi kejadian di lapangan sepak bola Desa Wadokopa dan rumah korban, sekira pukul 13.00 Wita, setelah shalat jumat. Sedangkan proses pemindahan jasad korban, baru dilakukan sekira pukul 15.15 WITA dengan menggunakan mobil ambulan menuju RSUD Bima untuk selanjutnya diotopsi. Terlihat beberapa kerabat korban histeris saat jasad Haji Pasa dievakuasi oleh aparat kepolisian.

(int/bud)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage