07 Jul 2013

Dana Sertifikasi Guru Triwulan II Belum Cair

Ads by Google

MEDAN-PM

Guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan telah memiliki Surat Keterangan Direktur Jendral (SK Dirjen) diharapkan bersabar menunggu pencairan tunjangan sertifikasi triwulan kedua.

Hingga kini, dana yang diperuntukkan untuk kesejahteraan guru belum juga di cairkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Karena akan ada revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 41 tahun 2013. “Akan ada revisi PMK Nomor 41 tahun 2013, sehingga anggaran belum bisa dicairkan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Parluhutan Hasibuan,  melalui Ketua Sertifikasi Alfiansyah Purba Jum’at (5/7) lalu.

Tunjangan sertifikasi triwulan kedua seharusnya sudah bisa di bayarkan bulan ini, namun dengan keadaan seperti ini di harapkan guru-guru bersabar.

Dinas Pendidikan Kota Medan, kata Alfiansyah, hanya sebagai pelaksana aturan yang ada. Sekolah yang mengirimkan data pokok pendidikan (Dapodik) secara online, akan kembali di verifikasi sehingga akan memakan waktu. “Yang lama itu proses verifikasi data antara data pusat dan kenyataan pada sekolah masing-masing,” akunya.

Dijelaskan Alfiansyah lagi, tunjangan sertifikasi priode November-Desember 2012, serta triwulan pertama 2013 sudah di cairkan kepada guru-guru yang telah memiliki SK Dirjen. Untuk triwulan pertama ada sekitar 5.120 guru yang telah memiliki SK Dirjen telah mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Dia juga mengakui, saat ini masih banyak persoalan guru-guru yang belum memiliki SK Dijen, persoalannya adalah guru belum memiliki jam mengajar yang cukup yakni 24 jam per minggu, belum memiliki nomor register guru (NRG) serta nomor unik pendidik tenaga kependidikan (NUPTK). “Kalau memang belum memenuhi syarat belum bisa mendapatkan SK Dirjen,” katanya.

Untuk mencukupi jam menagajar guru sehingga mendapatkan SK Dirjen, Dinas Pendidikan akan melakukan proses pemerataan di sekolah-sekolah yang saat ini dianggap terjadi penumpukan guru. “Tahun 2013, Dinas Pendidikan akan melakukan pemerataan guru. Sehingga jam mengajar yang ditargetkan terpenuhi,” bilangnya.

Terpisah, Sekertaris Persatuan Guru Negeri (PGRI) Kota Medan, Andi Yudistira menyebutkan, pencairan tunjangan sertifikasi bermaslah di seluruh Indonesia. Lambannya pengiriman data dari Kabupaten Kota salah satu penyebabnya.

Andi juga mengatakan, PGRI Pusat dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah melakukan evaluasi tentang pencairan tunjangan sertifikasi tahun 2013 ini. Diambil keputusan pencairan tunjangan sertifikasi tahun 2014 akan di kelola oleh pemerintah pusat dan ini disampaikan oleh Ketua Sertifikasi Kemendikbud. “Aturan itu Ketua Sertifikasi Kemendikbud yang menyebutkan, dari hasil evaluasi pencairan tunjangan sertifikasi selama ini. Hanya saja tinggal menunggu keluarnya Peraturan Menteri (Permen),” kata Andi, yang ketika di konfirmasi mengaku sedang berada di Jakarta mengikuti Kongres PGRI Pusat.

(smg/fit)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage