30 Jun 2013

Bandar Besar Sabu Siantar-Simalungun Diringkus

Ads by Google

SIANTAR-PM

Alpin Leo, bandar besar narkoba jenis sabu-sabu yang menguasai wilayah peredaran Kota Pematangsiantar dan Simalungun, kemarin (29/6) pagi, diringkus tim Reserse Narkoba Poldasu. Tersangka ditangkap dari sebuah rumah di Kompleks BAS di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar Timur.

Penangkapan Alpin Leo dilakukan enam petugas polisi diawali dengan merusak sebuah CCTV yang terpasang di rumah target. USai melumpuhkan kamera pemantau yang mengarah ke jalan, petugas bergegas masuk ke pekarangan rumah berwarna kuning itu dan berpencar.

Dua diantaranya ke arah lorong sisi rumah dan masuk melalui jendela. Sedangkan empat lainnya tetap di depan pintu untuk menunggu tim yang masuk membukakan pintu depan.

Setelah pintu dibuka, seluruh tim masuk ke dalam rumah dan kembali menutup. Sedangkan dua personil Polresta Siantar yang salah satunya diketahui Kanit Narkoba Ipda Resbon dan salah seorang angggotanya menunggu di luar.

Sekira pukul 10.00 WIB, tim keluar dengan membawa seseorang yang penuh tato di badannya yang belakang diketahui bernama Alpin Leo. Dengan diapit dua petugas, Alpin Leo diboyong keluar dengan wajah ditutupi jaket jeans biru milik salah seorang petugas. Sementara itu salah seorang petugas lainnya lagi membawa beberapa alat isap sabu seperti bong dan pipet bengkok yang ditumpukkan di dalam mangkuk plastik putih. Sedangkan ketua tim penggerebekan yang diketahui bernama Esbi juga keluar membawa tas berwarna hijau.

Setelah berhasil membawa seluruh barang bukti dan memasukkan tersangka ke dalam mobil, tiga tim polisi meninggalkan rumah menuju Poldasu menggunakan mobil jenis Toyota Avanza silver BK 1949 QZ yang sudah terparkir di pekarangan rumah tersebut. Beberapa tim lainnya menyusul dengan mengendarai mobil jenis yang sama BK 1238 VQ dan BK 1238 VQ.

Penggerebekan sekaligus penangkapan itu, tampak dihadiri ayah Alpin Leo yang terlebih dahulu dihubungi tim direktorat narkoba Poldasu. Selanjutnya, ayah Alpin Leo yang tidak diketahui namanya itu tampak enggan diwawancarai wartawan turut dibawa ke Poldasu dengan mobil Toyota Yaris BK 1828 WA.

Setelah penggeledahan, dari balik jendela kaca, tampak keadaan rumah berantakan. Beberapa kertas dan juga prabot tampak berserakan di lantai.

Informasi yang dihimpun, dalam penggerebakan itu tim Direktorat Narkoba Poldasu berhasil mengamankan puluhan bungkus kecil sabu, ratusan butir pil ekstasi warna merah muda dan juga ganja kering yang beratnya diperkirakan 50 gram dan uang senilai Rp11.300.000.

Selain itu, tim Direktorat Narkoba Poldasu juga mengamankan senjata api jenis softgun yang masih berisi peluru dan diakui Alpin Leo merupakan miliknya. Saat penangkapan, Alpin Leo sedang menggunakan sabu di sofa ruang tamu. Ketika itu, polisi memintanya untuk tidak tak bergerak dan menyerah. Namun, karena masih dalam pengaruh narkoba. Alpin Leo kabur dan dikejar petugas terjatuh dari lantai dua rumahnya dengan posisi terduduk.

“Dia sempat lari ke atas (lantai dua). Namun karena mabuk, dia (Alpin Leo) terjatuh dan langsung ditangkap petugas. Habis itu, dia ditarik dan diboyong ke kursi. Sementara itu, petugas lainnya menggeledah seluruh ruangan bawah termasuk lemari-lemari yang ada di ruang tamu dan juga kamar yang ada di bawah,” ujar Herman yang merupakan Satpam perumahan yang juga turut menyaksikan penggerebekan tersebut.

Dicurigai Masyarakat

Semenjak Alpin Leo tinggal di perumahan BAS itu, masyarakat termasuk security mengaku curiga. Sebab, rumah bernomor 46 itu dipenuhi CCTV. Padahal, masyarakat mengaku bahwa kawasan tersebut masih tergolong aman. Sebab terus dijaga ketat Security.

“Nggak logika saja rumah di sini dipasangi CCTV. Ok lah kalau hanya satu atau dua CCTV. Ini ada enam CCTV di pasang di depan rumah. besar-besar pula itu,” ujar Sofian Purba (43) warga yang tinggal persis di depan rumah Alpin Leo.

Selain itu, Sofian juga mengaku curiga dengan gerak-gerik Alpin Leo terutama disaat malam hari. Sebab, diakuinya, setiap malam, Alpin Leo selalu bolak-balik mengendarai sepedamotor Jenis Kawasaki 250 R merah tanpa nomor polisi yang merupakan milik Alpin Leo. “Mau nanti dia (Alpin Leo) malam-malam bolak-balik naik kereta. kayak nyari angin gitulah. balap-balap pula itu,” akunya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Security setempat Togu Simanjuntak yang membenarkan bahwa Alpin Leo sering bolak-balik mengendarai sepedamotornya.

“Sudah pernah kumarahi itu. Bahkan sempatpun kubilang sama dia, jangan-jangan bandar narkoba kau ya, tapi nggak ngaku dia,” akunya.

Sementara itu, Dir Res Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan membenarkan penggerebekan di kediaman Apin Leo di Siantar Timur. “Memang benar kita ada melakukan penggerebekan tersebut. Saat ini kita masih melakukan pengembangan dari mana dia mendapatkan barang itu,” ucapnya.

Saat disinggung sudah berapa lama melakukan pengintaian terhadap tersangka, perwira berpangkat 3 melati di pundaknya ini mengatakan kalau pihaknya sudah melakukan pengintaiasn selama berbulan-bulan. “Sudah kita intai ini selama berbulan-bulan,” pungkasnya tanpa memberitahu berapa bulan pastinya pihaknya melakukan pengintaian.

(wis/smg/ind/bud)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage