13 Jun 2013

Susi Rela Disetubuhi Rektor IPDN Hingga Beranak

Ads by Google

Demi Loloskan Anak Teman Jadi Praja

BANDUNG—PM

Dunia maya kembali geger. Seorang wanita bernama Susi Susilowati (35) mengaku menyuap Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan tubuhnya, menyebarkan foto seorang bayi anak hasil hubungan gelapnya dengan sang rektor.

Tayangan berdurasi 32 detik menampilkan foto-foto bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan dengan berbagai pose.

Video yang diunggah seseorang bernama Dimas Sumaryadi itu berjudul “IPDN Dimas I Putu Sumaryadi Anak yang Tidak Diakui Oleh Rektor IPDN Bandung.” Tercatat video singkat ini diunggah pada 4 April 2013.

Tayangan ini hingga Selasa (12/6) malam, sudah ditonton oleh sekitar 5.022 orang.

Di bawah video tersebut terdapat sebuah tulisan yang diduga memang sengaja ditujukan oleh pengunggahnya sebagai pesan terhadap Rektor IPDN. Namun, entah apa maksud pengunggah video ini dengan menuliskannya di bawah video tersebut. Sekilas, apa yang diungkapkan dalam tulisan itu seakan menegaskan bahwa pengunggah adalah seorang perempuan, ibu dari bayi laki-laki yang ada di tayangan YouTube itu.

Adapun tulisan itu menuturkan hal seperti di bawah ini: “Dimas I Putu Sumaryadi adalah darah daging dari Rektor IPDN Prof DR Drs H I Nyoman Sumaryadi MSi yang tidak diakui demi jabatan harta dan tahta. Hinaan cacian terhadap Dimas oleh beliau dan Nyonya Darwijati yang menyuruh membuang ke dalam tong sampah dan panti asuhan untuk menutupi aib dan karirnya. Alangkah teganya Rektor IPDN dan istrinya (Nyonya Darwijati).”

Rupanya, tudingan yang menyeret orang nomor satu di IPDN, Jatinangor-Sumedang tersebut, bukan hanya disebar di situs YouTube, melainkan juga di jejaring sosial Facebook (FB). Tayangan di YouTube pun dipajang di dinding FB ini. Diduga pemilik akun FB ini adalah orang yang sama yang mengunggah foto-foto bayi laki-laki itu.

Beberapa hari kemudian, pada Mei, di dinding FB yang mengatasnamakan IPDN Dimas Sumaryadi ini terpampang sebuah tulisan berbunyi:

“Buat teman-teman pers silakan cek dan mengkonfirmasi kebenaran berita ini kepada pihak Rektor IPDN (I Nyoman Sumaryadi) dan pada waktunya nanti akan saya beberkan semua faktanya ke media massa kalau I Nyoman Sumaryadi tetap tidak mau mengakui Dimas I Putu Sumaryadi sebagai anak kandungnya sendiri beberapa detik yang lalu.”

Penyebar Video Youtube Nongol

Perempuan yang mengaku istri simpanan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, akhirnya menampakkan diri.

Susi Susilowati (35) berani muncul ke hadapan wartawan, Selasa (11/6), sambil membawa bayinya yang diklaim anak kandung dari I Nyoman Sumaryadi. Bayi tersebut bernama I Putu Dimas Sumaryadi.

Susi adalah orang yang dengan sengaja mengunggah video yang berjudul, “IPDN Dimas Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh Rektor IPDN Bandung” beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, keberaniannya mengungkapkan hubungannya dengan sang rektor tidak lain karena upaya baiknya selalu tidak mendapat respons positif.

“Saya memberanikan diri hanya untuk membuktikan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Terserah masyarakat menilai saya seperti apa,” ujar Susi, berderai air mata.

Alkisah, pada tahun 2011 lalu, Susi hendak memasukkan anak teman dekatnya untuk bersekolah di IPDN yang terkenal dengan persaingan ketatnya.

Singkat cerita, ia pun akhirnya menghubungi I Nyoman agar anak tersebut bisa masuk IPDN secara mulus. “Dari situlah saya lebih dekat dengan Bapak (I Nyoman). Beliau setiap hari menghubungi saya,” kata Susi.

Susi mengaku niatnya memasukkan anak tersebut adalah sebagai bentuk balas budi terhadap orangtuanya karena telah membantu saat dirinya menggarap sebuah proyek di Papua. Selain itu, ia merasa iba dengan kondisi keluarga anak tersebut yang dikatakannya sebagai keluarga kurang mampu. Ia juga sudah dua kali gagal masuk sekolah calon praja itu.

Setelah anak tersebut dipastikan menjadi salah satu praja di IPDN dan menyingkirkan salah satu calon praja yang menurut pengakuannya adalah anak salah seorang bupati di Papua, Nyoman kembali menghubungi Susi. Dalam percakapannya kala itu, sang rektor meminta imbalan atas jasanya.

“Beliau meminta imbalan, tapi dengan catatan harus menemui beliau di Bandung. Mau tidak mau saya turuti karena saya juga ingin mengucapkan terima kasih,” ujar Susi.

Susi menambahkan, I Nyoman meminta imbalan berupa cendera mata sabuk Manokwari dari Papua berlapis emas 24 karat. Usut punya usut, harga sabuk tersebut bernilai Rp180 juta. “Dia bilang, saya harus ke Bandung dan memberikan apa yang dia (I Nyoman) mau. Saya sudah kepalang basah memasukkan anak ini. Saya takut anak itu malah dikeluarkan dari IPDN,” bebernya.

Karena Susi dan orangtua anak titipannya itu tidak mampu menuruti permintaan I Nyoman, tubuh Susi pun menjadi penggantinya. Sang rektor pun meminta wanita asal Kuningan, Jawa Barat, itu untuk memenuhi berahinya di sebuah hotel ternama di bilangan Jalan Pasteur, Kota Bandung.

“Saya bingung. Apa yang harus saya perbuat, Bapak minta sabuk Manokwari yang ternyata harganya sangat mahal, akhirnya ‘tumbalnya’ saya,” katanya.

(bud/bbs/net)

Artikel terkait :





Berbagi Cerita Disini





fanspage