04 Jun 2013

PT ASW Food Diproses Disnaker

Ads by Google

Soal Karyawan Tewas Menggelupur Kesetrum

MEDAN-PM

Tiga hari pasca tewasnya Triyuwanti alias Wanti akibat kecelakaan kerja, pihak manajemen belum juga menepati janjinya untuk memberikan hak-hak korban. Keluarga pun berniat mendatangi pabrik roti PT ASW Food, di Jl. Pertahanan I, Medan Amplas itu.

Suami korban, Adianto (40) mengatakan, keluarga akan mendatangi pabrik untuk mempertanyakan hak-hak Wanti, yang beberapa hari lalu telah dijanjikan pihak pabrik.

“Rencananya besok (hari ini) saya mau ke pabrik. Sekalian bawa surat-surat yang semalam diminta sama pihak pabrik dalam pengurusan santunan,” ungkap Adianto, saat ditemui di rumahnya, Senin (3/6) siang.

Menurut Adianto, dia berharap dalam pengurusan santunan nanti, pihak keluarga tidak dipersulit oleh pabrik. “Soalnya menurut manajemen pabrik, semua diurus secara kekeluargaan,” harapnya.

Namun dia mengaku sedikit kecewa terhadap pernyataan pabrik yang mengatakan, istrinya tewas bukan karena kesetrum. “Saya kecewa juga pas baca di koran. Masak kata pihak pabrik mendiang meninggal karena kejang-kejang terus jatuh kepalanya membentur. Padahal sebenarnya memang kesetrum,” kesalnya.

Kendati ada perbedaan pernyataan itu, pihak keluarga berharap agar manajemen tidak mempersulit dalam pengurusan santunan. Sebab, mereka sendiri saat ini juga sudah ikhlas akan kepergian Wanti.

Terpisah, Kadisnaker Kota Medan, Syarif Armansyah saat dimintai tanggapannya mengenai persoalan ini mengatakan, pihak pabrik sampai saat ini belum melaporkan kecelakaan kerja tersebut kepada mereka.

Mantan Camat Medan Marelan ini juga mengatakan, pihaknya akan memproses kasus ini. “Kita akan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Tentunya akan secepatnya kita proses,” ujarnya singkat.

>>> Karyawan Diintimidasi

Masih terkait kematian Wanti, diduga kuat pihak manajemen mengintimidasi karyawan agar memberi keterangan satu suara. Hal tersebut terkuak saat petugas Polsek Patumbak mendatangi PT ASW Food, Senin (3/6) siang.

Kedatangan polisi yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Patumbak, AKP Hatopan Silitonga tersebut guna menyelidiki tewasnya Trywanti saat bekerja Jumat (30/5) malam sekira pukul 23.30 Wib.

Kepada wartawan, Hatopan mengatakan, dari keterangan 3 karyawan yang bekerja satu sift dengan Wanti, menyebutkan korban tewas akibat terjedut tiang. “Dari tiga saksi yang kita periksa menyebutkan korban tewas akibat bekerja. Tapi, kita masih akan melakukan penyelidikan dalam peristiwa tersebut,” ucapnya.

Tapi begitu pun, Hatopan berjanji akan memeriksa sejumlah pekerja lainnya untuk dijadikan saksi. “Masih ada 4 orang lagi yang akan kita periksa. Mereka yang akan kita periksa itu yang membawa korban ke RS Estomihi,” ucapnya tanpa menyebutkan siapa nama yang akan diperiksa.

Seperti diketahui, Trywanti atau yang lebih akrab disapa Wanti tewas kesetrum saat menarik karton yang lengket di mesin, Jumat (30/5) malam. Korban yang sudah bekerja 21 tahun mengabdi di perusahaan pabrik roti tersebut, bertugas di bagian pengepakan.

Saat itu, sekira pukul 23.30 Wib, karton di mesin 1 tersebut tersangkut. Dengan inisiatif, dia menarik karton tersebut. Namun sayang, tubuh Wanti menyentuh mesin yang membuat tubuhnya kesetrum, lalu jatuh dan tewas.

(bay/dra)



Berbagi Cerita Disini




lazada.co.id