Breaking

Selasa, 09 Oktober 2018

Kisah Mistis di Palu, Sering Terdengar Suara Jeritan di Malam Hari


Ada kisah mistis yang kini jadi perbincangan warga Palu pasca gempa 28 September lalu.

Sejumlah kejadian aneh dialami warga. Terutama di titik-titik yang mengalami kerusakan parah atau banyak korban meninggal.

Sekadar diketahui, hingga 12 hari pasca gempa, masih ada ratusan bahkan mungkin ribuan warga yang masih hilang atau tertimbun tanah, reruntuhan bangunan.

Mereka sampai saat ini juga masih belum dievakuasi.

Menurut seorang warga kelurahan Buluri Kecamatan Ulujadi Kota Palu, Inton (39), dirinya dan warga lain sudah sering mengalami kejadian aneh setelah bencana dahsyat itu.

Misalnya ketika melintas di pesisir Pantai Buluri, di sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Palu.

Ia bertutur, dirinya dan warga lainnya kerap mendengar suara-suara aneh.

Terlebih jika sudah memasuki tengah malam dimana suara-suara itu lebih sering terdengar.

“Di sini (posko pengungsi) tidak ada yang berani melintas di sepanjang pesisir pantai itu kalau sudah tengah malam,” bebernya.

Biasanya, lanjutnya, warga penghuni posko pengungsi kerap mendengar suara teriakan minta tolong.

“Soalnya kami sering mendengar ada suara perempuan atau anak kecil berteriak minta tolong,” kata Inton.

Inton menambahkan, suara-suara aneh itu makin terdengar jelas saat malam hari.

“Suara aneh itu terdengar jelas jika melintas pada malam hari, apalagi saat suasana jalan raya sepi,” katanya lagi.

Inton mengakui, dari sepanjang pesisir pantai itu, memang ditemukan banyak korban meninggal usai gempa dan tsunami.

“Tapi mungkin ada juga yang tidak ditemukan. Nah, mungkin arwah-arwah mereka itu masih gentayangan di sepanjang Jalan Diponegoro itu,” lanjut Inton.

Teriakan suara aneh serupa, lanjut pria yang memboyong seluruh keluarganya mengungsi di Lapangan Lekatu itu, pernah juga dia dengar ketika terpaksa menjarah pakaian di Hypermart Palu.

Saat itu, ia ingat betul, adalah dua hari pasca gempa dan tsunami melanda Palu.

“Waktu itu kan kami berburu pakaian karena memang hanya punya baju yang di badan saja saat mengungsi,”

“Tiba-tiba dari lantai tiga Hypermart terdengar suara perempuan minta tolong. Kami langsung berhamburan keluar mall itu,” katanya.

Mereka ketakutan karena dianggapnya di lantai tiga mall itu sudah tidak ada warga yang selamat.

“Jadi kami yakin suara itu bukan dari manusia biasa, mungkin makhluk halus,” tutur Inton.

Kendati demikian, terlepas apakah suara itu arwah para korban, masyarakat berharap kondisi kota Palu bisa segera pulih.

Harapannya, warga akhirnya bisa beraktivitas dengan normal kembali seperti sedia kala.

Untuk diketahui, sampai dengan Selasa (9/10) pukul 13.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat korban meningal gempa dan tsunami Sulawesi Tengah sudah mencapai 2.010 orang.

Rinciannya, 171 di Donggala, 1.601 di Palu, 222 di Sigi, 15 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu. (ps/jpnn)




loading...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar