Breaking

Selasa, 09 Oktober 2018

Heboh! Relawan di Palu Diusir Oknum Bappeda


Warga Kota Palu ramai membahas di media sosial (medsos) pengusiran relawan gempa oleh oknum Bappeda Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sebagian relawan pun memilih tinggalkan Palu.

Tidak saja di Instagram, video relawan yang mengemasi barang-barangnya ini karena mengaku diusir banyak dibahas warga Facebooker sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Topik ini masih terus menjadi bahan perbincangan di semua halaman atau page yang terkait dengan Kota Palu, salah satu halaman Facebook itu yaitu Info Kota Palu.

Dari unggahan-unggahan tersebut, para relawan yang datang ke Kota Palu membantu korban gempa dan tsunami, mengaku kecewa dengan sikap dari oknum Bappeda Kota Palu ini.

Salah satunya relawan Bangkep atau BPBD Bangkep, Anang Akriantoro, mengaku sedang packing barang-barang dan bersiap mau balik kanan dari Palu, besok Kamis (11/10).

Dia juga mengaku minta maaf atas kekurangan mereka selama ini.

Sementara Rahmat Abdi Pratama, relawan dari Makassar, Sulawesi Tengah, juga mengungkapkan hal sama di akun Facebook-nya dan disebarkan di halaman Info Kota Palu.

Dia mengaku sangat kecewa atas perilaku oknum Bappeda yang telah mengusir relawan dari halaman kantor Bappeda.

“Apalah salah kami sehingga kami diusir tanpa sebab. Apakah kami ingin stop membantu saudara kami yang sedang terkena bencana,” unggahnya, Selasa (9/10) sekitar pukul 22.50 WIB.

Sebuah unggahan yang memuat informasi relawan BPBD diusir dari halaman kantor Bappeda Kota Palu Sulawesi Tengah juga tengah viral di Instagram.

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membantah kabar pengusiran ini. Sutopo menjelaskan tak ada pengusiran terhadap relawan, melainkan relokasi relawan.

“Saya telah mengonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir, tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel ASN,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2018).

Sutopo menegaskan relokasi relawan ini tak berkaitan dengan isu kehilangan sejumlah aset kantor Bappeda Palu.

Menurutnya, kehadiran para relawan sejak hari ketiga bencana (2/10) di lokasi ini justru memberikan keamaan bagi kantor Bappeda.

Menurutnya, justru adanya kehadiran relawan sejak H+3 (2/10) dengan mendirikan tenda-tenda relawan BPBD dan lainnya ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal.


(ral/dtc/ps)




loading...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar