Breaking

Kamis, 24 Mei 2018

MANTAP!!! Tayang Hari Perdana, Jumlah Penonton SIB Kalahkan Star Wars dan Dead Pool 2




Rasa kangen masyarakat Medan terhadap film anak-anak yang berkualitas akhirnya terobati. Buktinya, tiket film 'Selembar Itu Berarti' ludes pada hari perdana penayangan di bioskop, Kamis (24/5/2018). Penonton membludak dan memadati lokasi penjualan tiket, pada dua lokasi penayangan yang disediakan jaringan bioskop XXI. Di Centre Point dan Suzuya Marelan Plaza.

Dari pantauan wartawan, penonton yang didominasi oleh pelajar, orangtua siswa, dan mahasiswa, datang berduyun-duyun memadati lokasi pemutaran. Mereka begitu antusias menyaksikan pemutaran perdana film besutan Sutradara Dedy Arliansyah Siregar.

"Iya benar rame," kata Rina, seorang petugas penjualan tiket XXI Centre Point.

"Dari 5 kali jadwal tayang hari ini, kursi studio semuanya full. Tiketnya pun sold out," lanjutnya.

"Yang jelas, untuk pemutaran perdana hari Kamis (24/5/2018) di bioskop Centre Point ini, penjualan tiket film SIB, mengalahkan dua film barat yang juga tayang (Star Wars Story : Solo dan Dead Pool 2)," tutupnya sambil melihat ke layar penjualan tiket.

Selain di Centre Point, penjualan tiket SIB juga mendominasi di bioskop XXI Suzuya Marelan Plaza.

Tommy, warga Marelan yang datang untuk menonton, sengaja memilih jadwal saat berbuka puasa. Namun ternyata studio sudah penuh. Dan hanya menyisakan beberapa kursi bagian depan.

"Filmnya menginspirasi. Saya sengaja membawa anak setelah melihat trailernya di media sosial. Bagus. Banyak yang nangis tadi di dalam," kata Tommy.

Begitu juga dengan dua mahasiswa UMA, Eman Harahap dan Dedek Afriyandi. Selain ingin mendukung hasil karya anak Medan, mereka juga mendapat banyak pelajaran dari film Selembar Itu Berarti.

"Terus terang, aku salut sama film ini. Banyak pesan kehidupan di dalamnya. Betul-betul luar biasa," terang Eman.

"Saya sangat termotivasi oleh perjuangan Putri. Memompa saya untuk tetap semangat belajar," sambung Dedek, yang juga salah satu korban selamat tsunami Nias beberapa tahun lalu. Meski harus kehilangan tangan dan kaki bagian kanannya.

Begitu juga dengan puluhan siswa SMK Sinar Husni 2 TR Labuhan Deli. Mereka terlihat sibuk menghapus airmata sambil lari menjauh dari kejaran wartawan yang ingin mewawancarai.

"Jujur, kami nangis semua tadi. Filmnya sedih, tapi banyak pelajaran penting di dalamnya," kata M Rifa Fahreza, siswa kelas XI TKR yang berhasil dimintai keterangan.

Tak jauh beda dengan Giza. Siswi madrasah Asuhan Jaya Tanjung Mulia Hilir ini coba menutupi wajahnya dengan jilbab.

"Sedih kali bang. Airmata belum kering, udah nangis lagi awak," bilangnya sambil ngeloyor pergi.

Seorang bocah perempuan menangis tersedu-sedu saat keluar dari bioskop XXI, Kamis (24/5/2018), di Suzuya Marelan Plaza. Sambil mengucek-ngucek mata, ia terus dibujuk dan ditenangkan oleh ibunya.

"Anak saya ini sedih karena baru saja melihat film Selembar Itu Berarti," ucap Deliana, ibu anak tersebut. Sambil terus menenangkan Dini, putri pertamanya.

"Mungkin dia terharu melihat perjuangan Putri dan Diaz. Karena jujur, filmnya ini begitu menyentuh. Apalagi (film) ini kan memang cocok untuk anak seusianya," kata ibu muda tersebut.

Pendapat senada diutarakan oleh Zahrani Harahap. Menurut Guru SD itu, matanya tak ingin berpaling dari layar bioskop meskipun satu detik. Ia menikmati tiap adegan yang disuguhkan sutradara film itu, yang menurutnya begitu natural dan penuh pesan moral.

"Saya cuma punya satu pernyataan: Anda wajib menonton film ini," kata Isma, staf bimbingan belajar Jenius yang antusias menonton film SIB.

"Betul. Saya sangat terharu. Ternyata anak Medan bisa buat film sebagus ini," kata Fatih (18) menimpali dan dibenarkan Fika (24).

Film Selembar Itu Berarti tayang perdana hari Kamis (24/5/2018) di jaringan bioskop XXI pada beberapa kota besar di Indonesia. Film ini disutradarai oleh Defy Arliansyah Siregar, dan sukses meraih 2 rekor MURI. (sap)




loading...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar