Breaking

Kamis, 08 Februari 2018

SALUT! Mahasiswa Unimed Rebut Lima Medali di Ajang Thailand Inventors Day


Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) kembali mengukir prestasi di ajang Thailand Inventors Day 2018, yang digelar di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Thailand belum lama ini.

Ajang Thailand Inventors Day diselenggarakan setiap tahunnya untuk mencari dan menampilkan potensi serta hasil penemuan dan inovasi dari inovator-inovator internasional. Pada tahun 2018, ajang ini dikenal sebagai Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2018).

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah, pertama pameran dari National Research Council of Thailand Award yang terdiri dari pemenang National Outstanding Researcher Award, Research Work Award, Dissertation Award and Invention Award.

Kedua, pameran 3rd Open Invention & Innovation Marketplace.

Ketiga, pameran dari penemu lokal dari sekolah menengah, perguruan tinggi teknik dan kejuruan, universitas, dari sektor publik dan swasta.

Keempat, kompetisi inovator dari internasional di Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx).

Kelima, konferensi dan workshop pengembangan penemuan.

Keenam, konsultasi dari organisasi yang berhubungan seperti Department of Intellectual Property, Thai Industrial Standards Institute, Small and Medium Enterprise Development Bank of Thailand dan lainnya.

Kepala Humas Unimed M Surip menuturkan, kompetesi Bangkok International IPITEx bertujuan untuk meningkatkan dan menciptakan kolaborasi antara Thailand dengan penemu dan organisasi internasional. Kompetesi terdiri atas 2 kategori dengan masing-masing terbagi atas 3 sub kategori, yaitu pertama, penemuan dan inovasi untuk sosial dan kualitas kehidupan dengan sub kategori yakni (a) obat dan kesehatan publik, (b) perlindungan untuk lingkungan atau energi, (c) pendidikan/kantor/peralatan rumah tangga/ dan material.

Kedua, penemuan dan inovasi untuk keperluan industri dengan sub kategori (a) makanan/kosmetik, (b) pertanian modern, (c) robotik/ elektronik/otomatisasi.

“Dalam kompetisi itu, mahasiswa Unimed mendapatkan 5 medali atas hasil inovasi mereka di antaranya 1 medali emas dan 4 perunggu,” kata Surip, Kamis (8/2/2018).

Disebutkannya, ada satu inovasi yang mendapatkan dua medali sekaligus yaitu medali emas dan medali perunggu adalah Medan Fascination Bus. Inovasi ini mendapatkan medali Emas dari University Politehnica of Bucharest, dan medali perunggu dari NRCT dengan personel tim.

Sedangkan inovasi lainnya yang mendapatkan medali perunggu ialah, Bio Natural Pad selain mendapatkan medali perunggu dari NRCT inovasi ini juga mendapatkan Special Honour of Invention dari TISIAS (Toronto International Society of Innovation and advanced skill) Canada. Kemudian, Natural Lip Balm (Turibam) merupakan inovasi Lip balm dari herbal sebagai solusi efektif untuk mengobati penyakit mulut seperti sariawan, bibir kering.

“Lip Balm terbuat dari tanaman Gambir yang memberikan warna alami pada bibir dari batang bayam merah, dan merawat bibir gelap dari ekstrak kentang. Selain mendapatkan medali emas dari NRCT, inovasi ini juga mendapatkan Special Prize dari Mi-Young Han, presiden World Women Inventors and Enterpreneurs Association (WWIEA)dari Korea Selatan,” imbuhnya.

Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd mengaku bersyukur, merasa bangga dan terharu atas prestasi mahasiswa yang diraih. Sebab,berhasil meraih medali emas dan medali perunggu pada ajang Thailand Inventors Day 2018.

“Kabar harum ini sangat membahagiakan kita, pimpinan dan civitas Unimed. Serta sebagai bukti kreativitas dan inovasi temuan mahasiswa Unimed berhasil menyisihkan peserta dari perguruan tinggi terbaik dunia yang mengikuti ajang tersebut,” kata Syawal.

Ia menuturkan, prestasi ini diharapkan dapat semakin memacu dan mendorong para dosen serta mahasiswa untuk terus berinovasi dalam berbagai temuan ilmiah. Dengan begitu, dapat terus mengukir prestasi di berbagai kompetisi tingkat internasional dan nasional sehingga dapat mewujudkan Unimed menjadi World Class University.

“Prestasi mahasiswa Unimed ini juga memperkuat bukti ilmuwan muda Indonesia sangat potensial,” ujar Syawal.

Lebih lanjut ia mengatakan, prestasi mahasiswa yang diraih ini menjadi bukti bahwa proses akademik dan kultur belajar di kampus Unimed sudah berjalan secara optimal. Dosen dan mahasiswa telah menjalankan tugas serta fungsinya masing-masing.

“Kita berharap akan lahir terus prestasi-prestasi lain yang berhasil digapai oleh dosen dan mahasiswa Unimed di berbagai kompetisi. Melalui prestasi yang telah dicapai civitas Unimed, kita terus lakukan evaluasi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Unimed akan terus hadir bersama masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan daya saing bangsa,” tandasnya. (fir/ps)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar