Breaking

Senin, 19 Februari 2018

MENCEKAM!!! Erupsi Sinabung Membuat Pagi Seperti Malam


Erupsi beruntun Gunung Sinabung, Senin (19/2/2018) pagi menyebabkan kawasan dalam radius sekitar 5 hingga 7 kilometer dari gunung berapi tersebut gelap gulita, layaknya malam hari.

Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), melalui Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung melaporkan, awan panas condong bergerak ke selatan dan barat meski kecepatan angin tergolong lemah.

Ketinggian letusan Gunung Sinabung dilaporkan mencapai 5 kilometer dengan awan panas meluncur ke arah Selatan yang diperkirakan mencapai radius 4,9 kilometer. Sementara itu, debu vulkanik mengarah ke tenggara gunung mencapai radius 1 – 1,5 kilometer.

Akibat erupsi itu juga dilaporkan terjadi gempa vulkanik sebanyak 37 kali dengan amplitudo antara 20-120 mm. Badan Geologi juga telah menaikkan status gunung menjadi Level IV (Awas).

Untuk itu, masyarakat dan pengunjung/wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak dan khusus untuk wilayah selatan dan tenggara dalam jarak 7 km.

Sementara untuk untuk sektor tenggara-timur ditetapkan jarak awas sejauh 6 km dan di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diingatkan agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Mengingat telah terbentuknya bendungan di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai tersebut diimbau tetap menjaga kewaspadaan, karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol akibat tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

BPBD Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus. (asp)




loading...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar