Breaking

Sabtu, 23 September 2017

Dianggap Hanya Cari Uang, Ini Klarifikasi Panitia Nobar Film Selembar Itu Berarti



Adanya tudingan berbau negatif yang ditujukan ke acara nonton bareng Film Selembar Itu Berarti di GOR Lubukpakam membuat pihak panitia angkat bicara.

Lisa, salah seorang panitia mengatakan, banyak tersebar di media bahwa pihak panitia hanya cari uang tanpa mempedulikan kenyamanan dan keamanan acara. Ada juga yang menyebutkan acara nobar diduga pungli, hingga ada siswa yang harus mengeluarkan kutipan ekstra (selain harga tiket) untuk transportasi.

Menanggapi hal-hal negatif tersebut, Lisa mengungkapkan bahwa panitia sudah mempersiapkan berbagai pendukung acara, seperti ambulance beserta team medis, pemadam kebakaran, polisi hingga transportasi.

"Kami mempersiapkan tim medis dan ambulance, pemadam kebakaran, polisi dan transportasi siswa. Jadi, siswa kami jemput langsung dari sekolahnya menggunakan angkot yang kami sewa dan dibantu oleh truk TNI," ujar Lisa.

"Mengenai dugaan pungli, silahkan cek di sekolah masing-masing. Kami hanya melakukan sosialisasi. Kalau mau nonton silahkan, kami jemput jika lokasi sekolahya terlalu jauh. Kalau tidak mau nonton juga tidak apa-apa," sambung Lisa, diiyakan panitia yang lain.

"Tentang sejumlah siswa yang pingsan, kami tidak menemukannya. Yang terjadi, ada seorang siswi yang pingsan karena belum sarapan dan memang ada penyakit maagnya. Gurunya sendiri yang bilang. Tim medis kami pun dengan sigap menanganinya. Tidak benar jika dikatakan sejumlah," lanjut ibu satu anak ini.

"Memang ada miss komunikasi pada hari pertama penyelenggaraan, yaitu hari Rabu (20/9). Itu yang menyebabkan acara diundur. Tapi para guru dan siswa yang jadwalnya diubah, tetap kami sediakan transportasi. Mereka tidak dipungut biaya apapun," kata Lisa mengakhiri klarifikasi.

Pantauan kami di lapangan, terlihat ambulance, pemadam kebakaran hingga angkot yang siap memanjakan para penonton.

Film Selembar Itu Berarti yang sarat dengan makna kehidupan ini adalah karya anak-anak Sumut. Sang sutradara, Dedy Arliansyah Siregar juga meraih rekor MURI dari film tersebut.

Sungguh sangat disayangkan jika film karya anak kampung sendiri ini harus mendapat sambutan negatif yang tendensius. Ayo kita dukung terus kreatifitas anak-anak Sumut. (mn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar