Breaking

Jumat, 23 Juni 2017

"Meski Tanpa Baju Baru, 8 Anak Saya Sudah Mengerti"



Tidak semua masyarakat bisa merayakan lebaran dengan berbaju baru. Seperti Ibu dan delapan anaknya ini.

M. HAFIZ ALATAS

BERALAMAT di RT 25, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, Neli Astuti tinggal bersama delapan anaknya.

Ia harus menghidupkan 8 anaknya yang masih kecil tanpa bantuan suami. Enam tahun sudah ia berjuang sendirian, karena sang suami lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Harian Pagi Jambi Ekspres (Jawa Pos Group) berkesempatan mendatangi rumah Neli. Di sana terlihat banyak anak berumur 6 hingga 12 tahun yang sedang bekumpul dalam satu rumah di Blok E No 311.

Anak-anak itu kebanyakan perempuan. Ketika harian ini tiba di rumahnya, Neli tak lagi di rumah. Ia bekerja tidak jauh dari rumahnya. Sebagai asisten rumah tangga.

Selama 10 menit menunggu, Neli tiba dengan wajah semringah dengna peluh yang masih terlihat di wajahnya. Dengan ramahnya, ibu tersebut menyambut kedatangan harian ini.

Neli mengaku baru tinggal 6 bulan di kontrakan semi permanen itu. Perempuan berdarah Jawa Medan itu mengaku baru 2 tahun hijrah ke Jambi.

“Panjang ceritanya hingga saya sampai ke Jambi ini,” kata Ibu 40 tahun itu dengan raut wajah sedih. Neli mengaku, ia hanya bekerja serabutan dengan membantu pekerjaan rumah para tetangganya.

Sehari hanya mendapatakan upah Rp 20 ribu. Uang itu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari untuk biaya 8 anaknya.

“Anak Saya ada 10, 2 orang sudah berkeluarga dan tinggal di Medan. Yang sama saya sekarang ada 8. Cukup dak cukuplah,” imbuhnya.

Dari 8 anak itu, Neli mengaku, ada 5 anaknya yang masih sekolah. Dua orang duduk dibangku SD, 2 orang SMP dan 1 orang SMA.

“Yang masih sekolah ada lima. Dua orang sudah tamat dan di rumah saja, satu orang bekerja di toko baju,” sebutnya.

Untuk menghadapi lebaran, Neli mengaku belum mampu membeli baju baru untuk anaknya. Ia tak mendapat protes dari sang anak.

“Anak-anak Alhadulillah mengerti keadaan orang tuanya. Dia tahu bapaknya sudah tidak ada lagi,” akunya.

Kemarin, Neli mendapat bantuan bakti sosial dari Ikatan Wartawan Kota Jambi (Iwako). Tangisan haru tak mampu ia bendung dengan adanya tali kasih dari para wartawan tersebut.

“Alhamdulillah ada bantuan sembako dan uang ini. Hanya bapak dan ibu ini yang ada bantu kami. Terimakasih Pak,” ucapnya terbata-bata dengan terus meneteskan air mata. (***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar