Breaking

Jumat, 07 April 2017

Rumah Sakit pun Dirudal, 100 Orang Tewas Akibat Bom Racun, Sebagia Besar Anak-anak


Korban tewas terus berjatuhan akibat serangan gas beracun di Suriah. Karena serangan udara itu, dilaporkan bertambah menjadi seratus orang. Sedangkan 400 lain mengalami luka-luka.

Korban dalam serangan yang terjadi di Provinsi Idlib barat laut, Suriah, yang masih dikuasai kelompok pemberontak, tersebut bertambah karena rumah sakit yang sedang merawat korban gas beracun justru menjadi target serangan udara.

Sebelumnya, serangan gas beracun di Kota Khan Sheikhoun menewaskan 35 orang. Korban serangan yang mengalami masalah tersedak atau pingsan, bahkan mengeluarkan busa dari mulut mereka, langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Namun nyawa mereka justru melayang setelah serangan udara pasukan pemerintah menyasar rumah sakit yang sedang merawat korban yang diduga terkena serangan gas beracun sarin. Korban tewas pun bertambah menjadi seratus orang, sebelas di antaranya anak-anak.

Oposisi Suriah menuding serangan gas beracun dilakukan pasukan pemerintah ataupun Rusia sebagai sekutu Presiden Bashar al-Assad.

Kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah, Observatorium Suriah, mengatakan serangan ini diyakini dilakukan jet tentara Suriah, yang menyebabkan banyak orang mendadak tersedak, bahkan beberapa korban mengeluarkan busa dari mulut mereka.

"Hari ini pukul 06.30, pesawat-pesawat tempur menargetkan Khan Sheikhoun dengan gas yang diyakini berisi sarin dan klorin. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 300 lain," kata Kepala Otoritas Kesehatan Idlib Mounzer Khalil dalam konferensi pers, Selasa, 4 April 2017.

Damaskus membantah terlibat dalam penggunaan senjata beracun.

Serangan gas ini terjadi hanya beberapa hari setelah pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dituduh menggunakan senjata kimia dalam serangan di Provinsi Hama.

Pihak oposisi menuduh pasukan pemerintah menggunakan bahan beracun dalam pertempuran menghadapi para pemberontak. Menurut Observatory, sekitar 50 orang mengalami gangguan pernapasan akibat serangan udara di Provinsi Hama utara akhir Maret lalu.

Sebelumnya, serangan gas sarin menewaskan ratusan warga sipil di Ghouta di dekat ibu kota pada Agustus 2013. Negara-negara Barat menyatakan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan itu. 

Sebagian besar wilayah Provinsi Idlib dikuasai aliansi pemberontak, termasuk Fateh al-Sham Front, bekas afiliasi Al-Qaeda. Wilayah itu kerap menjadi target serangan udara rezim Suriah serta pesawat-pesawat tempur Rusia, yang merupakan sekutu utama Suriah.

Idlib juga telah beberapa kali dibombardir koalisi pimpinan Amerika Serikat untuk memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar