Breaking

Minggu, 09 April 2017

Myanmar Tetap Siksa dan Tahan Anak Rohingya, Meski UNICEF sudah Mohon Pembebasan




Militer Myanmar masih menganggap etnis Rohingya sebagai ancaman. Buktinya, mereka masih tetap menyiksa dan menahan anak-anak Rohingya, meskipun Badan PBB yang menangani anak-anak UNICEF memohon untuk dibebaskan.
UNICEF memang menyerukan pembebasan anak-anak Rohingya yang ditahan oleh pemerintah Myanmar sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kelompok minoritas Muslim di negara bagian Rakhine.
"Badan internasional membuat permohonan untuk Myanmar kepada pemimpin de facto Aung San Suu Kyi pada Sabtu setelah merinci penderitaan sekitar puluhan anak di bawah umur yang ditahan di penjara Buthidaung di Rakhine yang bergolak," kata Justin Forsyth, wakil direktur eksekutif UNICEF.

"Setiap anak yang ditahan adalah masalah bagi kami," sambungnya.

Diketahui bahwa ada hampir 75.000 orang telah melarikan diri dari bagian utara Rakhine ke Bangladesh sejak militer Myanmar meluncurkan tindakan keras sana pada bulan Oktober 2016.

Dalam sebuah wawancara televisi dengan media Inggris pekan lalu, Suu Kyi menyatakan oposisi terhadap label tindakan keras yang sedang berlangsung terhadap kelompok minoritas Muslim di negara itu sebagai pembersihan etnis meskipun laporan luas pelanggaran terhadap mereka. [rmol]






Tidak ada komentar:

Posting Komentar