Breaking

Jumat, 07 April 2017

Literatur Sebut Hasilnya Diekspor hingga Eropa, Ini Penelusuran Kebun Lada di Binjai


Sejarah Kebun Lada di Binjai masih menjadi misteri. Ada atau tidaknya perkebunan tanaman lada pun masih menjadi pertanyaan besar. Meskipun begitu, kini, Kebun Lada dan Cengkeh Turi bagian dari kelurahan di Kecamatan Binjai Utara.
Dalam buku, Mission to the East Coast of Sumatera, in 1823, Edinburgh, William Hackwood. Tahun 1822, hasil lada yang berasal dari perkebunan lada di sekitar Pungai (kini Pasar 8 Binjai) diekspor keluar melalui Sungai Wampu Stabat. Inilah yang sedang ditelusuri jejaknya dan di mana keberadaannya.
Sepanjang jalan alternatif menuju Stabat terdapat percabangan jalan menuju Kuala Begumit, Mancang, Selesai. Jalan alternatif menuju Stabat tidak bisa dibilang jalan pintas karena jalannya panjang sekali dan beraspal bagus dan mulus. Jalan ini tidak dilalui oleh bus-bus besar sebagaimana Jalan Lintas Medan-Banda Aceh.
Kalau hari-hari libur besar dan week-end. Biasanya jalan lintas Binjai Utara dijadikan alternatif. Tetapi, berhubung memutar dan terasa jauh. Terlebih lagi, tidak ada SPBU besar. Pengemudi/pengendara enggan melewati jalan ini dan akhirnya memilih Jalan Lintas Medan-Banda Aceh.
Binjai saat ini sebagai Kotamadya yang mandiri terus berkembang menjadi sentra-sentra industri seperti pusat perekonomian dan pusat pemerintahan berpusat di wilayah Kecamatan Binjai Kota. Sedangkan perindustrian di Binjai Utara dan wilayah Binjai Timur dan Binjai Selatan adalah sentra pertanian. Khusus Binjai Barat adalah peternakan. (semedan.com)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar