Breaking

Rabu, 26 April 2017

Lihat Siswi Bahenol, Pejabat Ini Langsung Piktor, Raba-raba Tangan, Trus Merayap Hingga...



Citra Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara tercoreng karena ulah salah satu oknum berinisial DR.

Sebab, DR yang merupakan kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMP Disdikpora PPU diduga mencabuli Mawar (15, bukan nama sebenarnya).

DR melakukan perbuatan asusila itu di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Selasa (18/4) malam.

Jamaluddin, paman korban mengatakan, keponakannya itu menjadi korban percobaan pencabulan saat kerja kelompok di rumah sang teman di Kelurahan Petung.

Ketika kerja kelompok tengah berlangsung, Mawar pergi ke warung untuk membeli tipe-x seorang diri.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba DR menabrak korban dari belakang.

Namun, Mawar tidak mempermasalahkan hal itu.

DR lantas bersedia mengantar Mawar ke warung. Namun, Mawar menolak.

Setelah Mawar membeli tipe-x dan penghapus, DR kembali melancarkan rayuan.

Namun, Mawar lagi-lagi menolak tawaran DR.

“Pada saat kerja kelompok ada tulisannya yang salah. Jadi, keponakan saya keluar beli tipe-x. Bapak itu (pelaku) datang dan menabrak dari belakang. Bapak itu minta maaf. Tapi anaknya (korban) bilang tidak apa-apa, Om,” kata Jamaluddin di Kantor Kaltim Post Group Biro Penajam, Selasa (25/4).

Dia menambahkan, DR sempat bertanya tentang keluarga Mawar.

 “Pelaku bertanya ke korban, ‘Kamu sering naik motor Vespa sama bapakmu, ya? Bapakmu kerjaannya apa?’ Keponakan saya menjawab kalau kerja di percetakan,” terang Jamaluddin.

Menurut Jamaluddin, DR langsung berpura-pura ingin memesan stempel.

DR meminta diantar ke rumah Mawar untuk bertemu orang tua siswi salah satu sekolah menengah pertama (SMP) itu.

Awalnya, korban menolak. Mawar hanya memberikan petunjuk letak kediamannya karena malam itu orang tuanya ada di rumah.

Namun, pelaku tetap membujuk korban agar diantar.

Akhirnya, Mawar memenuhi permintaan oknum pejabat Disdikpora tersebut.

DR memboncengkan korban menggunakan sepeda motor.

Ketika melewati depan rumah korban, pelaku malah mempercepat laju kendaraannya.

“Itu, Om, rumah saya,” Jamaluddin menirukan ucapan Mawar.

DR justru membawa Mawar tak jauh dari showroom motor di wilayah Petung. Pada saat kejadian, wilayah tersebut dalam keadaan sepi dan gelap karena terjadi pemadaman listrik.

“Kata anak itu, pelaku mengatakan kalau anak itu sakit. Kemudian memeriksa dan mengelus-elus kedua telapak tangan korban. ‘Wah, kamu (korban) sakit. Coba saya (pelaku) periksa dadamu.’ Setelah diperiksa, bapak itu (pelaku) bilang kalau anak itu sakit. Dia berusaha memeriksa bagian intim (payudara) korban. Namun, anak itu berusaha melawan dan menepis tangan pelaku sebanyak dua kali,” terang Jamaluddin.

Dia menambahkan, DR sempat mengiming-imingi Mawar dengan beasiswa.

“Pelaku sempat mau mengantar anak itu pulang sambil ditawari beasiswa. Namun, harus menuju rumah pelaku untuk ambil berkas-berkas persyaratan beasiswa. Namun, anak itu menolak dan lompat dari motor, kemudian lari pulang ke rumahnya,” ujar Jamaluddin.

Mawar akhirnya menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya.

Setelah itu, orang tua Mawar melapor ke Polres PPU.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres PPU Iptu Iswanto membenarkan laporan percobaan pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut.

“Laporannya sudah masuk. Kasus ini masih kami lidik. Pelakunya pun sudah dimintai keterangan,” kata Iswanto. (kad/ono/k1)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar